25+Jenis Burung Elang: Penjelasan, Ciri Khas dan Harganya Terbaru 2021

Home » Makhluk Hidup » Burung » 25+Jenis Burung Elang: Penjelasan, Ciri Khas dan Harganya Terbaru 2021

Restuemak.comNegara Indonesia adalah salah satu Negara yang kaya akan sumber daya alam. Termasuk dalam jenis hewan pun Indonesia mempunyai banyak sekali spesies yang sangat unik.

Ya, salah satunya adalah spesies burung. Anda tentunya sudah mengerti hewan jenis burung kan? Hewan yang memiliki sayap dan juga dapat terbang. Hewan ini masih terbagi menjadi beberapa jenis yang lebih spesifik.

Pada sebelumnya admin sudah menjelaskan tentang jenis burung Cedrawasih, untuk kali ini admin akan menjelaskan tentang burung elang.

Burung yang dengan mudah dapat Anda jumpai di Indonesia ini mempunyai ciri tubuh yang kekar, berbadan besar dan juga tentunya mempunyai kekuatan yang ekstra, dan yang paling menonjol dari burung ini yaitu paruhnya yang panjang dan kuat.

Penjelasan Burung Elang

Jenis Burung Elang

Elang atau dalam istilah dalam bahasa Inggris disebut Eagle merupakan jenis burung pemangsa yang berukuran besar dari suku Accipitride, terutama yaitu genus Aquila.

Sedangkan untuk burung pemangsa lain yang berukuran lebih kecil ini disebut dengan Elang-alap ata Hawk dari genus Accipiter.

Elang adalah salah satu satwa berdarah panas dengan rentang sayap lebar dan juga tubuh yang ditutupi oleh pelepah. Burung ini berkembangbiak dengan cara bertelur.

Ciri telur yang bercangkang keras dan juga ditempatkan di sarang yang sulit dijangkau, seperti di lereng gunung atau pohon yang sangat tinggi.

Burung elang tergolong jenis hewan karnivora atau pemangsa segalanya. Untuk mangsa utamanya yaitu mamalia kecil, misalnya tikus, tupai, kelinci, ayam, kadal dan juga burung kecil lain.

Bahkan burung elang juga memangsa serangga tergantung pada ukuran tubuhnya. Elang yang hidup di wilayah perairan biasanya memakan ikan sebagai menu utama.

Meskipun tidak mempunyai gigi, burung elang mampu mengoyak dan mencabik daging mangsa dengan paruh dan cakarnya yang tajam.

Burung ini juga mempunyai indera penglihatan yang sangat tajam dan juga berfungsi untuk menentukan sasaran dari ketinggian di udara.

Sistem pernapasan elang yang begitu baik, burung ini mampu untuk membawa oksigen banyak untuk terbang.

Struktur dari jantung elang juga hampir sama seperti manusia yang terdiri dari empat bilik, yakni atrium pada bagian atas dan juga ventrikel pada bagian bawah.

Baca juga: Jenis Burung Merpati

Ciri – Ciri Burung Elang

Jenis Burung Elang

Jika dari kalian belum pernah melihatnya dan masih penasaran seberapa menawannya dari burung ini, Kalian dapat menyimak beberapa penjelasan tentang ciri-ciri dibawah ini.

a. Memiliki Paruh

Burung elang sagat erat kaitannya dengan bentuk paruhnya yang panjang namun tidak bergigi. Paruh tersebut melengkung dan juga sangat kokoh atau kuat, sehingga akan dapat dengan mudah memburu mangsanya.

b. Berkembang Biak dengan Bertelur

Layaknya pada hewan ungags umumnya, elang ini berkembang biak dengan cara bertelur. Hewan ini sudah mempersiapkan keamanan dan juga kenyamanan anak-anaknya dengan membuat cangkang yang keras di sarangnya, agar anak-anak dapat terhindar dari bahaya hingga saatnya nanti bisa terbang.

c. Hewan Predator

Burung Elang ini merupakan jenis hewan predator, burung ini memangsa hewan-hewan mamalia yang mempunyai tubuh kecil, misalnya tikus, ikan, ayam, angsa dan beberapa hewan kecil lainnya.

d. Kaki yang Kokoh

Selain bentuk paruhnya yang panjang dan kuat, burung jenis ini mempunyai kaki yang kokoh dan kuku yang tajam serta melengkung. Fungsi dari kaki yang kokok yaitu agar mudah dalam mencengkeram mangsanya.

e. Penglihatan Tajam

Untuk mencari mangsa, burung ini juga telah dibantu dengan penglihatannya yang begitu tajam. Indera penglihatannya ini dapat melihat mangsa dari jarak yang cukup jauh, sehingga dengan adanya begitu burung ini sudah dapat mulai bersiap-siap mencengkeram mangsa dari jauh.

f. Sistem Pernapasan yang Baik

Sebelum terbang burung elang ini sudah menyiapkan dan juga membekali dirinya dengan oksigen yang banyak, sehingga pada saat terbang burung jenis ini sudah tidak khawatir akan kehabisan sebuah oksigen karena dapat mengatur pernapasan dengan baik.

g. Organ Jantung Serupa Manusia

Jenis organ jantung yang dimiliki elang ini hampir sama dengan ada pada manusia, yakni mempunyai empat ruang bilik. Adapun bilik pada bagian atas merupakan atrium dan pada bagian bawah yaitu ventrikel.

Pelajaran Hidup dari Burung Elang

Jenis Burung Elang

Pengalaman merupakan guru terbaik, peribahasa ini memang benar adanya. Akan tetapi hal tersebut juga tidak mengharuskan Anda untuk menciptakan pengalaman itu sendiri. Pengalaman orang lain yang paling tepat untuk dijadikan sebagai pelajaran hidup.

Namun, ternyata untuk pelajaran hidup tidak hanya dapat diambil dari sesame manusia saja, bahkan dari hewan elang ini pun dapat mengambil beberapa pelajaran berharga untuk dijadikan sebagai pedoman hidup.

Berikut ini adalah beberapa poin yang dapat Anda garis bawahi dari perjalan hewan elang tersebut:

1. Fokus

Pelajaran pertama yang kalian perlu ketahui dari burung elang yaitu fokus terhadap apa yang sudah menjadi tujuan utamanya, apa saja yang sudah kalian rencanakan sejak awal dan harus terus berusaha tanpa mengenal lelah.

Hal ini dapat dilihat pada saat elang tengah membidik mangsanya dengan sorot matanya yang begitu tajam dari jarak yang cukup jauh. Meskipun jauh, mangsa tersebut akan terus diincar oleh elang sampai ia dapat.

2. Memperbaiki Kualitas Diri

Burung mempunyai tempat hidup yang telah berkaitan dengan ketinggian. Misalnya perbukitan, pegunungan dan juga pohon yang tinggi. Dengan tempat seperti itu akan menghindarkan dari para burung dan serangan musuh.

Elang juga adalah hewan yang tangguh dan tidak mempunyai rasa takut. Apalagi hanya sebuah ketinggian.

Dari situlah kita dapat mengambil pelajaran bahwa setiap manusia harus mengalami proses adaptasi dengan alam sekitar, harus dapat bengkembang jangan hanya berdiam diri di tempat.

Teruslah untuk berusaha menjadi pribadi yang baik dan jangan lelah atau mengeluh untuk selalu memperbaiki diri. Jangan cepat untuk merasa puas dengan apa yang sudah diraih karena sejatinya diatas langit masih ada langit.

3. Berkepala Dingin

Hal yang jarang diketahui atau bahkan tidak banyak diketahui oleh manusia berkaitan dengan burung elang yaitu bahwa elang sangat suka dengan badai.

Kedengarannya memang tergolong aneh, karena jika kebanyakan burung menghindar saat adanya sebaliknya elang justru menyukainya.

Bukan tanpa sebab hal ini sudah terjadi, ternyata pada saat terjadi badai angina akan menghembus dengan kencang dan disitulah burung elang dapat beristirahat sejenak dengan tidak melebarkan sayapnya.

Dari penjelasan diatas dapat diambil hikmatnya yaitu manusia harus pandai dalam merangkul masalah. Bukan hanya menjadikan masalah itu sebagai momok yang menakutkan. Karena mau tidak mau masalah itu harus Kalian hadapi dan Kalian selesaikan juga.

Maka dari itu, tetap bersikaplah tenang, hadapi masalah dengan kepala dingin, jangan tergesa-gesa dalam mengambil sebuah keputusan.

Ambilah sebuah pelajaran atau hikmah yang bisa Kalian dapat dari masalah ini dan lalu jadikan pelajaran kedepan agar masalah tersebut tidak akan terulang kembali.

4. Mandiri

Mungkin dari anda yang sering menjumpai sekelompok burung terbang secara bersama-sama, namun apakah Anda juga pernah melihat burung elang terbang secara bergerombol? Jawabannya tentunya tidak.

Karena burung elang merupakan tipe burung yang lebih suka sendiri daripada harus terbang kesana kemari secara bersama-sama dengan kawannya.

Dari kesendirian inilah, dapat mengajarkan sedikit pelajaran agar manusia senantiasa bersikap mandiri dan tidak menggantungkan segala urusan kepala orang lain.

Memang benar, manusia merupakan manusia yang tidak dapat hidup dengan sendiri, akan tetapi jal ini jangan menjadikan Anda terus menyusahkan orang lain. Apapun yang bisa dikerjakan sendiri maka sebaiknya Anda laksanakan dengan sendiri juga.

5.Setia

Perlu untuk Kalian ketahui, bahwa burung elang merupakan simbol dari kesetiaan selain burung dara atau merpati. Hal ini sudah terbukti dengan adanya rasa setianya elang terhadap pasangannya.

Apalagi dengan jenis elang botak yang sudah menjadi simbol di Negara Amerika Serikat. Jika hewan saja mempunyai rasa kesetiaan seharusnya kita sebagai manusia pun harus lebih memiliki rasa setia.

6. Keluar Zona Nyaman

Burung Elang adalah salah satu burung yang mahir dalam mengepakkan sayap, burung ini terlihat gagah berani terbang kesana kemari seolah tidak mengenal rasa lelah.

Kemahirannya ini pastinya bukan tanpa bantuan siapapun. Ada induk yang senantiasa selalu melatihnya untuk terbang hingga bisa dengan mudahnya mengepakkan sayap.

Induk elang juga akan mengajari beberap hal yang bagi sebagian orang akan menimbulkan tanda Tanya, yakni melepaskan sarang yang biasanya dipakai untuk berteduh.

Hal ini dilaksanakan agar burung elang tidak merasa nyaman terus menerus berada dalam sarang dan juga untuk segera beranjak keluar untuk mengetahui keadaan dunia luar.

Dari apa yang telah diajarkan induk elang kepada anaknya ini harus dapat kita teladani, yakni dapat keluar dari zona nyaman dan mulailah mencoba hal-hal baru.

Keunikan Burung Elang

Jenis Burung Elang

Dari ciri-ciri dan pelajaran hidup dari burung elang diatas mungkin Anda sudah mulai mengerti seperti apa burung elang tersebut. Untuk dapat menambah kekaguman Anda terhadap jenis burung ini, akan admin restuemak.com jelaskan beberapa keunikan yang dimilikinya. Apa saja keunikannya berikut ini adalah penjelasannya.

A. Penglihatan yang Tajam

Seperti yang sudah dijelaskan pada ciri-ciri di atas, burung ini memang mempunyai keunikan pada penglihatannya yang lebih tajam dibandingkan dengan jenis burung-burung lainnya.

Bahkan disebutkan ketajamannya delapan kali lipat lebih tajam jika dibandingkan dengan manusia. Penglihatan yang tajam ini dapat dirasakan ketika sudah berada di ketinggian 100 kaki.

B. Kecepatan Terbang Super

Burung ini sangat terkenal dengan beberapa kecepatan terbangnya yang relative tinggi. Apalagi, ketika sedang memburu para mangsa yang rata-rata mempunyai kecepatan 300 kilometer per jam. Dengan adanya kecepatan yang super ini elang dapat berpindah antar Negara bahkan benua. Sangat mengagumkan bukan.

C. Bertelur Sekali dalam Setahun

Berbanding terbalik dengan kekuatan dan juga kegagahan tubuhnya, ternyata burung ini mempunyai masalah soal perkembang biakan.

Jenis hewan ini terbilang sangat sulit mempunyai sebuah keturunan. Burung ini hanya bertelur 1 kali dalam setahun itu saja apabila situasi dan juga kondisi yang memungkinkan hal itu terjadi, jika tidak makan bisa saja burung elang ini bahkan tidak akan bertelur sama sekali.

Selain susah bertelur, burung ini juga membutuhkan waktu yang lama untuk mengerami telurnya ini yakni berkisar antara 40 hingga 50 harian dan jumlah dari telur yang dierami hanya beberapa butir saja.

D. Masa Hidup yang Panjang

Burung elang ini dapat disebut dengan burung yang tangguh, sebab selain ditakuti bagi beberapa jenis hewan, burung ini juga dapat hidup dalam rentan waktu yang lama. Bahkan pada usia hidupnya bisa menyamai manusia yaitu sampai mencapai 70 tahun.

Sama seperti degan manusia, ketika burung ini sudah memasuki usia yang tua maka seluruh aktivitasnya pun sudah mulai berkurang. Dan ketika usia 40 tahun bulunya akan mulai mengalami kerontokan, paruhnya juga akan membengkok ke bawah sampai menyentuh dadanya.

Selain itu, untuk sayapnya juga mulai susah untuk dikepakkan, oleh karena itu mangsa yang didapatnya pun jumlahnya manjadi berkurang dan juga mulai memangsa apapun yang mudah untuk didapatnya

F. Dapat Bertransformasi

Keunikan yang berikutnya tentunya akan membuat anda takjub yaitu hewan berjenis ungags ini dapat bertranformasi supata dapat terhindar dari kematian. Bagaimana caranya? Yaitu dengan melaksanakan perjalanan ke wilayah pegunungan dan juga membuat sarang disana.

Transformasi ini akan menghabiskan waktu sekitar seratus lima puluh hari dan juga dengan melalui cara yang tidak mudah.

Proses menyakitkan ini seperti halnya dengan mematahkan paruhnya agar tidak dapat tumbuh lagi, mencabut bulu dan cakarnya sendiri. Mengerti bukan? Jika semua sudah seperti itu maka dalam hitungan bulan burung elang ini mampu terbang seperti semula. Hal ini turut untuk membuktikan peribahasa yaitu bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Baca juga: Jenis Burung Beo

Tips Merawat Burung Elang

Jenis Burung Elang

Dari beberapa keunikan inilah yang dapat membuat banyak orang menyukai burung jenis ini. Namun, meskipun mempunyai banyak kelebihan. Bukan berarti burung elang ini tidak membutuhkan sebuah perawatan khusus.

Perawatan khusus ini Anda tetap harus memperhatikan perawatannya secara maksimal mulai dari segi pakannya, tempat tinggalnya, atau nutrisi tambahan yang telah dibutuhkannya.

Berikut ini adalah tips atau cara terbaik dalam merawat jenis burung elang ini:

1. Tempat Tinggal

Jika burung pada umumnya diberi tempat tinggal di kandang atau sangkar, maka lain halnya dengan jenis burung ini. Karena akan lebih baik jika burung ini tidak dikurung di dalam sangkar, mengapa hal ini demikian?

Hal ini karena burung elang sudah terbiasa hidup bebas terbang kesana kemari tanpa ada batasan tempat, jika burung ini tetap berada di kandang maka dapat dikhawatirkan akan membuatnya menjadi jenuh atau bahkan saja stress.

Untuk dapat mengatasi hal tersebut, tempatkanlah burung ini di tempat yang bebes dan terbuka kemudian buatkanlah tangkrigan agar burung ini dapat bertengger disitu seperti ketika berada di alam bebasnya.

Mengantisipasi agar burung tersebut tidak lepas, maka Anda dapat mengikat salah satu kakinya dengan tali. Jika sudah begitu, maka burung akan merasa nyaman dan juga Anda akan merasa tenang serta lebih mudah di dalam proses penjinakannya.

2. Pakan

Burung elang adalah jenis binatang pemakan daging atau karnivora. Daging yang biasa dikonsumsi antara lain daging ayam, kelinci, kambing, ikan dan jenis daging lainnya. Berikanlah daging-daginan ini setiap dua hari sekali saja.

Agar ingin lebih irit biaya, Anda juga bisa mengakali jenis makanannya yaitu dengan cara mengkombinasikan dengan jeis makanan lain, misalnya ikan lel, burung pipit, tikus, burung gereja maupun jenis serangga misalnya jangkik, kecoa dan cacing.

Yang terpenting lagi untuk porisnya tetap harus disesuaikan atau disamakan ketika Anda memberikan makan daging.

Jenis-Jenis Burung Elang

Jenis Burung Elang

Burung elang ini tidak hanya ada di Negara Indonesia, bahkan di dunia burung ini akan banyak dijumpai. Perlu untuk kalian ketahu bahwa ada beberapa jenis elang dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran elang pada umumnya. Berikut ini adalah beberapa jenis elang terbesar yang ada di dunia.

1. Elang Hitam

Elang hitam atau Ictinaetus malayensis merupakan burung berukuran sedang atau sekitar 70 cm. Akan tetapi pada saat terbang burung ini terlihat besar dengan rentang sayap yang lebar.

Elang hitam ini adalah jenis elas dengan daya survival tinggi dan juga terbesar di wilayah ketinggian 300 hingga 2.000 mdpl.

Ciri khas dari elang hitam ini yaitu sayapnya yang menjari, lebar dan kokoh. Pada bulu tubuhnya hitam pekat kecuali pada ekornya yang agak kecokelatan dan juga tumbuh panjang.

Pada bagian dada terdapat corak garis seperti halnya elang brontok dan kaki berwarna kuning. Ciri lain dari elang hitam ini yaitu ukuran jari kelingking pendek dan juga tidak proporsional.

Burung ini aktif pada pagi hari sampai siang. Pola terbang yang telah dilakukannya yaitu soaring atau gliding dan juga sesekali mengeluarkan suara seperti elang ular bido.

Pada saat mencari mangsa, elang hitam akan terbang secara rendah di atas tajuk pohon untuk membdik hewan seperti kadal, tikus, tupai, kadal, ayam dan juga hewan kecil lainnya.

Elang hitam merupakan puncak rantai makanan dalam ekosistemnya. Meskipun untuk populasinya cenderung cukup banyak, namun untuk penyebarannya terbatas pada kawasan hutan.

Elang hitam adalah satwa yang dilindungi oleh undang-undang dan juga berstatus beresiko rendah (least concern) menghadapi kepunahan.

2. Elang Brontok

Elang brontok atau Spizaetus cirrhatus merupakan jenis burung berukuran sedang sekitar 60 cm dan secara morfologi ini mirip seperti elang jawa.

Keunikan dari elang ini yaitu dua fase yang dialaminya yakni fase gelam dan fase terang. Selain itu juga, elang brontok ini terbagi menjadi beberapa ras dan juga variasi bentuk, misalnya elan brontok berjambul atau tanpa jambul.

Bentuk sayap dari elang brontok agak membulat dan juga menekuk sedikit ke atas seperti pada elangjawa. Akan tetapi, perbedaanya terletak pada ukuran ekor yang terlihat lebih pendek, dua titik terang pada sayap dan juga garis vertikal pada bagian dada saat fase terang.

Fase terang pada elang brontok ini ditandai dengan bagian bawah tubuh bercorak vertikal mirip elang hitam muda dan juga elang jawa, dan juga pada bagian atas berwarna cokelat.

Lalu pada fase peralihan ditandai dengan warna bulu keabu-abuan pada bagian bawah dan juga pada bagian atas tetap berwarna cokelat.

Sedangkan untuk fase peralihan bulu elang brontok akan berubah menjadi hitam pekat seperti pada elang dewasa, namun tanpa warna kuning yang ada pada paruhnya.

Elang brontok ini sangat jarang mengeluarkan suara. Burung ini termasuk jenis burung pendiam saat terbang. Mangsa utamanya yaitu tikus, tupai, kadal, bajing dan juga hewan darat yang berukuran kecil lainnya.

Untuk populasi dari elang brontok ini dilindungi oleh undang-undang. Sedangkan menurut IUCN, statusnya berada dalam kondisi resiko rendah atau least concern. Sebarang dari elang brontok ini meliputi daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

3. Elang Jawa

Elang jawa atau Nisaeus bartelsi merupakan jenis burung berukuran sedang dan juga populasinya sangat langka. Elang endimik daerah Jawa ini identik dengan lambang Negara Republik Indonesia, yakni Burung Garuda. Elang jawa ini hidup di kawasan hutan primer dan juga sekunder pada ketinggian 300 mdpl.

Untuk bentuk sayapnya membulat dan juga menekuk sedikit ke atas pada saat melakukan soaring. Ukuran dari kepalanya tidak terlalu kecil dan juga cukup proporsional. Ekor elang jawa ini ukurannya lebih panjang dibandingkan dengan elang brontok.

Pada bagian kepala terdapat jambul khas dan sudah menjadi ciri utamanya. Tubuhnya yang didominasi warna cokelat merah dengan dada berwarna putih dan juga terdapat coretan melintang pada burung dewasa dan berwarna cokelat polos saat elang jawa masih muda.

Kebiasaan terbang dari elang jawa ini yaitu melakukan soaring dan glinding di atas pepohonan saat berburu. Burung ini cukup pendian dan juga jarang bersuara, serta nampak anggun saat terbang. Untuk mangsa utamanya yaitu tikus, kadal, kelinci, tupai, ayam hutan dan lain sebagainya.

Burung yang sudah menadi maskot satwa langka di Indonesia sejak tahun 1992 ini berstatus terancam punah atau endangered oleh IUCN. Selain itu, keberadaan dari elang jawa ini juga dilindungi oleh undang-undang.

4. Elang Ular Bido

Elang ular bido atau Spilornis cheela ini merupakan jenis burung berukuran sedang antara 50 cm hingga 60 cm. kebiasaan dari elang jenis ini yaitu mengeluarkan suara berisik.

Elang ular bido ini sangat adaptif sehingga dapat dijumpai di berbagai habitat, mulai dari hutan primer dan juga sekunder, perkebunan, hutan pantai, sabana sampai daerah dekat dengan pemukiman.

Sayap elang ular bido ini membusur membentuk huruf C, agak membulat dan mempunyai garis tebal berwarna putih pada bagian tepi sayap. Ekornya yang berukuran pendek dan sesekali mengipas.

Untuk area matanya tidak ditumbuhi bulu. Sedangkan pada bagian tubuhnya yang didominasi bulu cokelat tua sampai hitam, dan terdapat totol putih pada area dada dan perut.

Elang ular bido ini memiliki kebiasaan terbang soaring atau glinding. Selain itu, elang ini juga memiliki kebiasaan yaitu ketika bergilya diantara tajuk saat berburu.

Satwa ini sering mengeluarkan suara ribu yang berupa siulan. Mangsa utamanya yaitu berupa ulat, kelinci, tikus, kadal, bajing dan lain sebaginya.

Untuk area sebarang dari elang bido ini cukup luas serta hampir di seluruh wilayah Asia, mulai dari India, Nepal, Srilangka, Cina, Semenajung Malaya, Sunda Besar sampai Filipina.

5. Elang Ular Jari Pendek

Jenis elang selantunya yaitu Elang ular jari pendek atau Circaetus gallicus yaitu jenis burung besar dengan ukuran 65 cm. dengan tubuhnya yang kekar warna bulu pucat.

Burung ini sangat jarang terlihat dan juga disebut sebagai pengunjung musim dingin yang langka oleh McKinnon di dalam “Panduan Lapangan: Burung di Kalimantan, Sumatra, Jawa dan Bali”.

Burung elang jari pendek merupakan elas asli Indonesia yang paling sering terlihat di TN. Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Secara lebih luas lagi, burung ini juga telah tersebar di Iran, India Mongoloa, China, Sumatra, Jawa dan Bali.

Jenis ciri dari elang ini yaitu tubuh kekar dengan bulu pada bagian atas berwarna cokelat keabuan dan pada bagian bawah berwarna putih dengan coretan gelap, serta pada bagian tenggorokan dan dada berwarna cokelat. Untuk pada bagian perut terdapat garis-garis melintang samar dan empat garis sama pada ekornya.

Burung elang jari pendek merupakan jenis elang asli Indonesia yang paling sering terlihat di daerah TN. Baluran.

Pada saat remaja warna bulunya lebih pucat dibandingkan saat dewasa. Ketika dalam posisi terbang sayapnya akan mengembang lebar dan juga panjang dengan garis mencolok pada penutup sayap.

Mata elang ular jari pendek ini mempunyai iris kuning, paruh hitam keabuan dan juga kaki kuning kehijauan.

Satwa ini telah menghuni pinggiran hutan dan semak sekunder. Kebiasaan terbangnya melingkar dan juga meluncue dengan bentangan sayap yang lurus dan datar. Selain itu, burung ini juga memiliki kebiasaan terbang melayang seperti burung alap-alap.

Baca juga: Jenis Burung Kenari

6. Elang Gunung

Elang gunung atau Nisaetus alboniger merupakan jenis burung pemangsa berukuran besar. Penyebaran dari burung elang gunung ini meliputi semenanjung Malaysia dan Indonesia.

Untuk ukuran dari tubuh burung ini sekitar 50 cm sampai 58 cm dengan rentang sayap 100 cm hingga 115 cm dan juga berat tubuh 830 gram.

Secar morfologi elang ini memiliki ciri jambul panjang, ekor bergaris, dada terdapat coretan, perut bergaris melintang rapat dan juga warna nyaris hitam.

Pada saat remaja pada bagian atas cokelat dan berisik kuning tua, kepala berwarna pucat, pada bagian kuning tua bergaris cokelat dan juga ekor bergaris. Iri mata yang berwarna kuning, paruh abu-abu dan juga kaki kuning.

Elang gunung memiliki kebiasaan mengeluarkan siulan nyaring miring elang jawa. Untuk habitat dari burng ini berada di sekitar hutan primer, hutan tebangan perbukitan dan juga pegunungan dengan ketinggian 300 hingga 1.200 mdpl. Mangsa utama dari burung ini yaitu burung, ayam, kadal dan juga mamalia kecil.

7. Elang Sulawesi

Jenis elang berikutnya yaitu elang Sulawesi bernama ilmiah Nisaetus lanceolatus. Burung ini merupakan jenis pemangsa endemik daerah Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya misalnya Bangka, Muna, Butung, Lembeh, Kepulauan Banggai dan juga Kepulauan Sula.

Untuk habitat ini berada di daerah hutan hujan dengan mangsa utama misalnya kadal, tikus dan burung kecil lainnya. Ukuran tubuh dari elang Sulawesi sedang atau sekitar 64 cm.

Elang dewasa berwarna cokelat karat dengan garis jelas pada kepala dan juga dada, sayap berwarna cokelat gelap dengan warna putih bergaris hitam pada bagian bawah. Sedangkan pada elang muda kepalanya berwarna putih.

Populasi dari elang ini diperkirakan tersisa 5.000 hingga 10.000 individu dan sudah masuk dalam kategori satwa terancam punah oleh IUCN dan juga oleh CITES masuk katergori Appendix II. Selain itu juga, burung raptor ini juga termasuk satwa dilindungi oleh undang-undang.

8. Elang Wallace

Jenis elang wallance ini hidup di daerah hutan Kalimantan dan juga Sumatera. Sebaran dari elang ini juga dapat ditemukan sampai selatan Thailand dan Malaysia.

Elang dengan nama latin Nisaetus nanus ini memiliki ukuran tubuh sedang antara 43 hingga 58 cm dengan berat antara 500 hingga 610 gram.

Sebaran dari elang jenis ini hampir di seluruh wilayah Sumatera, Kalimantan, Bangka dan juga Nias. Selain itu juga telah menyebar hidup di daerah Sabah, Serawak, Brunei Darusallam, Semenanjung Malaya dan juga termasuk selatan Myanmar serta Thailand.

Elang Wallace ini sulit ditemukan di daerah dataran rendah karena biasanya tinggal di kawasan dengan ketinggian 1.000 mdpl, meliputi daerah hutan pinus, rawa dan juga perkebunan.

Mangsa atau makanan utama dari elang Wallace ini yaitu kelelawar, burung dan juga kadal. Kebiasaan pada saat beruru yaitu terbang berpasangan atau dalam kelompok kecil.

Gerakan yang sangat khas sering dilakukan yaitu seperti terkejut dan juga terkesan terburu-buru sebelum terbang ke pohon lain.

9. Elang Flores

Jenis elang flores atau Spizaetus floris adalah jenis raptor atau burung pemangsa endemik dari Indonesia. Sebelumnya elang jenis ini disamakan dengan jenis elang  brontok namun karena terdapat beberapa perbedaan morfologis signifikan maka keduanya dipisahkan.

Elang flores ini termasuk burung berukuran besar, antara 60 cm hingga 79 cm. kepalanya putih dan juga terkadang terdapat garis-garis cokelat pada bagian mahkotanya.

Untuk tubuh bagian atasnya berwarna cokelat kehitaman, dada dan juga perut putih berpalang cokelat kemerahan tipis. Ekornya berwarna cokelat dengan enam garis gelap dan juga berkaki putih.

Dimana untuk daerah seberannya meliputi flores, Sumbawa, Lombok dan lainnya. Habitat dari elang flores ini yaitu hutan submontana di lereng bukit atau kaki gunung, hutan pegunungan setinggi 1.600 mdpl.

Mangsa utama dari elang ini yaitu kadal, ular, mamalia kecil dan ayam peliharaan sampai sering diburu oleh para petani. Populasinya dapat diperkirakan kurang dari 100 pasangan berdasarkan estimasi sejauh 40 km.

10. Elang Laut Perut Putih

Elang laut perut putih atau elang laut dada puti yang bernama latin Halieestus leucogaster merupakan jenis burung besar dengan ukuran mencapai 85 cm.

Eleng jenis ii dijuliki raja lautan sebab tersebar di wilayah pesisir sampai hutan dataran rendah, diantaranya juga dapa hidup di ketinggian 3.000 mdpl.

Untuk ukuran pada tubuhnya sangat besar dengan sayap kokoh panjang dan juga lebar. Kepala dari elat laut perut pendek dan juga ekornya sangat pendek dan membentuk baji.

Bulunya yang didominasi warna putih dengan sayap yang membentuk pola hitam di bagian atas dan hitam-putih di bagian bwah. Setelah tumbuh dewasa warna putih akan menjadi cokelat pucat.

Pada saat berburu mangsa, elang ini melakukan sebuah kebiasaan terbang rendah diatar perairan lalu menyambar mangsa berupa ikan atau jenis burung lainnya. Sebaran dari burung elang jenis ini meliputi India, Asia Tenggara, misalnya Filipina, Indonesia, serta Australian.

Elang laut dada putih ini juga termasuk satwa dilindungi oleh undang-undang No. 6 Tahun 1990  tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, PP 7 dan 8 pada tahun 1999.

11. Elang Bondol

Jenis elang berikutnya yaitu elang bondol atau Haliastur indus adalah jenis burung maskot DKI Jakarta. Ukuran tubuhnya sedang dan juga kelestarian populasinya sangat memprihatinkan sekali.

Elang bondol ini memiliki kesamaan dengan elang botak Amerika, namun untuk posturnya lebih kecil. Kemampuan terbang dari hooberignya sangat hebat, sampai masuk di dalam kelompok kite.

Ciri fisik dari elang bondol ini yaitu berwarna putih dan cokelat terang. Pada burung dewasa di bagian leher, kepala dan dada berwarna putih. Sedangkan pada bagian sayap, perut, punggung dan juga ekor berwarna cokelat terang.

Pada saat remaja tubuhnya yang didominasi warna cokelat dengan coretan pada bagian dada. Saat sudah memasuki umur 2 tahun, warnanya akan berubah menjadi putih keabuan dan juga akan mencapai usia dewasa ketika berumur 3 tahun.

Meskipun biasa terlihat sendirian, satwa ini melakukan perburuan dalam kelompok mencapai 35 ekor. Burung ini mencari mangsa dengan terbang rending di atas permukaan air untuk mencari mangsa yang berupa udang, kepiting atau ikan.

Bahkan elang bondol ini juga memangsa burung lain, misalnya camar dara dan lain sebagainya. Selain itu, untuk ayam, serangga dan juga mamalia kecil manjadi pakan dari elang ini.

12. Elang Ikan Kepala Abu

Elang ikan kepala abu merupakan jenis elang besar dengan ukuran sekitar 70 cm. sebaran dari jenis elang ini di Indonesia meliputi kawasan Jawa Barat dan Jawa Timur meskipun belum ada laporan terbaru.

Jika sebaran secara lebih luar biasanya meliputi wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, India, Asia Tenggara, Sunda Besar dan juga Filipina.

Ichthyophaga ichthyaetus ini memiliki sayap membulat dan juga berbeda dengan elang laut perut putih yang sangat kokoh. Untuk warna bulunya abu-abu, cokelat dan juga putih.

Burung ini adalah jenis burung pemangsa ikan yang hidup di sekitar perairan, danau, sungai dan juga rawa. Elang ikan kepala abu ini memiliki kemampuan untuk menukik dan juga menerkam ikan dengan sangat baik.

13. Elang Perut Karat

Elang perut karat atau Hieraaetus kienerii adalah jenis burngyanjg berukuran agak keciln dimana hidup di daerah hutan pegunungan. Sebaran dari elang jenis ini meliputi wilayah tropis semenanjung asia selatan sampai asia tenggara, misalnya India selatan, Himalaya, Filipina, Sulawesi dan juga Sunda Besar.

Bulu dari elang ini berwarna kemerahan, hitam dan juga putih dengan jambul di bagian kepala. Elang dewasa memiliki mahkota, pipi dan dagu bawah berwarna kehitaman, ekor cokelat dengan garis hitam tebal dan juga ujung putih.

Pada dagu, tenggorokan dan dada putih yang bercoret hitam, dan juga bagian sisi tubuh, perut paha bawah serta ekor berwarna cokelat kemerahan dengan cokelat hitam. Pada saa terbang pangkal bulu primer nampak bercak bulat pucat.

Sedangkan pada saat remaja tubuh pada bagian atas berwarna cokelat kehitaman dengan bercak kehitaman pada maata , alis dan jutuh pada bagian bawah berwarna keputih-putihan, iris merah, patuh hitam, sera dan juga kaki kuning.

Biasanya elang perut karat ii menempati kawasan pinggiran hutan. Kebiasaan pada saat terbang mencari mangsa yaitu berputar-putar di wilayah teritorinya lalu meluncur rendah ke tajuk pohon atau permukaan tanah.

14. Elang Tikus

Elang tikus atau Elanus caeruleus merupakan jenis burung berukuran sedang antara 30 cm hingga 45 cm. burung ini mempunyai cara terbang yang unik sama dengan alap-alap, namun untuk sayapnya lebih membulat dan memiliki mata terang.

Sebaran dari elang jenis ini meliputi dataran rendah dan juga perbukitan sampai ketinggian 2000 mdpl. Elang tikur termasuk ke dalam kelompok “kite” yang suka terbang hovering.

Tubuhnya yang ditutupi oleh bulu primer hitam panjang dan juga terdapat bercak hitam pada bagu. Pada saat sudah dewasa warna bulu mahkota, pungu, sayap pelindung dan juga pangkal ekor yang berwarna abu-abu, dan juga pada bagian muka, leher dan bulu tubuh bawah berwarna putih.

Elang tikur ini memiliki kebiasaan bertengker pada pohon mati atau pada tiang telepon. Saat di udara dilakukan dengan terbang melayang-layang dan juga sering berburu di lahan terbuka. CITES memasukkanya ke dalam kelompok Appendix II. Maksud nya burung ini dapat diperdagangkan dengan aturan tertentu. Sedangkan pada pemerintah Indonesia melindungi elang jenis ini melalui PP No. 7 pada tahun 1999.

15. Elang Paria

Elang paria atau Milvus migrans ini merupakan jenis burung pemangsa yang jumlahnya masih cukup banyak. Untuk ukuran dari jenis elang ini sekitar 65 cm dengan bulu yang berwarna cokelat gelap dengan bentuk ekor menggarpi yang khas. Pada bagian kepalanya terkadang lebih pucat dibandingkan dengan bulu punggung.

Pada saat remaja di bagian kepala dan tubuh di bagian bawah bergaris-garis kuning tua. Pada bagian iris mata berwarna cokelat, paruh abu-abu, sera dan juga kaki abu-abu biru.

Di Negara Indonesia, elang paria ini dapat ditemui di daerah Sumatera bagian utara dan juga Kalimantan bagian utara, serta jarang juga ditemukan di daerah Sulawesi dan Sunda Kecil.

16. Rajawali Papua

Rajawali papua atau Harpyopsis novaegueneae ini berasal dari family Accipitridae. Elang papua merupakan satu-satunya elang yang ada di Negara indonesi dari kelompok harpiiane. Dimana jenis lain misalnya elang jambul dan juga harpy hidup di Amerika,

Elang papua ini bertubuh besar sekitar 75 cm hingga 90 cm dengan rentang lebar sayap mencapai 157 cm dan juga berat 1,6 kg sampai 2,4 kg. Biasanya pada betina memiliki tubuh lebih besar dibanding jantan.

Pada bagian atas rajawali papua ini berwarna cokelat abu-abu, dada atas berwarna cokelat pucat, memiliki sayap lebar, paruh kuat dan juga iris besar.

Untuk ekornya mirip elang laut perut putih, yakni berukuran pendek dan bulunya mirip dengan elang ekor panjang namun lebih kecil. Kaki rajawali papua ini terlihat panjang dan kuat.

Habitat dari elang papua yaitu hutan pada ketinggian 3.200 mdpl dan juga menjadi elang endemik Papua dan Papua Nugini. Elang ini memiliki kebiasaan untuk mendatangi bangkai dan memangsa kuskus, anjing, babi, kadal, burung, ular, tikus dan lainnya.

Baca juga: Jenis Burung Cendrawasih

17. Rajawali Totol

Elang totol atau Aquila clanga merupakan jenis rajawali yang hidup di daerah hutan dataran rendah. Sebarannya sangat luas dapat meliputi Eropa sampai Asia, dimana untuk berkembang biak dari Finlandia hingga Tiongkok.

Lalu pada saat musim dingin bermigrasi menuju Jepang, Korea, Taiwan, India, Pakistan, Kamboja, Bangladesh, Malaysia, Singapura dan juga Negara Indonesia khususnya daerah Sumatera.

Untuk ukuran tubuh dari rajawali totol sekitar 62 cm hingga 74 cm. Pada bulunya yang berwarna gelap pucat dengan bulu terbang yang ramping. Sayap di bagian bawah berwarna lebih gelap dibandingkan dengan bulu-bulu terbang. Anak elang totol ini memiliki garis melintang dengan binting-bintik putih pada sayap di bagian atas.

Daftar Harga Jual

Jenis Burung Elang

Berikut ini adalah beberapa paparan atau kisaran dari daftar harga elang :

Elang Jawa ialah Jenis elang ini umumnya dijual dipasaran dengan harga berkisar antara 500.000 rupiah hingga 750.000 rupiah.

Elang Bondol ialah Jenis elang bondol ini harga pasarannya mencapai angka diatas elang Jawa yakni 550.000 rupiah hingga 900.000 rupiah.

Elang Anakan ialah jenis elang yang masih belum dewasa ini untuk harganya dapat mencapai 250.000 rupiah sampai paling mahal 500.000 rupiah.

Elang Bido ialah elang yang cukup menjadi incaran ini untuk harganya sekitar 400.000 ribu rupiah hingga 700.000 rupiah.

Elang Putih ialah elang yang sudah tergolong jenis elang yang mahal untuk dijual dengan harga seekor burung yakni mencapai angka 1.000.000 rupiah.

Elang Hitam ialah burung ini sangat gagah dengan warna hitamnya maka untuk harganya pun cukup mahal yaitu 500.000 rupiah hingga 750.000 rupiah.

Elang laut ialah elang jenis ini harga nya cukup lumayan yakni kurang lebih 500.000 rupiah.

Penutup

Itulah sedikit penjelasan sekilat tentang dunia burung elang yang ternyata secara tersirat dapat mengajarkan kepada kita hal-hal baik yang seharusnya dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga dapat menjadi bermafaat dan merubah pikiran negatif kalian tentang burung elang ini. Sekian dan terimakasih.

Jenis Burung Elang

Tinggalkan komentar