Pakaian Adat Suku Betawi – Jika kita sudah mendengan Suku Betawi, pasti kalian ingat tidak sama film Warkop DKI yang di bintangi oleh Dono, Kasino, dan juga Indro.

Hampir sama dengan pakaian adat Sunda ya, tapi tentu nya beda. Inilah keunikan dan juga kekayaan Negara Indonesia yang wajib kita banggakan. Layaknya orang Betawi yang juga bangga akan budayanya itu.

Selain dengan bahasa orang Betawi asli yang unik, kesenian Ondel-ondel seakan melekat banget di tengan rakyat Indonesia. Yang bermukim di Ibu kota Indonesia, makanan Khas Betawi yaitu Kerak Telor yang banyak diincar oleh seseorang.

Pakaian Adat Betawi

Pakaian Adat Betawi
Pakaian Adat Betawi

Salah satu aspek terpenting di dalam suatu budaya yaitu baju adat. Di dalam baju adat betawi ini, dibagi menjadi 3 macam. Baju adat Betawi tersebut pada umumnya berupa baju yang biasa digunakan dalam kesehariannya, pakaian resmi dan juga pakaian pengantin.

Baju adat Betawi yang telah digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Baju adat Betawi pria yang pada umumnya digunakan yaitu baju kokoh.

Nama pakaian adat Betawi ini biasa disebut dengan Sadariah. Baju tersebut telah dilengkapi dengan celana komprang hitam dan juga sarung yang digulung dan diikatkan di pinggang dengan tali pinggang yang berwarna hijau. Umumnya,seorang laki-laki Betawi juga menggunakan kopiah yang berwarna merah.

Sejarah Pakaian Adat Betawi

Sejarah Pakaian Adat Betawi
Sejarah Pakaian Adat Betawi

Pada sebuah kesempatan kali ini kami akan sedikit menjelaskan tentang pakaian adat Betawi. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang pakaian adat Betawi, terlebih dahulu mari kita lihat sedikit penjelasan tentang sejarang Pakaian adat Betawi.

Kebudayaan adalah suatu hal yang sangat penting wajib untuk kita jaga dan juga dilestarikan agar tidak hilang dan dilupakan begitu saja.

Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan zaman dan perkembangan teknologi kebudayaan tradisional akan semakin tergeser eksistensinya. Mengapa demikian? Karena di dalam kehidupan zaman sekarang ini seseorang lebih mementingkan dunia yang di dalamnya terdapat berbagai macam kehidupan modern.

Misalnya saja dari tata cara berpakaian, pada zaman sekarang ini sudah jarang kita temukan masyarakat yang masih menggunakan pakaian adat Betawi dan juga pakaian adat lainnya. Akan tetapi pada saat acara pagelaran pesta pernikahan yang umumnya menggunakan upacara adat dan pakaian tradisional masih sering kita jumpai.

Tidak semua dari masyarakat memilih mengadakan acara pernikahan dengan menggunakan tema yang modern dan juga kekinian melainkan mereka akan lebih suka menggunakan pakaian Betawi. Mulai dari pakaian pengantin, pakaian adat istiadat bahkan juga sampai sebuah hidangan makanan bagi para tamu undangannya.

Apabila dapat dilihat secara keseluruhan hampir di seluruh daerah di Negara Indonesia ini, pastinya mempunyai sebuah kebudayaan tersendiri yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Bukan hanya sebuah kebudayaan dan juga pakaian adat saja, melainkan juga sebuah adat istadat dan tradisi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Walaupun kebudayaan dan juga tradisi yang telah ditinggalkan oleh nenek moyang lama kelamaan akan mulai untuk dilupakan, akan tetapi masih ada dari masyarakat yang berjuang dan mempertahankan budaya tersebut.

Salah satu budaya Betawi yang sampai saat ini masih lestari yaitu pakaian adat tradisonal, makanan, dan juga adat istiadatnya.

Dengan kondisi yang hiruk pikuknya keramaian ibu kota, kebudayaan suku Betawi ini masih terus untuk dilestarikan sampai saat ini, hal ini telah dibuktikan dengan kita sering melihat pakaian adat betawi di beberapa acara tv maupun acara pernikahan di Jakarta.

Adapun beberapa macam cara untuk dapat melestarikan budaya peninggalan warisan nenek moyang yang berupa sebuah pakaian adat Betawi mulai dari pencak silat dan juga ondel-ondel.

Hingga sebuah budaya untuk melestarikan pakaian adat Suku Betawi yang salah satunya adalah digunakan oleh kaum muda mudi pada saat menjadi peran pemilihan pakaian adat Betawi tersebut.

Untuk anda yang belum mengerti jenis jenis pakaian adat Betawi, dibawah ini adalah ulasan tentang beberapa jenis baju adat dan juga aksesoris Suku Betawi.

Untuk baju adat Betawi sendiri dibedakan menjadi dua macam, yaitu pakaian adat Betawi untuk pria dan juga untuk wanita.

Baca Juga : Rumah Adat Betawi

Pakaian adat Betawi untuk pria

Pakaian adat Betawi untuk pria

Sebenarnya jika dilihat sekilas, baju adat Betawi untuk pria ini sama dengan baju adat orang jawa, khususnya daerah Jawa Barat, Suku Sunda. Penggunaan celana kombor menjadi salah satu yang memuat kesamaannya.

Berikut ini adalah nama-nama dari baju adat Betawi untuk pria :

1. Baju Koko

Lho kok bisa baju Koko sih, itu kan baju muslim untuk laki-laki. Ya, memang baju khas orang Betawi yaitu baju Koko. Kental dengan adanya pengaruh Tionghua ya, soalnya baju koko merupakan panggilan akrab untuk seseorang pria Tionghua, Indonesia.

Ya memang ada benarnya. Suku Betawi dan juga kebudayaannya sudah tercampur dengan pangaruh orang Tionghua. Namun sebenarnya tidak begitu kental juga. Hanya sebatas untuk mengikuti perkembangan zaman. Baju koko ini mempunyai identitas pada saat digunakan oleh orang Betawi.

Eh, jangan sampai disamakan dengan baju koko yang beredar di pasaran dengan begitu banyak motif ya, soalnya baju khas pria Betawi ini memakai baju Koko dengan warna polos. Kebanyakan warnak putih atau warna abu-abu polos.

2. Celana batik

Nah, ini yang hampir membuat jenis pakaian adat Betawi ini hampir sama dengan Pakaian adat Jawa Barat. Padahal berbeda ya teman-teman, dari motifnya. Jika celana kombor Sunda itu polos dengan mayoritas warna hitam.

Kalau celana kombor yang digunakan oleh orang Betawi yaitu celana kombir yang bermotif batik. Jadi, hampir sama dengan kulot wanita modern.

Untuk motif batik yang ada pasa celana kombornya tersebut bukan batik yang ramai pola motifnya dengan warna yang begitu ramai. Melainkan hanya celana batik sederhana, soalnya yang mengguanakan pria.

Warna dari kain celana batik ini pun tidak yang warna merah, unggu, maupun biru, melainkan dengan menggunakan warna kain yang smooth efeknya, misalnya warna putih, coklat, hitam, ataupun abu-abu.

3. Celana Komprang dan Baju Sadaria

Sama dengan yang telah disebutkan yaitu celana batik dan juga baju koko, karena nama lain dari baju koko khas suku Betawi ini adalah Baju Sadariyah. Jika untuk celana komrangnya dapat berupa polos atau batik.

Kalau celananya polos, jadinya akan sama dengan pakaian adat Sunda. Pastinya tidak, soalnya untuk celana keseharian yang digunakan oleh orang Betawi ini tidak panjang sampai mata kaki, melainkan sana ¾ atau hanya sampai bawah lulut saja.

4. Selendang

Nah untuk Selendang ini baru sama, soalnya fungsi dari Selendang di dalam set pakaian adat Betawi ini merupakan Selendang untuk bagian luar celana batik atau celana ombreng.

5. Sorban

Nah, jika tampilan dari sebuah baju adat menggunakan sorban pastinya kelihatan religius dong. Penggunaan dari sorban ini bukan hanya di ikat di kepala, melainkan juga dikalungkan di leher.

6. Peci

Nah, untuk kopyah atau peci berwarna merah merupakan ciri khas aksesoris yang digunakan oleh pria Betawi. Padahal kebanyakan dari kopyah atau peci berwarna hitam, inilah keunikan pakaian adat Betawi.

7. Dandanan Care Haji

Dapat disebut juga dengan pakaian adat Betawi pengantin pria. Semuanya dari pengantin pria akan merasakan sensasi menggunakan baju adat special ini.

Warna merah yang ada pada baju pengantin ini menjadi warna yang khas untuk di tampilkan. Ditambah juga dengan sebuah songkok atau kopyah berwarna merah. Untuk bajunya sendiri lebih ke model jubbah, jadi masih harus menggunakan kemeja putih.

8. Alpie

Alpie ini merupakan sorban yang digunakan para pengantin pria khas Betawi. Sorban pun kelihatan spesal motifnya tidak polk layaknya sorban yang digunakan dalam keseharian.

Untuk fungsi dari Alpie ini tidak hanya dikalungkan di leher saja, melainkan juga digunakan untuk penutup kepala.

9. Ikat pinggang

Tidak boleh ketinggalan jenis aksesoris dari pakaian adat Betawi yang satu ini. Jenis ikat pinggang yang lebar dengan warna hijau ini menjadi salah satu yang membuat baju adat ini unik sekali.

Pria kurus maupun gemuk pas banget jika sudah menggunakan ikat pinggang yang satu ini. Selain berwarna hijau, ada juga warna cokelat atau hitam. Bahan dari ikat pinggang ini bukan kulit, melainkan dari serat.

10. Senjata

Senjata pedang Betawi yang khas ditambah dengan sarungnya yang matching dengan warna ikat pinggang namanya yaitu golok. Senjata golok ini wajib ada di setiap acara adat suku Betawi tersebut.

Pakaian adat Betawi untuk wanita

Pakaian adat Betawi untuk wanita
Pakaian adat Betawi untuk wanita

Jika melihat pakaian adat Betawi yang di gunakan oleh wanita pastinya kebayang langsung ke tirai muka yang digunakan pengantin wanita khas Betawi tersebut. Ya, ini adalah salah satu dari ciri khas pakaian adat Betawi yaitu penggunaan mahkota dengan sebuah tirai yang ada di depan muka.

Namun selain itu, kalian semua pasti akan kebayang dengan pakaian yang digunakan para None Jakarta. Sebuah kebaya polos dengan rok kain batik dan juga selendang penutup kepala (sebagai hijab).

Berikut ini adalah penjelasan tentang pakaian adat Betawi yang digunakan oleh wanita :

1. Rias Besar Dandanan Care None Pengantin Cine

Wah panjang juga ya nama salah satu dari pakaian adat Betawi yang biasa digunakan pengantin wanita ini.

Karena telah ada pengaruh dari budaya Cina yang kental banget maka ada nama cinanya. Warna merah merupakan warna identitas dari kebudayaan Cina, dan juga pakaian adat wanita Betawi ini juga warna merah.

2. Baju Kurung

Namanya hampir sama dengan pakaian adat sumatera. Akan tetapi lebih sederhana. Hanya saja berasal dari bahan kain satin dengan motif khas Betawi yang sangat kental. Jadi, walaupun namanya sama, akan tetapi berbeda pada tampilannya.

Selain digunakan untuk sebuah acara pernikahan, jenis dari baju kurung ini juga sering digunakan sebagai baju atasan khas wanita Betawi. Mereka menggunakannya untuk pakaian sehari-harinya.

Untuk warnanya pun tidak hanya monoton smooth saja, seperti pakaian laki-laki, melainkan menggunakan warna-warna yang banyak pula.

3. Kain sarung

Seorang wanita kok menggunakan sarung, ini bukannya pakaian pria. Ini merupakan sebuah adat atau budaya Betawi. Bahkan di dalam keseharian para wanita banyak yang menggunakan daster akan tetapi untuk bawahannya masih menggunakan sarung.

Kain sarung yang digunakan oleh wanita Betawi ini tidak kotak-kotak seperti sarung pada umumnya, melainkan menggunakan motif batik dengan jenis ragam hias batik geometri.

Kalian dapat melihat beberapa motif khas yang biasa digunakan pada pakaian adat Betawi ini. Ada bentuk bangun geometri di bagian depan kain sarung tersebut. Seperti sebuah gambar geometri jenis laying-layang dengan kelancipan dua sudut yang saling berlawanan yang terlihat jelas dan juga teratur.

4. Kun

Kun ini adalah sebuah untuk rok panjang pasangannya baju pengantin wanita Bali. Model layaknya rok biasa, namun mekar di bagian bawah atau model duyung.

5. Selendang

Nah, untuk Selendang yang ada pada pakaian adat Betawi ini digunakan sebagai kerudung. Tidak di tambahkan peniti layaknya menggunakan hijab, melainkan hanya di lilitkan di kepala saja. Jadi, wanita suku Betawi perlu untuk menyanggul rambutnya.

Pakaian adat Betawi untuk Keturunan Bangsawan

Tidak menggunakan baju koko lagi, jika untuk rakyat Betawi yang mempunyai keturunan bangsawan. Melainkan mereka menggunakan sebuah Beskap. Pada bagian bawah menggunakan celana hitam resmi dan kemudian untuk bagian luarnya dililiti kain sarung khas Betawi dengan motif geometri.

Pada bagian depan dada, ditambah dengan jam rantai yang dikaitkan antara saku dan juga kancing. Sama persis dengan pakaian adat Sunda untuk kaum bangsawannya. Bedanya hanya di sarungnya saja.

Itu hanya untuk pria, jika untuk wanita Betari berdarah bangsawan, untuk pakaian adatnya sama seperti pakaian adat yang digunakan None. Sederhana namu lebih mewah karena ditambah dengan pemakaian sebuah perhiasan.

Sudah pada mengertikan apa saja nama pakaian adat Betawi yang ternyata ada sebuah kesamaan dengan pakaian adat dari Sunda. Walaupun ada sedikit kesamaan, tetap saja budaya Betawinya akan terasa kental. Aura orang Betawinya terus memancar.

Baju koko ternyata telah menjadi nama baju khas orang Betawi dengan sebuah nama Baju Sadariyah. Baju ini lebih ke dalam baju koko yang polos, bukan yang bermotif. Kemudian penampilan dari Abang None Betawi ini dilengkapi dengan kain sarung khas orang Betawi.

Pakaian adata Betawi ini secara tidak sadar sudah menjadi pakaian nasional. Gimana tidak, orang betawi ini bermukim di Jakarta. Jakarta merupakan ibu kota Indonesia. Jadi secara tidak sadar para pemimpin Negara biasa menggunakan baju adat ini.-

Kesimpulan

Sejak zaman dahulu suku Betawi memang sudah begitu terkenal sebagai suku yang sangat menghormati para leluhurnya. Warisan dari kebudayaan ini akan terus mereka junjung dengan tinggi dan juga sepenuh hati. Bagi seseorang penduduk asli DKI Jakarta hal ini tentunya adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

Karena kebudayaan mereka begitu terkenal ke seantero Negeri ini bahkan manca Negara. Pakaian adat Betawi ini termasuk juga ke dalam kebudayaan Betawi yang wajib untuk terus dilestarikan.

Nah, teman-teman demikian sedikit pembahasan tentang Pakaian adat Betawi yang telah saya tulis secara singkat untuk anda. Semoga dapat memberikan banyak sekali manfaat dan juga menjadi sarana untuk selalu melestarikan budaya bangsa Indonesia dari waktu ke waktu. Jangan lupa untuk selalu share artikel ini ke teman-teman kalian juga ya, Terimakasih.

 

17+ Pakaian Adat Betawi Penjelasannya untuk Pria dan Wanita {Lengkap}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *