Tari Saman: Penjelasan, Sejarah, Pola, Busana, fungsi, dan Gambarnya

Tari Saman –  Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan beberapa kekayaan seni budaya yang melimpah. Salah satunya yaitu seni tari yang sudah mendapat pengaruh dari  berbagai kebudayaan, misalnya Melayu dan Arab.

Menikmari Aceh bisa jadi adalah sebuah pengalaman budaya yang kental dengan nuansa Islami. Selain populer dengan sebuah istilah Serambi Mekah, Aceh juga adalah salah satu provinsi dengan kekayaan seni yang sayang jika dilewatkan.

Tarian ini berasal dari dataran tinggi Gayo dan diciptakan oleh seorang ulama di Aceh, yaitu Syeikh Saman pada ada ke XIV Masehi.

Akulturasi budaya tersebut dapat menghasilkan tarian yang sangat terkenal yakni Tari Saman. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lengkap tentang seluk beluk tarian Saman agar generasi muda tetap mengerti dan juga melestarikan tarian ini.

Penjelasan Singkat Tari Saman

tari saman
sumber:tribunnew.id

Pada zaman dahulu, Tari Saman adalah salah satu media dakwah. Sebelum tari ini dipertunjukkan, para pemuka adat akan memberikan nasehat kepada para pemain dan juga penontonnya.

Selain itu, pertunjukan tarian ini juga sangat kental dengan syair petuah dan dakwah yang dilantunkan memakai bahasa Arab dan Gayo.

Pada awal kehadirannya, tari Saman adalah salah satu tarian sakral yang hanya boleh dipertontonkan pada saat peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.

Sekarang, tarian sudah menjadi tarian resmi yang biasanya menandai penyambutan tamu-tamu terhormat antara kabupaten maupun tamu-tamu Negara pada pembukaan festival maupun seremonial kenegaraan lainnya.

Tarian ini bisa jadi hanya dapat menyajikan keindahan gerakan tanpa serta meriahnya tepuk tangan para penari sembari mereka memukul dada dan pangkal paha dengan gerakan menghempaskan badan ke bagian arah tanpa iringan musik.

Umumnya, tarian ini terdiri dari belasan atau puluhan penari laki-laki, dengan seorang pemimpin yang mengarahkan gerakan itu yang biasa disebut dengan Syeikh. Seorang syeikh selain mejadi seorang koreografer ia juga bertugan untuk menyanyikan syair lagu Saman.

Di dalam pertunjukkan ini, seorang syeikh berperan penting untuk menjaga harmonisasi gerakan diantara para penarinya itu.

Baca juga : Tarian Betawi 

Sejarah Tari Saman

tari saman
sumber: reportersatu.com

Tari Saman merupakan tarian asli Aceh yang berasal dari dataran tinggi Gayo. Pada masa lalu, tarian ini banyak sekali dilakukan pada perayaan acara-acara penting di dalam adat masyarakat Aceh. Salah satunya yaitu pementasan Tari Saman yang ditampilan pada perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tarian Saman dapat disebut-sebut sebagai evolusui tarian yang pada awalnya bernama Pok Pok Ane. Pok Pok Ane merupakan sebuah lagu yang berisi sajak dan dinyanyikan dengan iringan tepukan tangan, tepukan paha, dan juga tepukan dada.

Kemudian gerakan tersebut telah diubah oleh Syeikh Saman agar lebih indah dengan beberapa penambahan variasi. Sehingga dapat terciptalah Tari Saman ini dengan ciri khas tepukan paha dan tepukan dada secara bergantian oleh tangan kanan dan tangan kiri.

Pada saat ini Tari Saman menjadi salah satu tarian hiburan karena dapat dilakukan tanpa ikatan acara, waktu dan upacara tertentu. Dengan kata lain: tarian ini dapat juga dibawakan dimana pun pada setiap kesempatan apapun.

Makna Tarian Saman

tari saman
sumber: wordpress.org

Tari Saman merupakan jenis tarian yang memerlukan gerakan kerjasama antar tim. Selain gerakannya yang unik, tarian inijuga sudah menjadi media penyampaian nasihan, pesan dan juga dakwah kepada masyarakat.

Banyak pesan dan juga makna filosofis yang dapat diambil dari tarian ini, seperti tentang ilmu agama, pendidikan, sopan santun, kepahlawanan, kebersamaan, dan yang paling penting kekompakan.

Sebelum tarian ini dimulai, para pemuka adat yang mewakili masyarakat setempat akan menuturkan nasihan yang berguna dan juga bermanfaat untuk para penari dan seluruh penonton. Pemain tari saman ini terdiri dari pria dan wanita muda dengan menggunakan pakaian adat Aceh.

Meskipun mempunyai gerakan yang sederhana, namun oleh masyarakat luar negeri tarian ini bahkan lebih populer jika dibandingkan dengan tari kecak dan tari pendet. Beberapa gerakan dasar tari saman yaitu antara lain tepuk tangan, gerak guncang, kirep, lingang, dan juga saring-saring. Gerakan sederhana dengan tempo cepat tersebutlah yang menjadi karakteristik dari tarian ini.

Tari saman ini terkenal akan keseragam dan juga keserasian gerakan pada saat ditampilkan. Para penari harus berkonsentrasi dan melewati latihan demi latihan agar terlihat kompak dan tidak melakukan kesalahan.

Baca juga : Suku Bangsa Aceh 

Fungsi Tari Saman

tari saman
sumber : merahputih.com

Tarian ini tidak hanya dapat dipentaskan di daerah Aceh, namun juga berada di daerah lain karena masyarakat luas sudah mengenalnya. Banyak festival tari yang memasukkan saman sebaga ketagori perlombaan.

Oleh sebab itu, selain memiliki fungsi sebagai tarian adat juga berguna sebagai sarana media hiburan dan perlombaan.

Tari saman ini juga menjadi magnet yang mendatangkan wisatawan untuk ke Aceh. Bahkan kepopuler tari saman di luar negeri telah mengalahkan tarian tradisional lain dari Indonesia.

Tarian saman ini juga bermanfaat sebagai media dakwah. Fungsi unik inilah yang telah membedakan saman dengan tarian lainnya. Dalam pementasan tari saman ada nada penyampaian dakwah dengan nilai-nilai kebaikan. Kemudian diikuti dengan gerakan-gerakan yang seragam.

Melalui tari saman ini pakaian adat Aceh bisa dikenalkan oleh masyarakat. Sebab dalam penampilannya, para penari saman selalu menggunakan pakaian adat tersebut.

Baca juga : Tarian Jawa Tengah 

Penyajian Tari Saman

tari saman
tari saman

Sebelum tarian saman ini dulakukan, terlebih daulu tampil seorang pemuka adat yang memberikan mukadimah atau pembukaan. Pemuka adat tersebut adalah perwakilan dari masyarakat setempat yang akan menyampaikan nasihat baik kepada pemain dan juga para penonton.

Kemudian tarian akan ditampilkan dan dipandu oleh seorang pemimpin atau yang biasa disebut “syeikh”. Tarian ini dikemas dengan paduan suara dan tepuk tangan dari para penari tanpa iringan musik. Pada  umumnya tari saman ini dilakukan oleh 10 orang atau lebih dengan komposisi 8 orang penari dan 2 orang pemimpin.

Tarian ini tidak dapar untuk dilepaska dari kombinasi gerak dan syair yang kental dengan unsur tradisional. Di dalam skala nasional tarian saman ini umumnya dilakukan pada acara-acara resmi, misalnya kunjungan tamu kehormatan dan pembukaan festival. Sedangkan di luar negeri, tarian ini pun telah diakui dunia dan sering memenangkan kompetisi tari tradisional tingkat internasional.

Keunikan Tari Saman

tari saman
tari saman

Apabila dibandingkan dengen beberapa tarian popular lain di Indonesia, tari saman ini memiliki keunikan tersendiri. Keunikan tersebut dapat terbagi menjadi beberapa elemen yang akan kamu jelaskan sebagai berikut:

1. Gerakan Tangan

Tari saman merupakan salah satu seni tari dari wilayah Aceh. Tarian ini dapat dilakukan tanpa iringan alat musik sehingga untuk mengatur tempo dan irama tarian digunakanlah suara-suara yang dapat dihasilkan oleh para penari.

Para penari akan bersuara dan kemudian menyanyikan syair serta tepukan pada saat melakukan gerakan tarian. Suara tepukan tersebut telah dihasilkan dari tepukan tangan, paha, dan juga dada.

Akan tetapi ada pula tari saman yang memakai iringan musik, misalnya kendang yang dimainkan oleh pemimpin  tari atau tuan cerdik pintar. Gerakan yan harmonis dengan syair-syair yang diteriakkan secara lantang sehingga membuat suasana pementasan semakin hidup.

2. Penari Pria dan Wanita

Budaya Melayu pada zaman dahulu, seperti tarian-tarian pada umumnya hanya dilakukan oleh para pria. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya zaman, wanita juga diperbolehkan untuk melakukannya.

Tari saman pada awalnya hanya dapat dimainkan para pria dengan jumlah kurang dari 10 orang. Orang tersebut terbagi menjadi 8 orang pemain dan 2 orang pemimpin yang memberi aba-aba.

3. Formasi Tari Saman

Tarian saman yang telah ditarikan dalam jumlah ganjil umumnya berjumlah 17 orang dengan formasi yang unik. Penari nomor 1 dan 17 pada formasi ini dapat disebut sebagi penumpang.

Kemudian para penari nomor 2 sampai nomor 7, dan nomor 11 sampai 16 biasa disebut penyepit. Sedangkan penari nomor 8 dan 10 bisa disebut sebagai pengapir dan penari nomor 9 dinamakan dengan pengangkat.

4. Harmonisasi dan Keserasian

Gerakan kompak dan juga harmonis dalam tari tradisional ini merupakan karakteristik utamanya. Para penari harus fokus pada setiap gerakannya agar memperhatikan lantunan syair-syair yang menjadi pengiring tarian tersebut.

Oleh karena itu, meskipunterlihat sederhana dengan hanya melakukan tepukan tangan, paha, dan juga dada faktanya tarian ini tidak cukup mudah untuk dilakukan.

Kekompakan dan juga keharmonisan harus tetap dijaga dari awal sampai akhir pementasan. Karena ciri inilah tarian saman ini dapat popular di luar negeri sampai mengalahkan kepopuleran tarian pendet dan tari kecak.

Melalui gerakan sederhana seperti gerakan tepuk tangan, lingang, gerak guncang, kirep, dan juga saring-saring, tarian ini mejadi salah satu tarian yang sangat unik. Selain itu, arti pada setiap proses pertunjukkan juga menyampaikan nilai-nilai luhur kepada masyarakat dan juga para penarinya.

5. Media Dakwah

Pada perhelatan tari saman ini ada beberapa tahap dimana sesepuh akan memberikan beberapa nasihat-nasihat dan dakwah ajaran agama Islam. Patuah tersebut dapat disampaikan melalui syair atau lirik lagu yang dinyanyikan oleh penari. Pada umumnya bahasa yang dipakai yaitu bahasa daerah Aceh atau bahasa Arab.

Selain berupa kata-kata bijak, nyanyian para penari saman juga dapat berupa sindiran. Selain itu, materi yang telah dibawakan juga dapat memuat tentang arti pelajaran, kesopan, kepahlawan, dan juga kerukunan masyarakat Aceh.

6. Kostum Tari Saman

Busana penari saman merupakan jenis pakaian adat Aceh. Pada umumnya baju-baju tersebut berwarna cerah dengan menggunakan hiasan sederhana di bagian kepala.

Ada 3 bagian kostum yang digunakan oleh penari, yakni bagian kepala yang bernama bulung teleng, pada bagain badan berupa baju kerrawang, cela, dan juga kain sarung atau jarik, serta bagian tangan berupa topeng geleng dan sapu tangan.

Warisan Dunia Oleh UNESCO

tari saman
tari saman

Tari saman dengan segala keunikannya, keabsahan, meliputi gerakan, arti filosofi dan pengaruhnya terhadap masyarakat membuatnya menjadi salah satu warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO.

Pengakuan tersebut yang telah menjadikan tarian saman ini setara dengan kesenian lain  di Indonesia, misalnya wayang, keris, batik, dan alat musik angklung.

Diharapkan melalui wawasan ini, kita sebagai anak bangsa atau anak muda penerus bangsa terus melestariakn tradisi kebudayaan leluhur agar tetap terjaga.

Baca juga : Pakaian Adat Jawa Timur

Pola Lantai Tari Saman Beserta Makna Dan Gambarnya Lengkap

tari saman
tari saman

Tari saman adalah salah satu tarian tradisionbal Indonesia yang berasal dari suku Gayo (Aceh). Tarian ini dipakai untuk pertunjukan pada peristiwa penting bagi adat mereka.

Tari saman ada yang diiringi dengan musik dan ada juga yang tidak, karena bunyi dan musiknya sudah dihasilkan dari suara para penari beserta tepuk tangan ditambah para penari memukul dada dan paha mereka. Bahasa yang dipakai pada nyanyian tari saman yaitu bahasa Gayo.

Gerakan, dan pola dari tari saman sangat khas dan dibutuhkan kekompakan dan latihan yang keras agar dapat mewujudkan tari saman yang bagus. Untuk tari saman menjadi terkenal karena dari gerakannya yang sulit namun dapat dilakukan secara kompak antar penarinya.

Karena tari saman terkenal maka biasa masuk ke dalam pelajaran sekolah, bahkan keluar dalam ulangan atau ujian maka kalian harus dapat memahami betul tentang tarian khas Aceh ini, pertanyaan yang sering keluar umumnya yaitu sebutkan pola lantai tari saman, apa saja pola lantai dari tari saman, dan yang lainnya.

Pola lantai adalah teknik perpindahan dan juga pergerakan posisi yang dilakukan oleh para penari di panggung. Pola lantai juga termasuk ke dalam teknik blocking atau penguasaan panggung.

Karena tari saman adalah tarian yang dilakukan secara berkelompok, maka pola lantai dan penguasaan panggung ini sangatlah penting untuk dapat mempermudahkan para penari mencari posisi yang tepat.

Bagaimana Pola Lantai Tari Saman?

Secara singkat ada sekitar 5 pola lantai yang harus dipertunjukan oleh penari saman, yakni pola lantai horizontal (menyamping), pola laintai vertical (lurus), pola lantai diagonal, pola lantai garis melengkung, dan juga pola lantai zigzag. Dan semua pola lantai tersebut berikut ini adalah penjelasan dari 5 pola lantai dengan lengkapnya.

1. Pola Lantai Horizontal (Menyamping)

Pola lantai garis horizontal atau menyamping sangat sering dipakai dan menjadi dasar gerakan pada tari saman asal Aceh ini. Pola lantai horizontal ini mempunyai arti sebagai hubungan antara manusia dengan manusia yang horizontal karena manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan manusia lainnya.

Pada pola ini, para penari berbaris lurus ke samping.  Selain itu pada pola lantai ini juga melambangkan umat Islam yang sedang membentuk syaf ketika sholat.

2. Pola Lantai Vertikal (Lurus)

Pada pola lantai vertical, para penari membentuk garis lurus dari depan ke belakang. Arti pola lantai vertikal merupakan hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta dan yang telah mengatur kehidupan manusi. Selain itu pola lantai ini dapat melambangkan kesan sederhana namun kuat.

3. Pola Lantai Diagonal

Pada pola lantai ini para penari membentuk barisan lurus namun menyudut ke kanan atau ke kiri, arti dari pola ini yaitu kesan dinamis namun kuat.

4. Pola Lantai Garis Melengkung

Pola lantai garis melengkung yaitu para penari berberis membentuk barisan yang melengkung. Ada berbagai macam pola garis melengkung, yakni garis lingkaran, lengkung ular, dan juga angakt delapan. Pola ini telah melambangkan kesan lemah lembut.

5. Pola Lantai Zig Zag

Pola lantai zig zag adalah pola lantai yang mengharuskan penarinya membentuk barisan zig zag yang mirip dengan huruf Z.

Pada tari saman ini bukan hanya pola lantai nya saja yang harus kalin perhatikan, akan tetapi ada juga pembagian fungsi para penari sesuai dengan penempatan formasinya. Ada yang berfungsi sebagai penopang, pengapit, penyepit, dan juga penindak. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

a. Penopang: Tugas dari penari saman yang bergungsi sebagai penopang yaitu menahan keutuhan formasi para penari agar tetap rapat dan juga lurus.

b. Penyepit: Sebagai penyepit, para penari harus mendukung gerakan tari yang memakai gerakan mengkat, dan harus membuat kerapatan antara penari sehingga tidak ada jarak antara para penari.

c. Pengapit: para penari yang bertugas sebagai pengapit mempunyai tugas untuk mengingatkan para penari untuk pergantian gerakan dalam tempo dulu.

d. Penindak: Peran dari penindak ini adalah peran yang sangat penting pada tari saman, karena ia yang mengatur gerakan tari, syair yang akan dibawakan, level tari, dan balasan-balasan syair.

Baca juga : Senjata Aceh

Properti Tari Saman

tari saman
tari saman

Sekilas tari saman adalah jenis tarian tradisional yang mirip sekali dengan Tai Taro Ratoh Jaroe, yakni tarian yang dipakai pada acara pembukaan Asian Games 2018 silam.

Hanya saja tari saman ini dibawakan oleh penari laki-laki. Tarian khas Suku Gayo ini Nampak begitu menarik untuk dipelajari lebih lanjut. Tak heran lagi jika banyak orang yang mencari tahu apa aja properti dari Tari Saman.

Properti yang dipakai sebagai kelengkapan tarian yang sudah diakui oleh UNESCO ini begitu beragam layaknya properti tari tradisional lainnya.

Hal ini juga bergantung dari banyaknya jenis-jenis Tari Saman tersebut. Telah tercatat sejumlah tarian Saman yang dapat Anda pelajari dengan mudah yaitu Saman Njik, Jejunten, Besaman, Ngerje, dan Bale Asam. Baik tanpa lama-lama berikut ini adalah properti yang digunakan pada Tari Saman.

1. BULUNG TELENG

Bulung Teleng ini seringkali disebut dengan tengkuluk yaitu sejenis kain berwarna hitam yang dipakai sebagai dasar penutup kepala bagi seorang penari Saman. Setengah bagian dari kain tersebut juga Nampak disulang dengan benang tertentu layaknya baju bersunting kepies tersebut.

2. BAJU

Baju yang digunakan oleh penari Saman biasanya memakai pakaian khas suku Gayo. Pakaian ini biasa disebut sebagai baju pokok atau baju kerrawang. Baju ini memiliki warna dasar hitam dengan sulamaan benang putih, merah, dan juga hijau. Di samping itu, pada bagian pinggang baju pokok ini juga disulam dengan memakai kedawek dan kekait serta berlengan pendek.

Baju adat Gayo yang digunakan oleh penari Saman cukup berbeda dengan baju ada yang digunakan oleh pengantin Gayo. Khususnya pada warna benanng sulaman. Baju Gayo dikenakan oleh pengantin ada memakai teknik sulaman benang yang berwarna merah, putih, kuning, dan juga warna hijau.

3. CELANA

Celana yang dikenakan oleh penari Saman adalah celana panjang dengan warna dasat hitam polos. Celana ini dibuat dengan kain bertekstur mengkilap. Umumnya celana ini digunakan sampai menutupi bagian mata kaki.

Celana panjang yang dikenakan sebagai kostum penari Saman ini mempunyai motif atau corak tertentu pada bagain ujuang bawah. Umumnya corak tersebut berwarna kuning emas tanpa mempunyai renda.

Celana tersebut juga senada dengan warna dari kain songket yang digunakan untuk melilit pinggang para penari. Bentuk corak tersebut melingkat secara horizontal layaknya membentuk gelang kaki pada celana penari.

Baca juga : Tarian Lampung

4. SARUNG

Properti  selanjutnya yang dikenakan oleh penari saman yaitu sarung. Sarung ini dikenakan untuk melilit celana panjang hitam yang digunakan oleh penari saman tersebut.

Warna dari kain sarung yang dikenakan menyesuaikan dengan warna dasar baju penari tersebut. Kain sarung tersebut juga mempunyai motif batik yang menyesuaikan dengan adat masyarakat setempat.

Adapun motif batik yang seing dikenakan di dalam tarian tradisional ini yaitu motif batik Gayo. Batik Gayo atau yang biasa dikenal dengan istilah Kerawang Gayo adalah sulaman di atas selembar kain yang mengusung lambang maupun gambar berfalsafah tertentu. Yang telah menjadi ciri khas dari batik Gayo ini yaitu bahan dasar pewarnaan yang terbuat dari benang.

Pewarnaan tersebut tentunya berbeda sekali dengan pewarnaan batik pada umumnya. Pembatik Gayo akan menyulam kain dengan memakai benang sulaman berwarna indah. Para pembatik akan memakai mesin jahit biasa maupun alat jahit tradisional lainnya.

Kain sarung bermotif batik Gayo ini dikenakan sebagai alternatif pengganti kain songket. Apabila tidak ada kain songket, maka para penari dapat mengenakan kain sarung sebagai busana tarian Saman tersebut.

5. STAGEN

Properti Tari Saman selanjutnya yaitu Stagen. Stagen adalah aksesoris tetap yang dipakai oleh benyak penari tradisional. Stagen yang dikenakan oleh penari Saman berguna untuk mengencangkan baju agar tidak mengendur dan melorot.

Selain itu, pemakaian dari stagen juga untuk menunjukkan bentuk tubuh penari yang sesungguhnya. Adapun untuk warna dari stagen yang seing dipakai yaitu warna hitam.

Penggunaan stagen yang dilakukan oleh seorang penari tradisional mempunyai filosofi tersendiri. Seperti halnya para penari Saman tersebut. Stagen digunakan agar tubuh seorang penari tetap tegak dan santun terutama dalam bertindak maupun bertutur kata.

Dengan demikian, selain menikmati cerita tarian setidaknya penonton juga dapat mengambil hikmah di balik beragam properti yang dikenakan.

6. SABUK

Pada suatu tarian tradisional seperti halnya tarian Saman, sabuk yang dikenakan untuk menutupi stagen yang melingkari pinggang penari. Sabuk merupakan unsur pelengkap bagi penampilan seorang penari Saman. Jadi, selain memakai stagen para penari harus memakai sabuk untuk memperindah penampilan.

Seperti halnya stagen, pemakaian sabuk pada penari Saman juga memiliki filosofi khusus. Khususnya yaitu sabuk yang dibuat dari kain tenunan bermakna agar penari mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam bekerja, seseorang harus senantiasa bersungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang maksimal.

7. TOPONG GELANG

Serupa dengan namanya topong gelang adalah sebuah properti Tari Saman yang dikenakan pada pergelangan tangan. Topong gelang adalah sebuah gelang yang terbuat dari kain tertentu dan kemudian diikatkan pada tangan si penari. Properti ini yaitu berupa hiasan tangan yang berbentuk menyerupai rantai pada baju adat tarian tersebut.

Berbeda dari tarian tradisional lainnya, topeng gelang hanya dapat dipakai pada salah satu pergelangan tangan. Topong gelang hanya dapat digunakan pada pergelangan tangan kanan penari Saman.

Selain itu pemakaian gelang kaki untuk penari Saman juga dirasa tidak perlu. Hal iini dikarenakan bahwa gerakan penari hanya berfokus pada tangan dengan posisi duduk santun.

Baca juga : Tarian Kalimantan

8. SAPU TANGAN

Sama halnya dengan sapu tangan pada umumnya, sapu tangan yang dikenakan oleh penari Saman ini terbuat dari kain dengan berbentuk persegi.

Pemakaian sapu tangan pada penari Sama sama seperti pemakaian topong gelang. Sapu tangan akan dililitkan pada sebuah pergelangan tangan pada tiap-tiap penari. Sebetulnya pemakaian properti ini opsional tergantung pada kebutuhannya.

Umumnya warna dari sapu tangan akan senada dengan pakaian yang digunakan. Warna yang digunakan mempunyai kandungan nilai-nilai tertentu sebagai petunjuk identitas bagi si pengguna. Warna-warna yang dipilih akan menunjukkan kekompakan, keperkasaan, kebijaksanaan, keberanian, dan keharmonisan pada kepercayaan masyarakat setempat.

9. KAIN SONGKET

Properti Tari Saman yang selanjutnya yaitu kain songket. Songket merupakan sejenis tenunan kain tradisional yang berasal dari suku Melayu. Wajar rasanya jika kain ini dipakai sebagai salah satu busana wajib yang digunakan oleh penari saman.

Bahkan bukan hanya dikenakan untuk tarian Saman saja melainkan tarian lainnya yang berasal dari Sumatera banyak yang memakai kain ini sebagai busana penari.

Tergolong ke dalam kategori tenun brokat, kain songket yang dikenakan oleh penari Saman ditenun dengan benang berwarna emas dan juga perak. Benang dengan warna ini membuat kain songket terlihat Nampak lebih kemilau cemerlang dan juga menarik bagi setiap mata yang memandang.

Penutup

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang macam-macam tari Saman yang telah kami sampaikan kepada Anda dan semoga dapat memberikan manfaat. Jangan ragu untuk selalu membagikan informasi kepada orang-orang yang membutuhkannya.

                                                                                           Tari Saman 

Tinggalkan komentar