Banting Setir dalam Usaha – Menjalankan sebuah usaha memang tidak semudah yang telah kita bayangkan, tidak semudah pada saat kita membalikan telapak tangan, semuanya pasti membutuhkan sebuah, perjuangan, proses, semangat, serta kemauan kuat untuk berusaha.

Menjadi seorang pengusaha juga harus memiliki sifat yang kreatif dan mencari ide-ide baru untuk dapat mengembangkan sebuah usaha yang sudah ditekuni.

Sebagai seorang Pengusaha minimal kita harus bisa mempertahankan apa yang sudah ada dan mencari sebuah ide-ide yang menarik tentang produk yang telah kita buat.

Sebenarnya banyak sekali cerita tentang perjuangan hidup seorang pengusaha, di Indonesia sendiri banyak sekali pengusaha-pengusaha yang sudah berhasil serta sukses dalam bidangnya yang dapat kita jadikan untuk sebagai motivasi dan dorongan agar kita tetap semangat dalam menjalankan usaha.

Tetapi di dalam artikel kali ini saya tidak akan menjelaskan tentang kisah sukses seorang pengusaha yang ada di Indonesia melainkan kisah pahit manis yang saya lakukan ketika usaha.

Sebelum saya lanjut dalam pokok bahasanya, saya akan sedikit memperkenalkan diri saya pribadi.

Perkenalkan nama saya Achmad Luqman Chakim biasa di panggil Luqman, saya sendiri lahir di Bojonegoro 20 tahun lalu silam tepatnya tanggal 14 Agustus 2000.

Langsung saja ya teman-teman berikut ini saya akan sedikit cerita tentang suka maupun duka ketika berusaha bersama keluarga saya.

Awal Mengenal Dunia Usaha

Awal mengenal dunia usaha yang masih kecil
sumber : pixabay.com

Awal mula saya mengenal dunia usaha yaitu ketika saya masih berumus 12 tahun atau tepatnya waktu saya masih kelas 6 SD, dan itupun orang tua saya yang pada saat itu masih usaha jajanan pasar.

Umur yang sangat masih belia tersebutlah yang membuat saya untuk selalu bersemangat apalagi saya adalah anak laki satu-satunya yang ada di rumah.

Akhirnya dari situlah saya membantu ibu saya untuk membuat jajan pasar untuk di jual lagi ke pasar atau di titipkan warung yang ada di wilayah kampung saya.

Sekolah Sambil Berdagang

sekolah sambil jualan yang meenyenangkan
sumber : brilio.net

Peristiwa yang pernah saya alami yaitu ketika saya belajar berdagang tapi posisi saya masih sekolah. Kira-kira saya belajar berdagang sambil sekolah pada kelas 6 Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas.

Kegiatan tersebut mau tidak mau harus saya lakukan, tujuannya yaitu untuk membantu berjualan, perekonomian, dan uang saku saya sehari-hari ketika saya masih sekolah.

Mulai dari kelas 6 Sekolah Dasar waktu itu kalau tidak salah saya hanya berani bawa jajan sekitar 20 biji, dan alhamdulillah nya selalu habis bahkan temen-temen saya pada kurang karena jajan yang di buat ibu saya enak banget lah pokoknya hehehhe😂😂😂

Berjualan tersebut lanjut pada saat saya duduk di bangku Tsanawiyah atau MTS, waktu Tsanawiyah ini saya mulai berani untuk berjualan dan membawa dagangan lebih banyak karena waktu Tsanawiyah saya berani menitipkan dagangan saya tersebut kekantin sekolahan saya.

Pada saat saya sekolah di SMK kegiatan berjualan tersebut tetap saya lakukan atau sudah sebagai kebiasaan saya lah ketika sekolah wajib membawa dagangan hehehhe 🤣🤣🤣.

Sedikit yang unik sih dari saya waktu berjualan di SMK yaitu tas saya selalu penuh dengan dagangan dan buku-buku tersebut saya tinggal di laci kelas agar tidak keberatan sekaligus tas saya bisa muat banyak sekali dagangan wkwkwkkw 😁😁.

Pernah saya jualan sewaktu SMK itu mendapatkan uang hampir 200 ribu, sudah sangat banyak lah untuk belajar berdagang tapi setiap hari bisa mendapatkan uang 200 ribu serta untuk kurang lebih 20 ribu.

Pada saat saya kuliah juga tetap jualan, saya sendiri kan kuliahnya di Mandiri Enterpreneur Center. Dimana di kampus tersebut mewajibkan para mahasiswa nya untuk berjualan tapi hanya pada hari sabtu atau tidak hari minggu.

Gulung Tikar dalam Usaha

gulung tikar dalam usaha merupakan kesedihan
sumber: pixabay.com

Sebuah usaha pastinya tidak akan selalu berhasil terus, pastinya ada aja kendala atau masalah ketika kita usaha. Misalnya adalah mesin rusak, bahan-bahan selalu naik, dan faktor interen dari si pengusaha itu sendiri seperti uang tidak bisa berputar dengan baik bahkan selalu buntung atau gali lubang tutup lubang.

Pada saat itu kami memiliki usaha pembuatan kue, bolu, roti pisang, dan donat. Alhamdulillah nya banyak pesanan setiap harinya hampir dalam setiap hari kami memproduksi kurang lebih 500pcs setiap item.

Semua itu pernah saya alami bersama dengan kakak-kakak saya dan keluarga saya, ketika itu saya kelas satu MTS (Madarasah Tsanawiyah). Usaha dari keluarga saya mengalami gulung tikar, disebabkan dari adanya faktor interen dari pihak keluarga sendiri yaitu kurang dalam mengatur keuangan.

Akhirnya semua mesin-mesin yang digunakan untuk memproduksi harus di jual untuk dapat mengganti kerugian yang telah dilakukan oleh salah satu dari keluarga saya.

Bangkit dalam Keterpurukan

Bangkit dalam Keterpurukan itu salah satu hal yang terpenting
sumber:pixabay.com

Setelah semua mesin dijual bukan berarti usaha tersebut bangkrut, melainkan harus tetap semangat dalam usaha. Pada saat kelas 3 MTS (Madarasah Tsanawiyah) saya bersama keluarga akhirnya memutuskan untuk membuka usaha lagi yang dulunya membikin kue, roti pisang, bolu, dan donat kemudian kami berani untuk usaha.

Usaha yang saya lakukan bersama dengan keluarga pada waktu itu membuat keripik pangsing dan itu pula mesin untuk pembuatan keripik pangsit masih pinjam tetangga yang waktu itu memilik mesin pembuat keripik pangsit tersebut.

Usaha Tidak Menghianati Hasil

usaha tidak menghianati hasil yang telah kita raih
sumber:pixabay.com

Kata-kata itulah yang mungkin saya ucapkan kepada keluarga saya yaitu usaha tidak menghianati hasil, karena saya dan keluarga pernah banting tulang dalam usaha. Yang dulunya bangkrut karena faktor intern akhirnya bisa membuat usaha lagi sampai saat ini.

Perjuangan yang patut saya aprisiasi sendiri yaitu ketika saya dan keluarga sudah bangkrut-bangkrutnya tapi ada semangat untuk terus berusaha terlebih itu bukan usaha besar melainkan usaha kecil.

Kiat-kiat untuk Bangkit dari Keterpurukan 

Kiat-kiat untuk Bangkit dari Keterpurukan untuk mencari sukses
sumber :pixabay.com

Bangkrut merupakan keadaan dimana anda mengalami banyak sekali masalah baik itu dari segi ekstern maupun intern. Banyak sekali kerugian yang telah dialami ketika saya dan keluarga mengalami kebangkrutan seperti yang sudah saya jelaskan diatas.

Tetapi menyerah terhadap keadaan merupakan hal yang sangat buruk. Berikut ini ada beberapa tips dan trik yang bisa anda lakukan pasca anda mengalami kebankrutan.

1. Menerima Keadaan

Siapakah orang yang sanggup dalam menerima sebuah kegagalan? ialah orang-orang yang siap sukses, mungkin saya lah orang yang pada masa kedepan bisa menjadi orang yang sukses. Aamiinnn, pengusaha yang berhasil itu adalah pengusaha yang tidak lari begitu saja dari sebuah kenyataan.

2. Berfikir Positif

Anda sendiri harus mencoba mereset dan mengatur kembali pola pikir anda. Mungkin kegagalan yang terjadi sebelumnya menyebabkan fikiran anda dipenuhi dengan fikiran yang negatif “Bangkrut”

Sebagai seorang pengusaha yang akan sukses anda harus merubah manset untuk tetap melangkah serta berfikiran positif, Meskipun hal tersebut tidak berdampak langsung.

3. Mempelajari Kegagalan

Pasti setiap usaha ada penyebab dari kegagalan usaha tersebut. Ketika anda sudah mengetahui dari segi faktor penyebab gagalnya usaha kita, anda harus segera memahami serta berhati-hati agar usaha anda tidak gagal untuk kedua kalinya dengan kesalahan yang sama pula.

4. Memperbanyak dalam Memberi

Menyisihkan sedikit pendapatan yang sudah kita peroleh atau bersedekah untuk orang yang membutuhkan mungkin terlihat sepele bahkan kebanyakan dari kita nanti berfikiran untuk pemborosan bahkan merugikan wkkwkw.

Hal tersebut akan semakin terasa apalagi dari kita baru saja bangkit dari sebuah kegagalan dalam usaha. Tetapi, hakikatnya saat memberi kita akan keuntungan dari usaha kita tersebut. Karena orang-orang yang sukses kebanyakan merupakan orang-orang yang dermawan yaitu memberi sedikit pendapatan kita untuk bersedekah.

Mungkin itu saja cerita singkat saya tentang pengalaman pilu saya ketika melakukan usaha dengan keluarga saya. Dengan adanya artikel ini semoga kalian tidak gagal dalam berusaha atau bangkrut.

Demikian dari saya apabila dalam penulisan atau kata-kata kurang baik saya mengucapkan beribu-ribu maaf sebanyak-banyaknya. Sekian dan Terimakasih.

 

 

 

Banting Setir Dalam Usaha ! Sukses Story🤣🤣

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *