14+ Tarian Aceh: Penjelasan, Ciri Khas, Fungsi, dan Gambarnya Lengkap

7 min read

tarian Aceh

Tarian Aceh – Aceh tidak hanya memiliki alam yang sangat indah namun juga beragam budaya yang banyak dan bahkan 1 dari Tarian Aceh sudah di akui oleh UNESCO negeri yang dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah memiliki beberapa kelebihan menurut beberapa sumber.

Ada 3 jenis kelebihan yang dapat dibanggakan dari provinsi Banda Aceh. Salah satunya Aceh sendiri sangat menjaga budaya dari para leluhurnya. Pantas saja jika tari Saman ini benar-benar di jaga nilai budayanya.

Tarian Aceh adalah salah satu tarian yang sangat menonjol dari tari-tarian lain yang ada di Indonesia. Beberapa tarian Aceh tidak hanya dikenal di dalam negeri, akan tetapi juga di luar negeri, dan ada juga senjata adat Aceh yang sudah terkenal di negeri ini.

Sebut saja seperti Tari Saman, Tari Laweut, Tari Seudeti dan juga tarian populer lain dari daerah Aceh. Secara garis besar, tarian daerah Aceh mempunyai ciri khas misalnya : sarat dengan nilai islam, melibatkan banyak orang, dan juga terdiri dari serangkaian gerak serupa yang rancak.

Ciri Khas Kesenian Tarian Aceh

tarian Aceh
Sumber : wisatabang.com

Setiap tarian tentunya mempunyai ciri khas yang selalu diturunkan kepada para keturunannya.

Misalnya pada tarian khas daerah Aceh yang memiliki ciri pengenal untuk dapat membedakan dengan tarian dari daerah lain.

Salah satunya yakni tentang penari yang akan memainkannya. Pada kebanyakan tarian asal daerah Aceh, untuk anggota penarinya umumnya berkelompok besar.

Selain itu juga, tarian dari daerah ini dimainkan dengan pola tertentu. Pola tersebut merupakan pola lantai dengan bentuk horizontal.

Pada umumnya, pola ini dapat dimainkan dengan cara ditambahkan beberapa gerakan khas. Gerakan ini ditampilkan memakai tempo yang lebih cepat dari kebanyakan tari pada umumnya. Sehingga, tarian ini mempunyai kesan yang energik dan juga penuh dengan semangat.

Selain dengan gerakan yang mengalihkan perhatian, terdapat pula kegiatan lain yang tidak kalah menariknya. Kegiatan ini merupakan penampilan tarian dengan bernyanyi.

Pada nyanyian inilah, seorang pencipta membuat syair tersebut dengan cara mengkolaborasikan bahasa Arab dan juga bahasa Aceh. Syair yang dibawakan ini dapat menambahkan suasana ceria pada tarian khas Aceh tersebut.

Baca juga : Tarian Jawa Tengah

Atribut Khas Pakaian Khas Penari Aceh

Tarian Aceh
sumber : restuemak.com

Tarian yang ada di Negara Indonesia memanglah sangat terkenal dengan kemeriahannya. Salah satu hal yang telah mendukung kemeriahan tersebut yaitu pakaian tarian Aceh tersebut.

Jika dapat Anda perhatikan, tarian-tarian di daerah Aceh ini mempunyai beberapa kostum yang menonjol.

Hal ini yakni dari segi baju  yang digunakan umumnya mengambil warna-warna yang mencolok namun tetap saja anggun. Beberapa baju tersebut telah dikombinasikan dengan kain batik khas kota Aceh.

Selain itu, pada bagian kepala sang penari telah dihiasi oleh ikat pinggang kepala untuk penari laki-laki. Sedangkan, untuk penari perempuan yang memakai topi atau mahkota warna-warni.

Adanya pengaruh dari budaya islam di Aceh yang membuat para penari perempuan juga dilengkapi dengan atribut berupa jilbab yang menutupi rambutnya.

Sementara itu, pada bagian pinggangnya terdapat juga sabuk yang menjadi ciri khas yang digunakan oleh penari tersebut.

Baca juga : Pakaian adat Betawi

Fungsi Penampilan Tarian Aceh

Tarian Aceh
sumber :restuemak.com

Aceh adalah tarian daerah dengan wilayah yang sangat strategis yakni ujung Pulau Sumatera.

Wilayah inilah yang telah dianggap sebagai tempat penyebaran agama Islam pertama kali.

Sampai sekarang ini Aceh sangat identic dengan agama islam.

Begitupun dengan beberapa tariannya yang sangat beranekaragam.

Tarian-tarian ini sejak zaman dahulu sudah ditarikan untuk memenuhi fungsi keagaman.

Fungsi inilah yang sudah menyebabkan terjadinya penyebaran agama Islam secara besar-besaran pada rakyat Aceh.

Jika dapat Anda perhatikan, sebagain besar dari tarian Aceh berisi tentang dakwah yang ditampilkan melalui gerakan-gerakan dan juga nyanyian.

Serta, kebanyakan dari tarian di daerah Aceh juga membuat kolaborasi antara bahasa Aceh dan juga bahasa Arab.

Hal ini sangat tampak jelas jika fungsi dari tarian khas Aceh ini tidak hanya sebagai media hiburan saja, akan tetapi juga mendukung dalam hal keagamaan.

Misalnya saja dalam tarian Saman.

Taian ini sangat dikenal oleh masyarakat Aceh sebagai tarian keagamaan.

Penampilannya telah difungsikan untuk memberikan sebuah nasihat, pesan, dan juga dakwah.

Selain itu, arti yang telah terkandung di dalam tarian ini juga menggambarkan tentang kesopan santunan, pendidikan, keagamaan, dan juga kebersamaan.

Baca juga : Upacara adat Jawa Timur 

Jenis Tarian Aceh

Tarian Aceh
sumber : helloindonesia.id

Penasaran dengan tarian daerah Aceh yang sudah terkenal. Berikut ini adalah 14 tarian daerah Aceh yang wajib untuk kalian ketahui.

1. Tari Saman

Tarian yang pertama mungkin bagi kalian sudah tidak asing lagi, yang pertama adalah tari Saman. Tarian tradisional ini dulunya merupakan tarian etnis Suku Gayo, yang dimana ras tersebut sebagai ras tertua tertua di pesisir Aceh pada saat masa itu.

Pada saat itu tarian ini bertujuan untuk media penyebaran agama Islam. Sekarang, tarian ini bersifat hiburan dan sering dibawakan untuk mengisi festival kesenian dimancanegara.

Tarian ini kira-kira dapat dimainkan oleh 9 orang atau lebih, yang terpenting jumlahnya harus ganjil. Tetapi jika kita ngomong tentang Tari Saman, saya sempat membaca didunia maya sempat terjadi kontroversi tentang tarian adat ini.

Salah seorang netizen mengatakan jika tarian ini dikhususkan untuk seorang laki-laki, karena tubuh wanita sangat lemah untuk dapat mengikuti gerakan tari Saman tersebut.

Wajar saja jika gerakan di dalam tari Saman akan terdapat mengandung tepuk dada dan juga tepuk tangan.

Di dalam tarian ini, semua penari akan bergerak dengan sangat kompak, gerakan yang telah dianggap klimaks dari semua gerakan yaitu ketika para penari itu mengangkat tangannya ke langit, dan juga memegang tangan temannya. Saya fikir gerakan itu seperti gerakan ombak. Dimana sebagian dari penari menunduk, sebagain lagi seolah menegadah kebelakang, dan juga sebagain lagi mengangkat tangan.

Kostum yang dipakai di dalam tari Saman yaitu kostum suku Gayo, dan juga dikendalikan oleh seorang penari tengah. Tari saman sendiri tidak memakai alat musik lainnya, mereka hanya memanfaatkan bunyi suara yang telah dihasilkan dari tepukan tangan.

Pantas saja, tarian ini telah masuk ke daftar UNESCO dan sejak itulah, tari saman tidak diperbolehkan untuk ditarikan oleh seorang perempuan, kostum yang dipakai pun tidak sembarangan dan juga bahasa yang dipakai pun harus bahasa suku Gayo.

2. Tari Laweut

Tari Laweut adalah salah satu ragam tarian tradisional Aceh yang berasal dari Kabpupaten Pidie, provinsi Aceh. Tarian ini telah menyebar ke seantero Aceh dan juga menjadi salah satu tarian populer bersama dengan Tari Saman dan tari Seudati seiring dengan berjalannya waktu.

Tari Laweut yang dulunya bernama Seudati Inong ini adalah Tari Seudati versi perempuan. Kedua tari tersebut mempunyai banyak kesamaan berupa gerakan dan juga pola tarian, proses serta tehniknya.

Tidak hanya itu, kedua tari ini juga sama-sama melibatkan 8 penari dengan 1 syahi atau penyanyi yang sekaligus memimpin tarian.

3. Tari Ratoeh Duek

Tarian Aceh yang selanjutnya ada Ratoh Duek, salah satu tari daerah Aceh yang identic dengan Tari Saman. Keduanya terlihat sama akan tetapi tetap mempunyai perbedaan.

Sejak Tari Saman sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia, tarian itu hanya boleh ditarikan oleh laki-laki yang berjumlah ganjil.

Sementara untuk Tari Ratoh Duek ini dibawakan oleh penari wanita yang berjumlah genap dan juga perbedaan lainnya yaitu dari segi busana. Penari Saman menggunakan pakaian adat Suku Gayo, sedangkan untuk penari Ratok Duek memakai pakaian polos berwarna dipadu dengan kain songket Aceh.

Ratoh Duek sendiri sudah sangat populer di luar Aceh dan tidak heran jika sering ditampilkan di dalam dan juga di luar negeri. Para penari akan duduk berbanjar dengan pola lantai yang tidak banyak mempunyai perubahan, yaitu hanya berbentuk horizontal, dan berbentuk zig-zag. Selain itu para penarinya semua seorang wanita berjumlah genap yaitu 8-12 orang.

4. Tari Seudati

Buat kalian yang belum mengerti, Tari Seudati berasal dari daerah Aceh, khususnya yang berada di Kabupaten Pidie dan juga Kabupaten Aceh Utara. Pada zaman dulu tarian ini bernama Ratoh yang berarti penceritaan tentang apa saja yang telah berhubungan dengan aspek sosial-kemasyarakatan.

Riwayat dari Tari Seudati ini berasal dari Shahadatan atau dua kalimat syahadat. Tari Seudati ini merupakan media dakwah yang dapat disampaikan dengan keindahan dan juga gerakan yang kompak.

Ciri khas dari tarian ini yaitu berupa gerakan gembira dan juga menggambarkan kebersamaan dimana seluruh bagian tubuh para penari bergerak ketika hendak menarikannya.

Sebuah tarian yang agresif yang dapat dibawakan oleh 8 penari yang masing-masing diberi jabatan tersendiri. Tari Seudati ini berasal dari salah satu kekayaan budaya kita dan sudah terkenal tidak hanya di dalam negeri, namun juga di mancanegara seperti halnya Tari Saman.

5. Tari Tarek Pukat

Tari Tarek Pukat ini telah terinspirasi dari budaya masyarakat di pesisir Aceh yaitu Tarek Pukat merupakan salah satu tradisi menangkap ikan dengan jalan dan kemudian bergotong-royong.

7 penari perempuan berbusana tradisi Aceh akan menari sambil membawa istrumen pelengkap berupa tali sebagai simbol jala atau yang di dalam bahasa Aceh disebut dengan pukat.

Tari Tarek Pukat ini dapat diiringi dengan nyanyian dan juga musik khas Aceh.

6. Tari Likok Pulo

Tari Likok Pulo ini berasal dari daerah Aceh Besar di ujung pelosok utara Pulau Sumatera. Telah terdiri dari 10-12 penari yang membawakan tarian ini kemudian dilengkapi dengan properti bambu seukuran jari telunjuk.

Para penari akan duduk memanjang dengan posisi selang seling atas bawah. Setiap gerakan menyimbolkan nasehat-nasehat yang akan disampaikan memalui syair oleh para penari utama yang biasa disebut dengan Syekh.

7. Tari Bines

Tari Bines ini adalah salah satu ragam kesenian dari suku Gayo dan bagi masyarakat Gayo Lues, Tari Bines adalah belahan jiwa dari Tari Saman.

Leluhur  Gayo telah menciptakan Tari Bines ini sebagai pengganti Tari Saman yang pada zaman dulu telah dianggap terlalu keras gerakannya sampai tidak bisa dibawakan oleh seorang wanita.

Pada umumnya Tari Bines ini ditampilkan pada jeda penampilan satu groub saman dengan groub yang lainnya. Keberadaan dari tari ini yang lebih berfungsi sebagai pelengkap membuat tarian ini tidak sepopuler Tari Saman.

8. Rateb Meuseukat

Rateb Meuseukat adalah tarian khas Aceh yang sering disamakan dengan Tari Saman selain Tarian Ratoh Duek.

Merujuk pada Wikipedia, Tari Saman yang awal mulanya dimainkan oleh remaja putri di pesisir berubah menjadi Ratoh Duek. Berikutnya, Ratoh Duek mengalami sebuah perubahan menjadi Tari Rateb Meuseukat.

Tarian ini tumbuh sebagai tari yang hanya dapat dibawakan oleh seorang perempuan saja. Jumlah penari yang tidak terbatas dan minimal 10 orang, dipimpin oleh seorang syeh. Sumber lain telah menyebut jika pemain dari tarian ini berjumlah 13 orang, berjumlah ganjil tidak boleh kurang dari 10 penari.

Baca juga : Senjata tradisional Bali 

9. Tari Guel

Tari Guel adalah salah satu tarian khas Aceh yang patut untuk kamu ketahui dan juga berasal dari daerah dataran tinggi Gayoo di Provinsi Aceh bagian tengah. Tarian ini dapat difungsikan sebagai media hiburan dan erat kaitannya dengan sebuah upacara adat.

Istilah dari Guel mempunyai arti membunyikan atau memukul suatu benda sampai menimbulkan suara. Tarian ini telah terinspirasi dari harmoni alam dan juga lingkungan yang telah dirangkai melalui gerak simbolis dan juga hentakan irama.

Tari Guel sendiri telah mengandung berbagai unsur sastra, musik, seni, dan juga tari yang  berpadu harmonis dan sarat akan sebuah makna, khususnya sehubungan dengan sejarah Gayo.

10. Rapai Geleng

Tari Rapai Geleng ini tergolong satu di antara tarian Daerag Aceh yang dipakai sebagai media dakwah. Rapai Geleng mempunyai muatan nilai-nilai Islam pada setiap bagiannya, termasuk syair, busana, dan juga gerakannya.

Tidak hanya itu, tarian ini dapat menyimbolkan sikap hidup Suku Aceh yang sarat nilai kekompakan dan juga kebersamaan di dalam bermasyarakat.

Tarian ini juga tergolong yang paling populer dan juga digemari oleh sebagain masyarakat Aceh. Pasalnya setiap pertunjukannya selalu dipadati oleh penonton. Daya tarik tarian Aceh ini ada pada sebuah keindahan gerak dan syair yang menyertainya, sangat menghibur mata dan juga telinga.

11. Tari Ratoh Jaroe

Tari Ratoh Jaroe merupakan tarian kreasi baru yang memuat nilai kebersamaan dan juga kekompakan, menggambarkan ciri khas tarian tradisional Aceh tersebut.

Disebut dengan tarian kreasi tradisi karena Ratoh Jaroe dapat menampilkan berbagai gerak yang telah diadopsi dari tari-tarian Aceh misalnya Ratep Meuseukat, Likok Pulo, Rapai Geleng, dan juga tarian lainnya.

Uniknya, Tari Ratoh Jaroe ini tumbuh dan juga berkembang di Jakarta dan merupakan kreasi seniman Aceh yang bernama Yusri yang sedang merantau ke Jakarta pada tahun 1999. Koreografer yang biasa di panggil Dek Gam ini telah mengembangkannya pada tahun 2000-2001 pada saat menjadi pelatih tari di salah satu SMA di daerah Jakarta.

Tari Ratoh Jaroe ini senantiasa berkembang sampai dimasukkan di dalam mata pelajaran ekstrakurikuler favorit pada setiap sekolah di Ibukota Jakarta ini. Tari urban ini menjadi populer terlebih pada saat mengiringi upacar pembukaan Asian Games 2018.

12. Tari Didong

Tarian daerah Aceh yang terakhir ada Tari Didong yang dapat menyatukan beberapa unsur misalnya tari, vocal, dan juga sastra. Kata Didong mempunyai arti “nyanyian sambil bekerja” akan tetapi ada pula yang berpendapat jika Didong ini berasal dari suara musik yang seolah-olah mengatakan “din” dan juga “dong”.

Tari ini mempunyai gerakan duduk dan juga bermain dengan kedua tangan. Selanjutnya para penari akan menyanyikan sebuah lagu, dan menepakkan tangan dengan ketukan yang berbeda macam Tari Kecak.

Tari Didong sendiri tidak memakai alat musik latar dan juga para penarinya akan mengeluarkan nada-nada misalnya musik dari mulutnya. Pada umumnya tari ini dipentaskan jika ada acara keagamaan dan juga sebagai ajang hiburan.

Penutup

Itulah 12 tarian Aceh yang paling Populer yang patut untuk kalian ketahui. Masing-masing dari tarian ini menyimpan khasanah budaya dan mempunyai gerakan khas yang unik dan juga menarik. Jadi kalian sudah tahu kan jenis tarian Aceh apa saja yang terpopuler?.

                                                                       Tarian Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *