20+Jenis Burung Hantu Terbaik di Dunia Beserta Pengertian dan Sejarah

Home » Makhluk Hidup » Burung » 20+Jenis Burung Hantu Terbaik di Dunia Beserta Pengertian dan Sejarah

RestuemakAda banyak sekali jenis dari burung hantu di dunia ini, namun tidak semuanya dapat Anda pelihara di Indonesia. Jika dari Anda ingin memelihara salah satu hewan mala mini, coba cek dan perhatikan artikel ini dulu ya!

Di artikel ini Anda dapat menemukan berbagai macam jenis dari burung hantu yang mungkin bisa Anda pelihara di Indonesia.

Awal mula terkenalnya jenis unggas yang satu ini setelah tenarnya salah satu film yaitu Harry Potter. Banyak dari penggemarnya yang menginginkan untuk menjadi salah satu siswa Hogwarts dan berusaha untuk memelihara burung hantu ini.

Ada beberapa hal penting yang perlu untuk Anda perhatikan agar di dalam peliharaannya dapat terawat dengan baik dan tentunya benar.

Mengenal Burung Hantu

Pengertian Burung Hantu

Burung hantu ini adalah salah satu hewan yang termasuk ke dalam golongan ordo stigformes. Burung ini di kelompokan ke dalam jenis unggas karnivora dan merupakan hewan nocturnal atau hewan yang hidup di malam hari.

Menurut orang barat, hewan peliharaan ini telah dipercayai sebagai simbol kebijaksanaan, namun di beberapa tempat di Indonesia burung ini dipercaya sebagai pembawa pertanda maut.

Ini sebabnya di Negara Indonesia burung ini dikenal dengan nama burung hantu. Ada banyak jenis burung hantu yang sudah tersebar di seluruh dunia. Di bawah ini akan admin jelaskan satu persatu.

Baca juga:

 

Sejarah Burung Hantu

Sejarah Burung Hantu

Pada tahun 2003 sebuah spesies atau jenis burung hantu untuk pertama kali ditemukan di wilayah Indonesia yaitu tepatnya di daerah Lombok oleh seorang ahli burung yang berasal dari Museum Sejarah Alam Swedia yakni George Sangster.

Spesies baru ini ditemukan karena keunikan suara yang dimilikinya. Burung hantu tersebut memiliki suara territorial yang dapat menyimbolkan daerah kekuasaan.

Hasil penemuan dari spesies baru ini juga sudah diterbitkan melalui jurnal sains Plus One setelah melakukan pembuktian selama kurun waktu 10 tahun hingga lamanya. Benarkah jika burung hantu dengan spesies baru ini baru ditemukan pada tahun 2003?

Juru bicara dari Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, keberadaan dari spesies burung hantu ini yang sudah diklaim oleh George Sangster tersebut sudah sejak abad ke 19 telah ditemukan.

Bahkan ia juga sudah mengklaim bahwa ilmuan yang pertama kali ini menemukan spesies ini merupakan seorang naturalis Inggris yaitu Alfred Everett pada Mei tahun 1896 di daerah Maluku dan Nusa Tenggara.

Mitos Seputar Burung Hantu

Mitos Burung Hantu

Melihat sejarah dari burung hantu maka tidak salah jika kita membahas tentang mitos dari burung ini, banyak dari orang yang mengaitkannya pada keberadaan dari burung hantu.

Khususnya di Negara Indonesia yang sudah dikenal sebagai Negara berjuta mitos, burung hantu juga diyakini sebagai lambang tertentu.

Berikut ini adalah mitos tentang burung hantu tersebut:

Baca juga: Jenis Burung Cendrawasih

1. Sebagai Lambang Kematian

Untuk penduduk Indonesia khususnya yang berada di Jawa, burung hantu ini biasa dianggap sebagai simbol kematian. Konon katanya, burung hantu ini telah diyakini sebagai pemanggil roh.

Apabila ada burung hantu di sekitar rumah tertentu maka untuk mitosnya pada beberapa hari ke depan akan ada orang yang meninggal di dalam rumah tersebut. Bagaimana pendapat Anda tentang hal ini?

2. Sebagai Lambang Kebijaksanaan

Beralih dari mitos yang menyeramkan tersebut, seekor burung hantu juga diyakini sebagai simbol kebijaksanaan.

Hal ini dapat dilihat dari kekuatan burung malam pada wilayah-wilayah tertentu. Bahkan di Negara Inggris, burung hantu ini telah diyakini sebagai burung pembawa keberuntungan.

Ciri Khas Burung Hantu

Ciri Khas Burung Hantu

Hewan karnivora ini sudah di kenal karena mempunyai mata yang besar dan menghadap ke depan, tidak seperti pada burung lainnya yang menghadap ke samping. Burung ini juga mempunyai paruh yang tajam seperti halnya parung elang.

Selain itu, leher pada burung hantu ini sangat lentur sampai wajahnya bisa berputar 180 derajat ke belakang. Dan susunan bulu di kepalanya yang membentuk lingkaran wajah terkadang bisa terlihat mengesankan.

Burung ini mempunyai ekor yang berukuran pendek, namun berbeda dengan sayapnya yang besar dan lebar. Bahkan saking besarnya, rentang sayapnya dapat mencapai tiga kali dari panjang tubuhnya.

a. Kebiasaan Burung Hantu

Karena burung ini termasuk hewan nocturnal, biasanya burung ini akan berburu pada malam hari. Memang ada juga beberapa spesies yang berburu ketika remang-remang di subuh dan juga sore hari, atau biasa disebut dengan krepuskular.

Karena mempunyai mata yang bisa menghadap ke depan, memungkinkan mampu untuk mengukur jarak dengan tepat.

Mempunyai paruh yang tajam dan kaki yang cekatan mampu untuk mengcengkram kuat dan mempunyai kemampuan terbang tanpa berisik menjadikan burung ini mampu untuk dapat berburu dalam kegelapan malam.

Bahkan terdapat beberapa jenis dari burung hantu yang dapat memperkirakan jarak dan posisi dari mangsanya dalam kondisi kegelapan total, hanya dibantu oleh indra pendengarannya saja.

Umumnya mereka akan memburu binatang kecil misalnya serangga, kodok, tikus dan lainnya.

Hewan buruannya tersebut kemudian akan dibawa ke sarang mereka yang ada di lubang-lubang pohon atau diantara pelapah dauh sejenis palem.

b. Dikenal Sebagai Pembasmi Tikus

Di dalam dunia pertanian, burung hantu ini dipakai sebagai pembasmi hama tikus. Bahkan, burung ini telah dianggap jauh lebih efektif jika dibandingkan pengendalian tikus yang memakai racun maupun gropyokan.

Pemakaian hewan karnivora ini selain lebih efektiv, juga tergolong lebih murah. Sampai akhirnya untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk mencanangkan program penangkaran burung hantu untuk dapat membantu petani mengusir tikus.

Untuk melindungi 25 hektar tanaman padi, para petani hanya membutuhkan sepasang burung hantu saja. Hebat bukan!

Baca juga: Jenis Burung Elang

Jenis Burung Hantu

Jenis Burung Hantu

Sebetulnya terdapat sekitar 222 spesies atau jenis yang sudah diketahui dan juga tersebar di seluruh penjuru dunia kecuali antartika. Sebab memang antartika mempunyai suhu yang terlalu dingin.

Namun tidak semua spesies atau jenis dari burung hantu ini banyak dipelihara di Indonesia. Jika Anda ingin mengerti lebih lanjut mana saja yang dapat dipelihara di Negara Indonesia, yuk cek langsung pada artikel di bawah ini:

1. Serak Bukit

Jenis yang pertama yaitu Serak Bukit, burung ini dikenal juga dengan nama Oriental Bay Owl atau wowo-wiwi, jenis burung hantu yang ini biasanya dibilang memiliki wajah khas yang sama dengan ular sendok.

Pada tubuh bagian atasnya berwarna coklat kemerah-merahan dengan bintik-bintik hitam dan juga putih. Sementara itu pada bagian bawahnya berwarna kuning kemerah jambuan dengan bintik-bintik hitam.

Burung ini juga termasuk kedalam salah satu jenis burung hantu malam yang sangat pemalu. Dimana burung ini akan menghabiskan waktu siangnya untuk duduk rebahan seperti halnya burung paruh kodok.

Umumnya, burung ini akan memakan jenis hewan mamalia kecil seperti burung, kadal, ular, katak dan juga serangga besar. Burung hantu ini akan berburu dari tempatnya dan umumnya akan menangkap mangsanya di udara.

Burung hantu yang mempunyai harga terjangkau ini memiliki sayap yang pendek dan juga membulat. Hal ini dapat memudahkan burung ini untuk terbang lebih cepat diantara dahan-dahan pohon.

2. Serak jawa

Jenis burung hantu ini lebih banyak dikenal dengan nama burung hantu Tyto Alba, Barn Owl atau burung hantu gudang.

Jenis tubuhnya yang mempunyai ukuran besar dan juga bulunya yang berwarna kuning tua kecokelatan dengan bercak halus pada tubuh bagian atasnya. Sedangkan pada bagian bawahnya berwarna putih dengan bintik hitam.

Untuk ketinggian pada tubuhnya sekitar 34 cm sehingga dapat dibilang ke dalam salah satu jenis burung hantu yang besar. Burung ini juga mempunyai wajah yang berbentuk seperti hati yang berwarna putih dengan tepi yang berwarna cokelat.

Biasanya, habitat alaminya yaitu pada wilayah pepohonan, tepi hutan, perkebunan, pekarangan, sampai taman-taman di kota besar.

Terkadang burung ini dapat ditemukan di daerah dengan tinggian sampai 1.600 m di atas permukaan laut.

Jenis burung hantuini biasa bertengger di tajuk pohon atau perdu. Lalu burung hantu ini akan mengeluarkan suara yang terkadang terdengar memilukan atau bersahutan dengan pasangannya. Tergolong romantic bukan!

Namun yang perlu di perhatikan lagi jika Anda ingin memelihara burung hantu ini yaitu cara pemeliharaannya yang tidak sembarangan.

Meskipun burung hantu ini termasuk jenis burung hantu yang mudah dipelihara, namun Anda harus tetap memperhatikan beberapa hal misalnya jenis makanan dan juga kebersihannya. Jika Anda lengah sedikit saja, kemungkinan jenis burung hantu yang satu ini akan mati.

3. Celepuk

Jenis burung hantu ini biasa dikenal juga dengan nama Indian Scops Owl. Meskipun ukuran pada tubuhnya hanya sekitar 23 sampai 25 cm saja, tetapi burung ini termasuk kedalam salah satu jenis burung hantu tipe scops yang terbesar.

Celepuk mempunyai kemampuan kamuflase yang mumpuni. Burung ini suka sekali bersembunyi di puncak pohon yang mempunyai warna seperti tubuhnya. Hal ini dapat menjadikannya sangat sulit ditemukan pada siang hari.

Namun, biasanya burung ini dapat dijumpai dengan cara memperhatikan burung-burung kecil yang mengerumuninya ketika berada di atas pohon. Jika terdapat suara lembut “whuk” di atas pohon itu, berarti terdapat celepuk yang bersembunyi disana.

Biasanya habitat burung ini yaitu di dalam hutan yang banyak pohonnya. Karena binatang ini merupakan pemakan serangga dan juga binatang nocturnal.

4. Celepuk gunung

Bagi Anda yang baru saja mencari jenis burung hantu yang mudah untuk dipelihara, celepuk gunung mungkin menjadi salah satu rekomendari pilihan untuk Anda.

Burung ini dapat dikenal juga dengan nama Javan Scops Owl, ia juga termasuk jenis burung hantu langka  yang hanya dapat ditemukan di Indonesia.

Pada tubuhnya yang berwarna merah bata cokelat dan mempunyai pinggir mata berwarna kuning serta paruh krem. Untuk ukurannya cukup kecil dan mungil.

Ciri khas lainnya adalah mempunyai baris yang terdiri dari bercak putih berbentuk segitiga putih pada bahunya tersebut.

Umumnya burung ini mudah dijumpai di hutan basah pegunungan dengan ketinggian 1.000 sampai 2.500 m diatas permukaan laut. Dan burung ini suka bereaksi terhadap tiruan suara yang menyerupai siulan metalik “plium-plium” dengan interval 12 detik.

Burung ini juga gemar sekali bersarang di ceruk pohon dan bekas sarang pelatuk yang tingginya sekitar 2 sampai 7 meter di permukaan tanah.

5. Celepuk Merah

Jika kalian mencari jenis burung hantu yang berukuran kecil, celepuk merah ini adalah satu-satunya. Burung hantu ini dikenal juga dengan nama Reddish Scorp Owl dan mempunyai nama latin Otus rufescens.

Secara umum, untuk habitat alaminya berada di dataran rendah, akan tetapi ada juga yang telah hidup di daerah dengan ketinggian mencapai 1.350 m diatas permukaan laut.

Pada umumnya burung ini ditemukan di daerah dengan banyak pepohonan, perbukitan dan juga hutan primer serta sekunder.

Burung ini mempunyai ukuran tubuh sekitar 15 hingga 18 cm saja. Kecil bukan?

Untuk warna tubuhnya kemerahan dengan bagian atasnya berwarna cokelat kemerahan dengan coret hitam dan juga putih. Sementara ini pada bagian bawahnya berwarna kuning kemerahan dengan coret hitam.

Umumnya burung ini akan bersarang untuk berkembang biak di bulan maret sampai juli. Burung ini akan membuat sarangnya di lubang pohon, atau bahkan sering memakai bekas sarang burung pelatuk.

6. Celepuk rajah

Hewan yang telah banyak dikenal sebagai Rajah Scops Owl ini termasuk ke dalam jenis burung endemik Indonesia. Jenis burung hantu ini termasuk ke dalam golongan burung hantu yang tidak terlalu popular di Negara Indonesia ini.

Burung yang satu ini mempunyai bulu yang menjulang pada kedua sisi kepala yang terlihat seperti daun telinga. Untuk ukuran tubuhnya termasuk kecil dengan panjang sekitar 23 cm saja. Ia juga mempunyai sayap yang pendek dan juga bulat.

Warna yang di dominasi dengan warna cokelat dengan sentuhan warna putih di bagian beberapa tubuh misalnya pada leher dan tubuh di bagian bawah. Sedangkan pada bagian iris mata, paruh dan juga kakinya berwarna kekuningan.

Secara umum, untuk habitat alaminya yaitu di daerah hutan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.200 sampai 2.400 m di atas permukaan laut. Dan umumnya untuk daerah penyebarannya yaitu di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Untuk makanan utamanya yaitu serangga seperti ngengat. Namun tidak jarang juga ia memakan katak kecil.

7. Celepuk reban

Jenis burung hantu kecil yang mempunyai nama latin Otus lempiji ini mempunyai banyak nama panggilan. Diantaranya yaitu buek di dalam bahasa sunda, sedangkan di dalam bahasa jawa manuk kuwek, di dalam bahasa inggris Scops Owl atau Collared Scops Owl.

Jenis burung hantu ini mempunyai ukuran tubuh kecil dengan panjang totalnya 20 sampai 21 cm. Sementara itu untuk panjang sayapnya sekitar 15 cm dan berat sekitar 100 gram.

Untuk warna tubuh celepuk reban ini di dominasi oleh warna kebau-abuan atau kecokelatan dan juga berbintik-bintik hitam dan kuning tua. Sedangkan pada bawahnya berwarna kuning tua dan bercoretan hitam.

Celepun reban ini terkadang dapat ditemukan di jalan-jalan berpohon di kota besar. Atau sering kali ia akan terlihat bertengger pada dahan rendah dan juga mengeluarkan suara yang memilukan.

Suara yang dikeluarkan dari kedua jenis celepuk reban berina dan jantan sangatlah berbeda. Untuk yang betina mempunyai nada “ whilo” atau “pwok” yang lebih tinggi dan juga bergetar, kemudian lama-lama nadanya akan berubah menurun. Sedangkan untuk yang jantan mempunyai nama suara lembut “wuup” yang sedikit meninggi dengan interval satu detik.

Jenis burung hantu celepuk reban ini dapat memangsa aneka serangga malam misalnya ngengat dan belalang. Namun, terkadang juga burung ini terlihat berburu kodok dan jenis burung kecil lainnya.

8. Beluk Ketupa

Jika kalian mencari salah satu jenis burung hantu termahal, cobalah dari kalian memelihara beluk ketupa. Burung ini juga dikenal dengan bloketupu, ketupa ketupu dan mempunyai nama latin Bubo ketupu. Di dalam bahasa inggris biasanya dikenal dengan nama Buffy Fish Owl atau Malay Fish Owl.

Untuk tubuhnya termasuk berukuran medium dengan bulu yang unik pada bagian kepala yang menyerupai daun telinga atau dapat disebut berkas telinga.

Panjang tubuh dari beluk ketupa dewasa dapat mencapai 40 hingga 48 cm dengan rentang sayap sekitar 295 sampai 390 cm. Untuk panjang ekornya yang mencapai 160 hingga 181 cm dan juag beratnya dapat mencapai satu hingga dua kg.

Secara umum, untuk habitat alaminya yaitu di area yang dekat dengan sumber air. Ia juga sering terlihat di sekitar pemukiman manusia, dan di hutan bakau dengan ketinggian dapat mencapai 1.600 m di atas permukaan laut.

Makanannya berada di dalam alam liar misalnya ikan, reptile, katak, mamalia kecil dan juga seragga. Terkadang juga ia memangsa kelelawar dan bangkai.

Musim berkembang biar burung hantu jenis ini sekitar awal tahun. Di dalam musim berkembang biak ini, ia akan bertelur sebanyak satu sampai dua butir. Telur ini akan dierami selama 28 sampai 29 hari.

9. Beluk Watu Jawa

Jenis burung hantu berikutnya yaitu beluk watu jawa yang mempunyai nama latin Glaucidum Castanopterum. Burung hantu ini termasuk ke dalam jenis burung hantu endemik Negara Indonesia. Dalam bahasa inggris dapat dikenal dengan nama Javan Owlet.

Untuk warna bulunya yang di dominasi oleh warna merah bata dan juga bergaris-garis. Matanya berwarna cokelat kekuningan, untuk paruhany berwarna hijau dengan kuning dan juga kakinya berwarna hijau.

Burung ini juga termasuk kedalam jenis atau spesies yang berukuran kecil sebab yang dewasa biasanya berukuran 24 cm.

Secara umum, untuk habitat alaminya terletak di perbukitan, dataran rendah, hutan primer dan juga sekunder. Seperti halnya dengan jenis burung hantu yang lain. Beluk waktu jawa ini aktif di malam hari, namun terkadang mereka aktif juga di siang hari.

Suara yang mereka keluarkan di siang dan juga di malam hari cukup berbeda. Pada siang hari, mereka biasanya mengeluarkan nada ganda “kuw-kuw” yang semakin cepat dan juga tinggi nadanya, kemudian diakhiri dengan cicitan.

Sementara itu pada malam hari mereka mengeluarkan nada “ku” panjang yang semakin cepat dan berakhir dengan tiba-tiba.

10. Punggok Cokelat

Berikutnya yaitu jenis burung hantu yang termasuk ke dalam family strigdae. Di dalam bahasa inggris mereka dikenal dengan nama Brown Hawk atau Brown Bobook.

Punggok coklat ini mempunyai suara yang merdu dengan siulan tinggi yang berbunyi “pung-ok” dan juga nada kedua pendek meninggi. Umumnya, mereka akan bersuara untuk waktu yang lama terutama pada saat subuh dan juga petang.

Punggok colelat ini mempunyai ukuran 32 cm sampai menjadikannya masuk kedalam kelompok burung hantu berukuran medium.

Untuk warna dari burung ini di dominasi oleh warna cokela tua dan juga kuning tua dengan coret cokelat kemerahan. Sedangkan untuk penampakan fisiknya hampir sama dengan elang berwarna gelap dan bermata cokelat.

Biasanya untuk habitat aslinya terletak pada dataran rendah dengan ketinggian sekitar 1.500 m diatas permukaan laut. Mereka akan menjadi aktif di pinggir hutan atau di lahan pertanian sebelum langit petang.

Pada saat langit gelap, punggok cokelat ini akan terbang lebih rending untuk berburu capung atau sejenis serangga lainnya yang ada di udara.

Namun tidak menutup kemungkinan burung hantu punggok cokelat ini juga akan memakan kepiting, kadal, katak, burung kecil, kelelawar dan lainnya.

11. Seloputo

Burung hantu jenis ini dikenal dengan nama Spotted Wood Owl yang mempunya nama latin Strix seloputo. Karena tingginya yang dapat mencapai 47 cm, sehingga mereka di golongkan ke dalam jenis atau spesies burung hantu berbadan besar.

Untuk warna tubuh burung ini di dominasi oleh warna cokelat merah bata, bercorak tebal dengan bintik putih dan juga pinggiran hitam. Sedangkan pada bagian bawahnya berwarna putih tersapu merah bata dan juga bergaris-garis cokelar tua.

Seloputo ini termasuk kedalam jenis burung yang tidak umum di hutan bakau dan juga dataran rendah. Mereka jauh lebih sering terlihat di daerah pepohonan dekat kampung, atau bahkan terkadang terlihat hidup di kota-kota.

Untuk suara bergaung ini meninggi “belup” atau “hup-hung” terkadang mereka akan mengeluarkan suara “huwkukukuku” di ikuti juga dengan sejumlah bunyi “huwk” dan suara geraman dalam.

12. Kukuk Beluk

Jenis burung hantu ini termasuk ke dalam burung hantu yang berbadan besar sebab tinggi tubuhnya dapat mencapai 45 hingga 57 cm. Di dunia barat, kukuk beluk ini dikenal dengan nama Brown Wood Owl atau darai nama latinnya Strix leptogrammica.

Warna dari tubuh burung ini di dominasi oleh warna kuning tua, bergaris-garis cokelat tua, tersapu cokelat di bagian dada. Semantara itu tubuh di bagian atasnya yaitu berwarna cokelat tua, bergaris-garis rapat putih dan kuning tua.

Suaranya yang khas seperti “buuuu” terkadang juga mengeluarkan suara empat suku kata yaitu “goke, galu, huhu-huhuu” yang pendek-pendek.

13. Beluk Telinga Pendek

Jenis burung hantu selanjutnya dikenal dengan nama Short-eared Owl dan mempunyai nama latin. Asia falammeus. Burung ini mempunyai ukuran medium sekitar 37 cm dan ciri khas warna cokelat kekuningan.

Warna tubuh ini juga di dominasi oleh warna cokelat agak kekuningan dengan coretan hitam dan juga kuning tua, sementara itu di bagian bawahnya berwarna kuning tua dengan garis cokelat gelap.

Sedangkan pada piringan wajahnya mencolok dengan jumbai telinga pendek. Sementara pada matanya berwarna kuning menyala yang dikelilingi lingkaran hitam.

Spesies dari burung ini tidak seperti jenis burung hantu lainnya, beluk telinga pendek lebih menyukai daerah terbuka yang berumput. Mereka juga lebih sering terlihat aktif di dataran ketika siang hari.

Untuk jenis makanannya, beluk telingan pendek seringkali berburu mamalia kecil misalnya tikus atau hamster. Namun tidak jarang juga mereka memakan ulat, burung kecil dan juga kadal.

Jenis Burung Beo

14. Salju

Jenis burung hantu putih inilah yang telah mulai terkenal sebab kemunculan film Harry Potter. Namun, sayangnya memelihara jenis burung salju ini termasuk susah untuk pemula.

Burung hantu salju ini mudah sekali dikenal dan mudah dibedakan antara yang jantan dan betina dari warna bulunya.

Pada jantan seluruh warnanya berwarna putih, sementara itu untuk yang betina mempunyai corak gurat cokelat tua di bagian tubuhnya.

Secara ukuran, burung ini termasuk kedalam burung hantu berukuran besar sebab tingginya sekitar 53 hingga 65 cm. Mereka juga mempunyai lebar sayap sekitar 125 hingga 150 cm.

Makanan burung ini umumnya hewan pengerat, mamalia kecil, anak burung dan juga reptile yang berukuran kecil. Tetapi kalian juga dapat memberinya makanan berupa cacahan daging emprit atau puyuh segar.

Namun sayangnya, burung hantu yang dikenal dengan nama Snowy Owl ini kurang cocok untuk dipelihara di Negara tropis seperti Negara Indonesia.

Jika dari kalian ingin benar-benar memeliharanya, pastikan kalian harus memeliharanya sejak bayi dan di letakkan di kandang yang benar-benar teduh.

15. Hingkik

Jenis burung hantu yang terakhir yaitu yang sering dipelihara yaitu Hingkik, atau yang mempunyai nama lain beluk jampuk. Di dunia internasional mereka biasa dikenal dengan nama Barred Eagle Owl atau Malay Eagle Owl.

Biasanya habitat dari burung hantu ini yaitu di hutan tropis dan subtropis dataran rendah dengan ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Sementara ini untuk makanan utamanya yaitu serangga besar, mamalia kecil, reptile, ikan-ikan kecil dan juga burung-burung kecil.

Hingkik mempunyai tubuh yang besar dengan panjang sekitar 45 cm dengan warna yang di dominasi abu-abu tua dengan bercak pada telinga horizontal mencolok.

Tubuh pada bagian atasnya berwana cokelat kehitaman, sementara itu di bagian bawahnya berwarna abu-abu keputihan bergaris hitam tebal.

Hingkik ini termasuk jenis burung hantu yang setia dan hanya mempunyai satu pasangan seumur hidupnya.

Ketika musim berkembang biak akan tiba, ia akan kembali ke sarang yang sama dari tahun ke tahun. Di dalam musik berkembang biak pula, ia hanya akan menghasilkan satu butir telur sebelum dierami.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan informasi seputar burung hantu tersebut sekiranya dapat bermanfaat untuk Anda.

Tidak ada salahnya apabila dari Anda ingin memelihara burung nocturnal tersebut baik dari jenjang anakan maupun dewasa. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Jenis Burung Hantu

Tinggalkan komentar