Kisah ini teruntuk Mereka yang sangat dekat dengan ayahnya atau orang yang telah berjuang mati-matian untuk kehidupan kita semua. Tulisan atau curhatan ini dibuat untukmu agar hatimu tetap tegar dalam menjalani hidup tanpa bisa lagi bergandengan dengan ayahnya.

Jika (mungkin) dari Kalian tidak dekat lagi dengan ayah, tulisan atau curhatan ini di buat untuk mu yang ingin menyelami bagaimana rasanya rindu nasihat, ketawa, serta dekap dengan seorang ayah.

Perkenalkan nama saya Luqman asal Bojonegoro, saya sudah lama sekali di tinggal oleh orang yang telah melindungi Keluarga, menafkahi Keluarga. Sekitar tahun 2006 Saya sudah di tinggal oleh Beliau.

Waktu itu umur Saya masih kecil karena masih TK, Beliau pernah berpesan kepada Saya. Pesannya yaitu “Sampean iku Anak Lanang ndek Keluarga, dadi Bocah seng berguna ben iso Banggak no wong tuo“. Itulah pesan Beliau kepada Saya pada waktu itu Saya dan Beliau santai-santai di depan masjid (setelah sholat subuh).

Pesen dari Beliau yang dimana masih saya ingat sampai sekarang. Walaupun pesannya singkat tapi menurut Saya sangat menyentuh banget. Oke lanjut ke pokok masalahnya ya teman-teman agar Saya dapat berbagai cerita bagaimana perasaan ketika di tingal oleh orang tersayang.

Bagian Terberat dari Kehidupan adalah Sebuah Kehilangan

Kehilangan sosok ayah yang sangat menyedihkan
sumber : pixabay.com

Ketika kita kehilangan benda mungkin bukan menjadi sebuah masalah besar. Namun, bagaimana dengan kita ketika kehilangan sosok? Sosok yang tidak mungkin bisa tergantikan.

Memang, dari kita tidak semua orang dapat merasakan kehangatan yang terjalin dengan kehadiran sosok ayah. Namun, tidak ada salahnya dari kita untuk dapat memahami mereka yang telah kehilangan seorang figur seperti ayah.

Mungkin dari kalian ayah bukan sosok yang banyak berbicara. Beliau merupakan sosok yang dapat mengutarakan perasaannya lewat sebuah perbuatan. Seorang pribadi yang dapat menghidupi keluarganya dengan Kepiawauannya dalam bersikap serta mengambil sebuah keputusan.

Bagi sebgaian orang, ayah menjadi pilar penting yaitu sebagai sosok pelindung pertama. Figur yang telah menjadi pahlawan sekaligus role model di dalam keluarga. Akan tetapi bagi mereka yang mempunyai masalah dengan beliau, kehadirannya justru membuat tidak nyaman suasana ketika di rumah. Walaupun demikian, kehilangan tetaplah sebuah kehilangan.

Kepergian sosok ayah di dalam keluarga telah memberikan runag kekosongan yang mendalam serta pengalaman hidup yang sangat menyakitkan bahkan menyedihkan.

Terlebih lagi bagi seorang anak laki-laki maupun anak perempuan yang telah kehilangan sosok ayah akan mengalami gejolak emosi yang labil serta pengalaman yang traumatis yang tidak dapat dihindari apalagi waktu itu saya masih kecil banget.

Bagi kita sebagai anak- anaknya kehilangan seorang ayah bisa kehilangan sebuah motivasi hidup, terjerumus ke hal yang negatif, frustasi dan depresi, tapi itu tidak terjadi kepada saya ya teman-teman karena lingkungan Saya alhamdulillahnya orangnya sangat baik-baik hehehehhehe.😁😁😁

Baca Juga : Pengalaman Banting Setir

Dari Ibu yang (pada akhirnya) Menjadi Seorang Janda

kehilangan sosok ayah yang sangat menyedihkan
pixabay.com

Hidup tanpa adanya seorang suami dan ayah dari anak-anak bukanlah sebuah keinginan dan pilihan bagi saya ya teman-teman. Pahit manis kehidupan mau enggak mau harus kami jalankan. Terkadang anak-anaklah yang menjadi amunisi uncoditional love untuk dapat terus melangkah maju menemani ibu yang sendirian.

Orang-orang di sekitar yang tidak pernah mengalami sebuah kehilangan pasangan menaruh kekaguman yang luar biasa pada wanita yang telah menjadi seorang Single Fighter. Bayangkan saja, ibu harus mempunyai figur seperti ayah sekaligus ibu dalam satu tubuh Beliau.

Bagi seorang ibu yang separuh jiwanya telah tiada, yang sedang berjuang untuk bernegosiasi dengan perihnya kehilangan, dan yang telah bersedia melampaui separuh perjalan kehidupannya tapi kehadiran seorang pasangan hidupnya.

Resapi bahwa waktu-waktu tersulit akan dapat tergantikan dengan adanya kebahagiaan yang akan datang dari buah hati serta orang-orang terbaik yang ada di sekitar kita. Karena sebenarnya pemberian cinta terbesar sesungguhnya datang dari diri kita sendiri.

Saya berdoa dengan setulus hari saya bagi ibu-ibu kita yang telah ditinggal oleh pendampingannya semoga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran serta diberikan kesehatan lancar dalam segala urusan Beliau, apalagi yang ber urusan dengan kegiatan terbaik untuk keluarga kita semua.

Ayah di Mata Anak Laki-laki dan Anak Perempuan

Sumber : pixabay.com
Sumber : pixabay.com

Bagi anak laki-laki, ayah merupakan seorang role model. Figur yang menjadi pahlawan di keluarga serta cerminan sosok laki-laki yang sangat kuat banget lah kalau menurut Saya.

Beliau lah yang telah memberikan pendidikan pertama baik itu pendidikan tentang agama serta bagaimana menjadi seorang laki-laki sejati yang berperan di dalam kehidupan Kita nantinya.

Saya sendiri pernah membaca sebuah penelitian yang menyatakan bahwa ketidakberadaan ayah di keluarga sejak anak masih kecil akan berpengaruh pada kemampuan sosial serta emosional. Ada sih kecenderungan untuk berperilaku agresif dan mudah marah.

Meskipun demikian, agresivitas dapat berkurang seiring dengan kehadiran serta dukungan sosial yang di berikan oleh keluarga dan juga lingkungan positif yang mengelilingi sang anak tersebut.

Bagi Anak Perempuan, ayah bagaikan Cinta pertama yang dapat memberikan gambaran kekuatan untuk dapat menghadapi sebuah problem atau masalah.

Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa rata-rata perempuan mencari pasangan yang seperti sosok ayahnya tersebutHal tersebut karena anak perempuan yang mempunyai pengalaman positif dengan ayahnya cenderung mengingkan kejadian tersebut terulang ketika ia berkeluarga.

Kehilangan sosok ayah dapat menjadi pukulan terberat. Tidak ada lagi teman diskusi bahkanteman curhat , tidak ada lagi pelindung dan pembela, tidak ada lagi yang dapat memberikan gambaran figur laki-laki yang ada di keluarga, tidak ada yang ditanyai lagi misalnya “laki-laki yang baik itu seperti apa”, dan rasa kehilangan lain yang menjelma dalam sebuah kesepian.

Wajar sekali kita ketika di tinggal oleh orang yang kita sayang akan bersedih, bahkan kita mengingatnya akan mengeluarkan air mata kita, pokoknya sedih banget lah.

Baca Juga : Pengalaman Banting Setir

Kehilangan Itu (dapat) Menguatkan

Kehilangan sosok ayah yang sangat saya cintai
pixabay.com

Kehilangan seorang figur ayah akan membuah seseorang menjadi kuat berpijak di atas kaki sendiri, hehehe omongan yang telalu tinggi ya mungkin teman-teman, hehehehe.

Dari yang tadinya mempunyai sandaran dan tempat berlindung, kini harus bersandar pada diri sendiri. Memang berat tetapi seiring berjalannya waktu hati akan menjadi lebih kuat atau tahan banting.

Tidak hanya diri kita sendiri, ibu dan keluarga juga bkana menjadi lebih kuat jika ada usaha untuk dapat menularkan kekuatan tersebut. Seseorang akan lebih terlatih untuk berfikit lebih jauh tentang kebutuhan rumah, kebutuhan diri sendiri, kebutuhan ibu, dan juga kebutuhan dari keluarga.

Ayah sendiri telah memegang peran yang sangat  signifikan di dalam kehidupan rumah tangga. Sosok yang dalam diamnya telah menyimpan beragam inspirasi untuk anak-anak serta pasangannya tersebut. Rasanya ada yang kurang jika seorang figur itu tidak ada lagi.

Namun, kita harus yakin dalam diri kita bahwa kesedihan hanyalah sementara jika seseorang dapat berdamai dengan sebuah kehilangan.”Sosok laki-laki yang bisa disebut sebagai pemimpin dalam keluarga itu memang telah pergi, tetapi semangatnya akan terus ada pada diri sendiri yang tegar untuk dapat mencintai kehidupan yang berjalan tanpa seorang figur yang luar biasa”.

Memang, bagian tersulit yang saya alami adalah kehilangan figur yang luar biasa seperti ayah dengan cara menerima.”Mencoba menerima apa adanya serta yakin bahwa kehilangan ayah akan dapat menambah kedewasaan bukanlah hal yang mudah serta isntan untuk kita semuanya”.

Karena semuanya membutuhkan proses. Meskipun demikian, waktu akan dapat berperan untuk menguatkan. dan mencoba menerimanya dengan lapang dada karena itu semua sudah takdir dari Allah yang maha kuasa.

Demikianlah sedikit curahan hati tentang bagaimana ditinggal sosok figur yang luar biasa, benteng dalam kehidupan berumah tangga, serta sosok yang mampu memberikan motivasi dan saran yang mantab. Sekian dari saya terimakasih.

Baca Juga : Pengalaman Banting Setir

 

Perasaan Kehilangan Sosok Ayah untuk Selamanya ! Curahan Hati 😥😥

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *