Pakaian Adat Riau – Pakaian adat ini memang selalu mempunyai makna dan juga sebuah filosofi yang harus diketahui oleh setiap bangsa Indonesia. Pakaian Tradisional Melayu Riau ini sendiri terdiri dari berbagai jenis.

Riau adalah salah satu daerah di Pulau Sumatera yang biasa disebut mempunyai nilai-nilai melayu luhur yang berlandaskan agama Islam. Adat dari masyarakat Melayu telah berkombinasi dengan nilai-nilai Islam dan kemudian membentuk ciri khas kebudayaan yang baru.

Salah satu kebudayaan yang telah merepresentasikan nilai-nilai ini dengan kuat yaitu pakaian adat Riau. Sebagai salah satu pakaian adat yang sarat akan nilai-nilai adat dan juga agama, pakaian adat ini mempuyai model atau gaya pakaian yang sangat sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia.

Corak yang khas dari pakaian ini pun juga begitu mempunyai kesamaan yang kuat dengan tradisi melayu yaitu menggunakan sarung dan rok panjang serta juga lebar.

Selain itu, baju yang berkerah tinggi dan juga lebih longgar juga begitu familiar dengan adanya tradisi melayu. Pakaian untuk seorang laki-laki dan wanita juga hampir sama dengan aksesoris yang tidak kalah jauh berbeda.

Wilayah Riau

Pakaian Adat Riau
Pakaian Adat Riau

Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengan pulau Sumatera. Provinsi ini terletak pada bagian tengan pantai timur pulau sumatera yang berada di sepanjang pantai Selat Malaka.

Luas dari provinsi ini sekitar 94,561 kilo meter. Riau sendiri berbatan langsung dengan kepulauan Riau dan juga Selat Malaka di utara. Di sebelah Riau selatan berbatasan langsung dengan provinsi Jambi dan juga Selat berhala, pada sebelah timur berbatasan langsung oleh Laut Cina Selatan.

Sementara untuk sebelah barat perbatasannya yakni provinsi Sumatera Barat dan juga Sumatera Utara. Ibu kota Riau ini adalah Pekanbaru, berikut ini restuemak.com akan bagikan untuk Anda tentang baju adat Riau.

Sejarah Pakaian Adat Riau

Pakaian Adat Riau
Pakaian Adat Riau

Pakaian merupakan salah satu simbol budaya yang menandai sebuah perkembangan, akulturasi, dan juga kekhasan budaya.

Pakaian juga menjadi penanda tentang simbol atau identitas suatu masyarakat dalam sebuah daerah, termasuk juga pakaian adat Riau. Nama dari pakaian adat ini yaitu kebaya labuh dan juga teluk belanga.

Masyarakat Melayu Riau masih saja memegang pengaruh orang pribumi yang telah dirasakan dalam sikap dan juga perilaku mayoritas masyarakat, terutama yang berada di daerah pedesaan atau pedalaman. Kebiasaan Melayu Riau ini sendiri begitu memegang adat melayu dan norma Islam.

Perpaduan islam dan juga Melayu inilah yang kemudian membentuk budaya baru, salah satunya yang tercermin dalam pakaian masyarakat Riau yang digunakan.

Selain itu, pakaian serta perhiasan tidak hanya untuk memenuhi persyaratan atau untuk mempercantik penampilan, akan tetapi juga mengandung semangat tertentu.

Semangat inilah yang telah melingkupi nilai syukur dan kejujuran hidup masyarakat Riau dan telah menjadi filosofi pakaian adat Melayu Riau.

Macam-macam Pakaian Adat Riau

Pakaian Adat Riau
Pakaian Adat Riau

Melihat beberapa kebudayaan masyarakat Riau yang telah berkembang sejak zaman dahulu, telah melahirkan banyak jenis pakaian adat yang saat ini masih digunakan oleh masyarakat Riau.

Jenis-jenis dari pakaian adat yang beragam tentunya mempunyai persamaan khas berupa nilai-nilai adat melayu dan agama yang dijunjung tinggi. Berikut ini adalah jenis-jenis pakaian adat Riau beserta dengan penjelasannya :

1. Pakaian Keseharian Untuk Anak-anak

Pakiaan adat Riau tidak hanya digunakan untuk acara-acara tertentu. Akan tetapi ada beberapa dari pakaian adat tersebut digunakan sebagai pakaian keseharian, salah satunya yaitu pakaian keseharian untuk seorang anak-anak.

Pakaian keseharian anak-anak yang digunakan telah dibagi menjadi 2 macam, yaitu pakaian adat untuk anak laki-laki dan pakaian untuk anak perempuan.

Untuk pakaian anak laki-laki di dalam adat istiadat masyarakat Riau dapat disebut dengan Baju Monyet. Pakaian adat ini telah dipadukan dengan jenis celana panjang yang tanggung, dan juga lengkap dengan kopyah atau kain berbentuk segi empat sebagai penutup kepala.

Sedangkan untuk pakaian keseharian anak perempuan dapat disebut dengan baju kurung dengan motif bunga-bunga. Pakaian adat ini dapat dipadukan dengan rok yang lebar dengan jilbab atau kerudung. Pakaian keseharian masyarakat Riau ini dapat dipakai untuk mengaji atau menuntut ilmu.

2. Pakaian Keseharian Untuk Dewasa

Bagi seorang masyarakat Riau yang berusia dewasa, mereka menggunakan pakaian khas dan sangat erat dengan niilai-nilai agama serta nilai budaya.

Untuk seorang laki-laki melayu, mereka mamakai pakaian yang dinamakan Baju Kurung Cekak Musang, baju ini yaitu baju layaknya busana muslim yang telah dipadukan dengan celana panjang yang longgar. Baju ini digunakan bersamaan dengan sarung dan kopyah.

Untuk seorang perempuan melayu, mereka dapat menggunakan 3 jenis pakaian adat yang berbeda, yaitu Baju Kebaya Pendek, Baju Kurung Laboh, dan juga Baju Kurung Tulang Belut.

Baju-baju yang berbeda ini dipakai bersamaan dengan kain selendang yang telah difungsikan sebagai penutup kepala. Selain itu juga, baju perempuan ini dapat dipadukan dengan jilbab atau kerudung.

3. Pakaian Keseharian Untuk Orang Tua

Selain pakaian keseharian untuk anak-anak dan juga untuk seorang dewasa, ada juga pakaian keseharian untuk orang tua.

Laki-laki yang telah berumur panjang atau setengah baya, mereka memakai pakaian yang dinamakan Baju Kurung Cekak Musang atau Baju Kurung Teluk Belanga yang dapat dibuat dari kain katun atau kain lejo.

Baju Kurung Teluk Belanga ini tidak jauh berbeda dengan Baju Kurung Cekak Musang yang bernuansa Agamis.

Serta untuk seorang perempuan yang sudah berumur tua, mereka lebih memakai Baju Kurung Teluk Belanga, Baju Kebaya Pendek, dan juga Kebaya Laboh yang lengkap dengan selendang yang dapat difungsikan sebagai kerudung. Kaum wanita pada umumnya juga memadukan dengan jilbab atau kerudung asli.

4. Pakaian Adat Resmi

Pada zaman dahulu, pakaian adat resmi Riau hanya digunakan ketika akan melakukan pertemuan atau kunjungan resmi dengan kerajaan. Namun pada zaman sekarang ini pakain tersebut lebih digunakan pada acara resmi kepemerintahan.

Untuk kaum laki-laki, pakaian adat resminya yaitu Baju Kurung Cekak Musang yang dapat dikombinasikan lengkap dengan kopyah dan sarung. Baju Kurung Cekak Musang ini telah dibuat dari bahan-bahan kain berkualitas tinggi, misalnya kain satin atau kain sutra.

Sementara untuk kaum perempuan, pakaian adat resminya yaitu Kebaya Laboh. Pakaian adat ini telah berbahan dasar kain tenun khas yang dibuat oleh masyarakat di beberapa daerah Riau, misalnya Indragiri, Siak, Trengganu, dan masih banyak masyarakat lainnya.

Kebaya yang digunakan oleh gadis atau wanita perawan telah didesain dengan panjangnya mencapai 3 jari di atas lutut. Sedangkan untuk kebaya yang digunakan oleh wanita setengah baya yaitu didesain dengan panjangnya mencapai 3 jari di bawah lutut.

5. Pakaian Upacara Adat

Pakaian upacara adat yang dipakai dalam upacara-upacara resmi misalnya upacara pelantikan, upacara penobatan raja, upacara peneriamaan tamu, upacara penerimaan anugrah, dan upacara lainnya. Untuk pakaian upacara adat, juga telah dibedakan menjadi pakaian laki-laki dan pakaian perempuan.

Untuk seorang laki-laki, pakaian upacara adat yaitu Baju Kurung Cekak Musang. Baju ini dapat dipadukan dengan sarung dan kopyah.

Sementara untuk seorang perempuan, pakaian untuk upacara adat yaitu Baju Kurung Tulang Belut atau Baju Kebaya Laboh Cekak Musang. Baju ini dapat dikombinasikan dengan sebuah jilbab atau kerudung.

6. Pakaian Upacara Perkawinan

Untuk pakaian adat yang terakhir yaitu pakaian untuk upacara perkawinan. Untuk seorang pengantin laki-laki, baju adat yang digunakan yaitu Baju Kurung Cekak Musang yang telah dilengkapi dengan kopyah dan sarung.

Beberapa aksesoris yang digunakan, misalnya mahkota di kepala, sebai dengan warna kuning pada bahu sebelah kiri, sepatu yang bentuknya runcing, canggai pada kelingking, dan juga keris berbentuk kepala burung serindit yang diletakkan pada pinggang kiri.

Sementara untuk pengantin perempuan, baju adat yang digunakan bermacam-macam tergantung pada jenis upacara adat yang dilaksanakan. Pada saat upacara malam berinai ini digunakan Baju Kurung Teluk Belangan, dan juga pada saat upacara berendam ini dapat digunakan Baju Kurung Cekak Kebaya Pendek.

Serta pada saat upacara bersanding ini digunakan Kebaya Laboh. Itulah beberapa jenis pakaian adat Riau dengan tampilan yang bagus dan tentunya indah. Nilai-nilai adat melayu dan Islam ini sudah tercermin di dalam pakaian adat masyarakat Riau yang digunakan ini.

Baca Juga : Pakaian Adat Sumatera Barat 

Keunikan & Filosofi Warna Pakaian Adat Riau

Pakaian Adat Riau

Warna, model, dan bentuk pakaian adat dapat ditentukan berdasarkan dengan filosofi Melayu Riau yang mengandung nilai-nilai tertentu.

Warna yang sangat dominan pada komunitas melyu Riau ini yaitu kuning keemasan, hijau lumut dan merah darah. Warna diatas ini telah diwariskan secara turun temurun sejak nenek moyang orang melayu di Tanah Kuning Sassy hidup ini.

Dari ketiga warna tersebut selalu terlihat di jilbab rumbai Riau di dalam acara pernikahan adat atau kebesaran budaya Melayu. Berikut ini adalah beberapa filosofi warna yang ada di dalam pakaian adat Riau :

a. Warna kuning keemasan

Kuning keemasan telah melambangkan kebesaran, otoritas, dan juga kemegahan. Warna kuning keemasan yang ada pada masa Kerajaan Siak, Riau Lingga, Indragiri dan juga Pelalawan ini adalah warna larangan yang tidak boleh dipakai sembarangan sehingga warna kuning emas begitu tabu bagi rakyat biasa jika menggunakannya.

Orang-orang yang berhak mengguanak pakaian dengan warna kuning keemasan ini adalah seorang Sultan atau Raja dari tanah kerajaan-kerajaan Melayu. Sementara untuk selir kerajaan atau istri Sultan dapat menggunakan warna kuning keemasan hanya pada saat upacara kerajaan saja.

b. Warna hijau lumut

Hijau lumut telah melambangkan kesuburan dan juga kesetiaan, melawan ajaran agama, serta taat dan patuh. Warna baju hijau lumut ini biasa dipakai oleh klan bangsawan, Tengku, dan juga Wan.

c. Warna merah darah

Warna merah darah dapat melambangkan kepahlawanan dan juga keberanian, taat dan setia kepada Raja dan rakyat. Warna merah memiliki arti bagi masyarakat Riau sebagai kecemerlangan.

d. Warna hitam

Warna hitam dapat melambangkan sebuah kesetiaan, ketabahan, dan juga bertanggung jawab serta jujur. Gaun hitam sering digunakan oleh orang-orang hebat di Kerajaan dalam acara kebesaran atau seremonial kerajaan.

Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur 

Nilai-nilai dalam Pakaian Adat Riau

Pakaian Adat Riau

Inilah Nilai estetika sebenarnya yang telah terkandung di dalam setiap baju adat tradisional Melayu Riau adalah sebagai berikut :

1. Sebuah Nilai Tradisi

Pakaian yang digunakan di dalam upacara tradisional telah menjadi sebuah tradisi selama bertahun-tahun. Tradisi ini telah menjadi sebuah ciri khas dari keunikan dan komunitas yang ada di dalam masyarakat. Dari sebuah pakaian adat yang digunakan, maka dapat dipelajari tentang tradisi masyarakat yang bersangkutan.

2. Pelestarian Nilai Budaya

Pakaian merupakan salah satu produk budaya modern yang semakin hari tentunya semakin banyak modelnya. Busana adat yang pada saat ini dipakai oleh masyarakat Melayu Riau yaitu warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Melestarikan pakaian tradisional sama halnya dengan kita melestarikan kekayaan budaya Melayu.

3. Nilai Sosial

Pakaian telah menjadi simbol penanda status seseorang. Selain itu, melalui nilai-nilai yang telah dikandungnya, baju adat Riau ini berarti sebagai media untuk menyatukan masyarakat. Nilai-nilai sosial yang telah muncul di dalam pakaian tradisional menyematkan arti tertentu yang telah dinilai dan juga ditafsirkan oleh orang-orang.

Penutup

Ya, seperti itulah sedikit penjelasan tentang pakaian adat Riau, Sejarah, dan filosofinya. Semua jenis pakaian adat memang mempunyai arti dan filosofi yang telah terinspirasi dari budaya yang ada di sekitar masyarakat Indonesia.

Pakaian-pakaian adat ini biasa digunakan di dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Riau. Dengan khas dari pakaian adat yang telah menjadi bagian di dalam kesehariannya, maka masyarakat Riau mempunyai kebudayaan yang kuat dengan nilai-nilai agama dan adat istiadat yang telah mewarnai kehidupannya. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk kalian semuanya.

                                                   Pakaian Adat Riau

6+ Pakaian Adat Riau : Penjelasan, Sejarah, dan Gambarnya {Lengkap}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *