8++ Senjata Tradisional Kalimantan Selatan, Nama, Penjelasan Lengkap

5 min read

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan – Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Pulau Kalimantan, yang beribukota di Banjarmasin. Terdapat beberapa tempat bersejarah yang dapat kita kunjungi di daerah Kalimantan Selatan ini, antara lain yaitu museum Lambung Mangkurat yang berada di kota Banjarbaru.

Banyak sekali benda bersejarah di museum tersebut, mulai dari benda peninggalan zaman Hindu, mata uang kuno sampai beraneka ragam senjata yang digunakan oleh masyarakat Banjar untuk berperang melawan penjajah Belanda.

Pada masa lampau, senjata tradisional ini digunakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan sebagai sarana untuk melindungi diri dari dari gangguan musuh atau hewan buas dan juga sebagai peralatan pertanian maupun untuk berburu.

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Masyarakat Kalimantan selatan tentang berbagai macam senjata tradisional. Selain berfungsi sebagai senjata bela diri, senjata tradisional ini juga dipakai untuk keperluan produksi. Beberapa diantaranya yaitu senjata Mandau, Parang, Sarapang dan juga riwayang.

Baca juga: Senjata Tradisional Indonesia

1. Senjata Tradisional Mandau

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

a. Sejarah Nama

senjata Mandau merupakan salah satu senjata tradisional nomer wahid dan tentunya mematikan di Kalimantan Selatan.

Menurut sejarah yang telah dikutip dari laman Wikipedia.com, kata Mandau ini mempunyai arti tersendiri.

Mandau ternyata berasal dari kosakata Kalimantan Tengah yang telah terdiri dari 2 suku kata, yakni Man dan Do.

Man yaitu singkatan dari kata “Kuman” yang memiliki arti “Makan”.

Dan untuk Do yaitu singkata dari kata “Dohong”, jenis pisau belati khas daerah Kalimantan Tengah sebelum senjata Mandau populer.

Jadi, mandu merupakan singkatan dari Makan Dohong.

Masyarakat dayak yang membuat dengan sebutan seperti ini berdasarkan pada kepopuleran Mandau yang mengalahkan kepopuleran dari belati dohong pada saat itu.

Kepopuleran ini lama kelamaan menyebar sampai ke pelosok pulau Borneo tersebut, termasuk Kalimantan Selatan.

Mandau, ternyata merupakan sebutan yang terkenal untuk umum di Negara Indonesia.

Pada kalngan suku dayak, senjata Mandau mempunyai julukan yang berbeda yakni Dongt, Ekeq, Edog atau Baliuu, Loboq dan juga Benoaq.

Senjata ini tidak pernah untuk absen ya guys dari setiap acara adat sekitar.

Meskipun banyak dari masyarakat dayak yang menyakralkannya loh.

Mereka telah mengatakan bahwa senjata Mandau ini mempunyai bentuk unik yang dapat mensinkronisasikan energy dalam dengan tubuh mereka.

b. Bagian-Bagian mandau

Jika dilihat sekilas, senjata Mandau ini terlihat seperti golok yang ramping.

Pada umumnya senjata Mandau ini mempunyai total berat 1000 gram.

Lebih berat lagi jika dibandingkan dengan golok Banten yang mempunyai berat 800 gram.

Secara umum, Mandau ini mempunyai 3 bagian utama, antara lain yaitu Isin atau Loneng, Pulang atau Hulu dan sarukng.

Isin atau Loneng adalah jenis pisau utama dari Mandau ini sendiri yang merupakan batu mentikei yang mempunyai banyak unsur besi.

Yang terdiri dari panjang 50 cm, lebar ujung 5 cm dan juga lebar pangkal 2 cm.

Terdapat 2 sisi Isin atau Loneng, pada bagian tajam dan juga pada bagian atas tumpul.

Pada bagian atas yang terdapat ukiran dan lubang-lubang kecil yang umumnya disematkan tembaga, kuningan emas maupun perak untuk dapat mempercantik dan juga menambah nilah jual.

Pulang atau Hulu adalah jenis gagang untuk memegang senjata Mandau.

Gagang ini sangat terlihat spesial karena umumnya terbuat dari tanduk rusa maupun tanduk kerbau.

Namun pada saat ini, juga sudah banyak dijumpai Mandau dengan Pulang atau Hulu yang terbuat dari jenis kayu pilihan.

Pada bagian ini, terdapat beberapa ukiran berupa motif paruh burung atau kepala naga pada pangkalnya.

Juga sudah dilengkapi dengan hiasan yang berupa rambut manusia yang dapat disebut dengan takan.

Pada ujungnya yang disematkan cincin yang dapat disebut dengan kamang atau sopak.

Sarukng adalah jenis alat pelindung Mandau.

Sarung ini terbuat dari bahan kayu yang berhiaskan rotan, dan juga terdapat ukiran-ukiran yang unik.

Pada sisi depan, terdapat juga wadah kecil untuk tempat pisau kecil yang dapat disebut dengan langgai puai.

c. Fungsi dan Kegunaan

Untuk masyarakat Dayak, selain difungsikan sebagai benda keramat, biasanya senjata Mandau berfungsi sebagai alat pertahanan diri.

Senjata Mandau adalah sebuah simbol kesatria, persaudaraan dan juga penjaga.

Hiasan-hiasan dan juga ukiran yang terdapat di dalam Mandau mempunyai fungsi untuk menakuti binatang buas.

Pada zaman penjajahan Belanda, Mandau ini dipakai sebagai alat pengusir penjajah.

Dan juga sebagai senjata yang paling ditakuti oleh Belanda.

2. Senjata Tradisional Parang

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Senjata tradisional Parang adalah senjata tradisional yang terbuat dari bahan besi.

Senjata ini mempunyai 2 mata, yakni tumpul dan juga tajam.

Di daerah Kalimantan, parang juga dinamai dengan nama ambang.

Parang mempunyai bentuk yang hampir sama dengan Mandau.

Namun senjata parang ini tidak mempunyai ukiran dan hiasan.

Di daerah Kalimantan Selatan sendiri, parang yang terkenal yaitu Parang Nabur.

Panjang dari senjata ini dapat mencapai 75 cm.

Untuk gagangnya yang terbuat dari kayu pilihan.

Bentuk dari senjata ini sangat dipengaruhi oleh ciri khas dari pisau Eropa yang berpadu harmonis dengan Islam.

Sekilas, bentuk dari pedang ini mirip sekali dengan pedang pendek yang dibawa oleh angkatan laut Belanda.

Parang ini mempunyai fungsi yang beragam.

Pisau panjang ini biasa dipakai untuk alat potong atau tebas, berburu, berperang atau bercocok tanam.

3. Senjata Keris Banjar dan Keris Bujak Beliung

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Di daerah Kalimantan Selatan juga mempunyai senjata tradisional berupa keris.

Perbedaan keris yang ada di pulau Sumatera dengan keris yang ada di senjata tradisional Jawa Timur yaitu terletak pada jumlah luk nya.

Di daerah Kalimantan Selatan ada dua jenis yang terkenal antara lain keris Banjar dan Bujak Beliaung.

Dari keris ini keduanya dapat terbuat dari bahan besi, perak dan juga emas.

Panjang dari senjata ini mencapai 30 cm.

Keris banjar ini cenderung terlihat tidak mempunyai luk.

Sedangkan pada keris Bujak Beliung mempunyai beberapa luk.

Umumnya kedua keris ini dipakai untuk penjagaan diri dan juga pertempuran jarak dekat.

4. Senjata Tradisional Sarapang

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Senjata tradisional sarapang merupakan salah satu senjata tradisional Kalimantan Selatan.

Ada juga bentuk dari senjata tradisional yang mirip dengan tombak trisula loh.

Senjata ini dapat disebut dengan Sarapang.

Perbedaannya yaitu jika trisula ada 3 mata tajam, sarapang ini mempunyai 5 mata tajam yang telah terdiri dari 4 mata di sisi luar dan juga 1 mata runcing di sisi dalam.

Sarapang ini terbuat dari sebilah baja kokoh yang dimana di salah satu ujungnya dibelah menjadi 5 bagian yang telah dibentuk sedemikian rupa.

Untuk dapat menguatkan fungsinya sebagai tombak, sebatang bambu atau kayu yang panjangnya disematkan dan juga dieratkan dengan sebuah salut dari kuningan atau besi.

Masyarakat dayak biasanya memakai senjata ini untuk berburu terutama untuk menangkap ikan yang ukuran besar.

Baca juga: Senjata Tradisional Jambi

5. Senjata Tradisional Sungga

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Senjata tradisional Sungga merupakan salah satu senjata pasif atau lebih tepatnya dapat disebut sebagai jebakan.

Ini adalah strategi dari masyarakat dayak dalam mengatasi serbuan para penjajah Belanda pada masa perang Banjar di daerah Banteng Gunung Madang, Kandangan, Hulu Sungai Selatan.

Jebakan ini biasanya diletakkan di bawah jembatan.

Untuk sistem kerjanya yang sangat sederhana.

Musuh yang melintasi pada jembatan akan terjatuh dan menancap langsung pada banyak sungga yang sudah tersusun di bawah jembatan.

Bentuk dari sunggai yang hampir sama dengan ujung tombak yang runcing dan terbuat dari baja yang kokoh.

6. Senjata Tradisional Wasi

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Senjata tradisional yang satu ini yaitu sejenis belati, pisau kecil yang tajam berbahan dasar logam.

Wasi juga sangat umum sekali dimiliki oleh masyarakat Banjar.

Etnis ini memakai wasi sebagai salah satu senjata pertahanan diri.

Jika kita melihat bentuk dari Wasi yang tidak terlalu panjang, fungsi dari wasi ini yaitu dikenakan untuk alat tikam.

Namun, senjata ini dapat juga dibawa untuk berkebun.

Karena keunikan dan juga kesakralan dari Wesi, senjata ini juga sudah menjadi benda pusaka peninggalan nenek moyang masyarakat dayak.

Ada beberapa bentuk dari wasi yang telah populer di Kalimantan selatan misalnya Raja Tumpang, Belitung, Asu dan juga Herder.

Senjata Tradisional Bengkulu

7. Senjata Tradisional Lanting Kotamara

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Di Kalimantan Selatan juga memiliki jenis senjata pertahanan.

Senjata ini yaitu Lanting Kotamara.

Sebetulnya senjata ini merupakan sebuah benteng apung yang kokoh yang tersusun dari kayu-kayu Kalimantan yang kuat.

Jadi, sangat sulit untuk dapat ditembut oleh peluru dan meriam.

Tujuan dibuatnya Kotamara ini bertujuan untuk menahan serangan penjajah Belanda.

Benteng ini terapung di sungat Barito.

Selain digunakan untuk alat pertahanan, Kotamara juga telah difungsikan sebagai alat perlawanan.

Ini telah dibuktikan dari keseriusan masyarakat Kalimantan Selatan yang telah menempatkan meriam dan lila pada Kotamara ini.

Menurut sejarah yang telah tercatat, benteng apung ini sudah berhasil dikenakan 2 kali peperangan, yakni perang Onrust pada desember 1859 dan juga perang Cipanas pada Juli 1859.

Sekarang keberadaan dari benteng ini hanya tinggal sejarah ya teman-teman.

8. Senjata Tradisional Riwayang

Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Senjata riwayang ini berbentuk seperti tombak yang terdapat bait.

Tombak ini unik dengan tali yang terpasang di tengah gagangnya.

Cara memakainya yaitu dengan cara melemparkan riwayang seperti melempar lembing, ketika mengenai target riwayang ditarik memakai tali yang sudah terpasang.

Senjata ini sangat berguna untuk menangkap ikan di sungai.

Riwayang yang sudah terkenal di Kalimantan Selatan yaitu riwayang tauman.

Penutup

Nah, diatas tadi adalah penjelasan lengkap tentang macam-macam jenis dari senjata tradisional Kalimantan Selatan.

Kabar baiknya, kita juga dapat mempunyainya loh.

Demikianlah sedikit penjelasan di atas semoga dapat menambah wawasan kalian semua ya. Sekian dan terima kasih.

Artikel terkait: 

Senjata Tradisional Kalimantan Utara

Tarian Kalimantan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *