5+ Pakaian Adat Kalimantan Selatan : Penjelasan dan Gambarnya lengkap

Pakaian Adat Kalimantan Selatan – Kebudayaan dari daerah Kalimantan Selatan ini telah didominasi oleh Suku Banjar, termasuk pakaian adat yang digunakannya.

Karena Suku Banjar adalah salah satu mayoritas yang ada di daerah Kalimantan Selatan, yakni 74%nya.

Etnis dari Suku Banjar ini sendiri terbagi menjadi 3 macam, yakni Banjar Batang Banyu, Banjar Pahuluan, dan juga Banjar Kuala.

Penduduk dari Kalimantan Selatan ini mayoritas beragama islam, yakni 96%.

Pakaian adat dari daerah Kalimantan Selatan ini mempunyai ciri khas sendiri. Untuk dapat mengetahui lebih lanjut simak artikel di bawah in sampai selesai.

Pulau Kalimantan Selatan

Pakaian adat kalimantan selatan
Pakaian adat kalimantan selatan

Provinsi Kalimantan Selatan ini merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia dimana beribu kota di daerah Banjarmasin. Kalimantan Selatan ini mempunyai luas 37.530,52 Km dengan populitas penduduk kurang lebih 4,2 juta jiwa.

Berdasarkan dengan sejarah, Kalimantan Selatan pada zaman dahulu adalah bagian dari 3 kerajaan besar secara berturut-turut yakni Kerajaan Negara Dipa, Kerajaan Negara Daha, dan juga Kesultanan Banjar. Dan kemudian setelah proklamasi, Kalimantan ini dijadikan provinsi sendiri sesuai dengan perjanjian Linggarjati.

Keanekaragaman dari sumber daya, tardisi maupun adat istiadat yang masih sangat kental dan juga menjunjung tinggi nilai-nilai budaya warisan para leluhurnya.

Termasuk pakaian adat daerah dari Kalimantan Selatan yang tentu selalu dipakai dalam upacara-upacara maupun kegiatan adat tertentu.

Nama Pakaian Adat Kalimantan Selatan

 Pakaian Adat Kalimantan Selatan
Pakaian Adat Kalimantan Selatan

Berikut ini adalah 4 nama pakaian adat yang wajib untuk kalian ketahui :

1. Bagajah Gamuling Baular Lulut

2. Babaju Kun Galung Pacinan

3. Baamar Galung Pancaran Matahari

4. Babaju Kubaya Panjang KalSel

Daftar Pakaian Adat Kalimantan Selatan

 Pakaian Adat Kalimantan Selatan
Pakaian Adat Kalimantan Selatan

Pakaian adat dari daerah Kalimantan Selatan cukup banyak dan juga masih terus dilestarikan sampai saat ini.

Setidaknya terdapat 4 pakaian adat dari daerah Kalimantan Timur yang masih lestari, diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

1. Bagajah Gamuling Baular Lulut

Bagajah Gamuling Baular Lutut ini adalah salah satu jenis pakaian tradisional dari daerah Kalimantan Selatan tepatnya di daerah Banjar.

Bagajah Gamuling Baular Lutut ini merupakan jenis pakaian adat yang telah dipengaruhi oleh budaya Hindu pada jaman dahulu dan telah menjadi pakaian ciri khas dari daerah Kalimantan Selatan.

Bagajah Gamuling Baular Lutut ini adalah salah satu pakaian pengantin yang kaya akan rentengan bunga melati dan juga mawar yang telah menghiasi pengantin sehingga menjadi lebih cantik dan juga tampan.

Untuk seorang wanita, pakaian adat ini berbentuk kain yang membalut tubuh si wanita tersebut sehingga dapat menutupi dada seperti gaun.

Para wanita juga telah menggunakan kemban sebagai penutup dada kemudian ditambahkan aksesoris berupa selendang, ikat pinggang, konde yang berhiaskan mahkota, kembang goyang, dan juga kuncup bunga melati.

Dengan bagian bawah ini menggunakan kain panjang yang memiliki motif halilipan yang berfungsi sebagai rok.

Sedangkan untuk seorang pria, pakaian adat ini juga berbentuk sasirangan yang telah dililitkan menjadi bawahan.

Baju atasan yang telah dipakai oleh pria tidak mempunyai kerah. Sementara untuk bawahannya dapat menggunakan sebuah celana panjang.

Tidak lupa pula disertai dengan tambahan beberapa aksesoris misalnya kalung samban, ikat pinggang, kain yang bermotif kelabang atau halilipan, dan juga penutup kepalanya yakni sebuah mahkota yang melingkat berbentuk ular lidi.

Baca Juga : Pakaian Adat Jawa Timur 

2. Babaju Kun Galung Pacinan

Babaju Kun Galung Pacinan adalah salah satu pakaian adat dari daerah Kalimantan Selatan yang berasal dari perpaduan antara budaya banjar dengan budaya tiongkok.

Hal tersebut telah menggambarkan pada saat masuknya pedangan Gujarat dan juga pedagang dari China di Kalimantan Selatan.

Babaju Kun Galung Pacinan ini biasa disebut dengan Hwa Kun Gulung Pacinan.

Pakaian adat ini juga digunakan pada saat acara pernikahan. Bentuk dari pakaian adat ini hampir mirip dengan bentuk pakaian adat Betawi.

Untuk seorang wanita, pakaian adat ini terdiri dari kebaya dengan lengan panjang bermodelkan cheong sam.

Kebaya tersebut kemudian di jahit dengan indah pada payetnya yang menggunakan benang emas dengan motif bunga teratai.

Sementara pada bawahanyya dapat juga memakai rok panjang yang dihiasi dengan manik-manik cantik dan kemudian disulam dengan bentuk motif dari tirai bambu tersebut.

Tidak lupa pula si wanita memakai sebuah aksesiris sebagai pendukung penampilannya, misalnya mahkota dengan hiasan permata yang sangat mengkilau, tusuk konde, dan juga kembang goyang.

Tusuk konde yang dipakai ini mempunyai bentuk huruf arab yakni lam dan juga burung hong. Dengan adanya aksesoris tersebut maka wanita ini dapat tampil lebih memukau lagi.

Sedangakan untuk seorang pria, dapa menggunakan pakaian gamis dan juga jubbah panjang tanpa kancing yang berasal dari dampak oleh pedagang Gujarat.

Para pria pada umumnya juga memakai penutup kepala yakni kopiah alpe yang berlilitkan surban atau dapat juga menggunakan tanjak laksamana.

Selain itu, para pria juga dapat menggunakan rentengan atau roncean yang telah terbuat dari Bungan melati. Dan juga untuk alas kakinya dapat menggunakan selop.

3. Baamar Galung Pancaran Matahari

Baamar Galung Pancaran Matahari adalah salah satu pakaian adat dari daerah Kalimantan Selatan yang juga dipakai sebagai pakaian pengantin.

Pakaian adat untuk pengantin satu ini sudah ada sejak abad ke 17. Pada saat itu, pakaian adat pengantin ini sangatlah populer dikalangan masyarakat suku Banjar.

Baamar Galung Pancaran Matahari ini mempunyai perpaduan antara budaya jawa dengan budaya bangsa Hindu yang sangat mangkus.

Pada sebuah budaya jawa pakaian untuk pengantin ini mempunyai kesan atau pengaruh dalam penggunaan rentengan kembang melati dan juga mawar.

Penggunaan dari rentengan kembang melati dan juga mawar ini dapat membuat aura dari seorang pengantin lebih memancar lagi.

Sedangkan pada budaya Hindu dapat kita jumpai dari dekorasi mahkota dan juga kainnya yang terdapat naga dan juga kelabang atau biasa masyarakat banjar menyebutnya dengan halilipan.

Baamar Galung Pancaran Matahari untuk wanita adalah menggunakan baju poko yang lengannya pendek.

Terdapat pula hiasan manik-manik yang telah dibentuk rumbai pada lengan tersebut. Hal ini dapat menambah mempercantik tampilan dari pengantin wanita tersebut.

Tidak lupa juga si wanita memakai tambahan aksesoris untuk menunjang penampilannya. Aksesoris yang biasa dipakai yaitu aksesoris kida-kida.

Kida – kida ini adalah salah satu aksesoris dari pengantin wanita yang mempunyai bentuk segi lima yang berfungsi sebagai penutup dada dan juga hiasan yang sangat menawan.

Sedangkan untuk seorang pria, dapat memakai kemeja lengan panjang dengan kerenda yang berada di bagian dada yang telah dipadukan dengan jas tanpa kancing dan celana panjang.

Pengantin pria ini juga memakai kain yang di pasang pada area pinggang dengan motif halilipan dan tali wenang yang mempunyai fungsi sebagai ikat pinggangnya.

4. Babaju Kubaya Panjang KalSel

Seiring dengan adanya perkembangan jaman, pakaian adat Kalimatan Timur ini telah dimodifikasi dengan menggabungkan semua pakaian adat yang sudah ada.

Babaju Kubaya Panjang ini merupakan salah satu pakaian adat Kalimantan Selatan yang merupakan sebuah modifikasi dari semua pakaian adat pengantin dari Kalimantan Selatan tersebut.

Yang paling mendominasi dari adanya pakaian adat ini yaitu pakaian adat Baamur Galung Pancara Matahari ini.

Babaju Kubaya Panjang ini sangat populer di daerah Kalimantan Selatan karena adanya sebuah perpaduan dari ketiga busana tersebut.

Untuk seorang wanita, pakaian adat ini menggunakan kebaya panjang misalnya pakaian adat Babaju Kun Galung Pacinan ini.

Sedangkan untuk seorang pria, pakaian adat ini telah menggunakan baju Baamur Galung Pancaran Matahari.

Dari keempat pakaian adat tersebut, hampir semuanya telah menggunakan sebuah aksesoris bogem atau roncean yang telah terbuat dari bunga melati dan juga bunga mawar untuk dapat mempercantik tampilannya.

Kesimpulan

Kalimantan Selatan mempunyai 4 jenis pakaian adat yang masih tetap lestari sampai saat ini. Dari keempat pakaian adat tersebut merupakan pakaian untuk pengantin yang sedang malangsungkan pernikahannya .

Dan juga dari keempat pakaian adat tersebut, hampir dari semuanya menggunakan aksesoris bogem atau roncean yang telah terbuat dari bunga melati dan juga bunga mawar untuk dapat mempercantik tampilannya.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang pakaian adat Kalimantan Selatan. Semoga dengan adanya informasi yang berkaitan dengan pakaian adat  ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua serta tetap lestari akan keberadaannya.

Baca Juga : Pakaian Kalimantan Timur 

Tinggalkan komentar