20++ Tarian Daerah Jawa Tengah: Penjelasan, dan Gambarnya (Lengkap)

6 min read

tarian jawa tengah

Tarian Jawa Tengah – Tarian adat daerah Jawa Tengah adalah salah satu khazanah Negara Indonesia yang harus dijaga sampai kapan pun juga. Ada banyak sekali cara untuk melestarikannya, mula dari sosialisai kepada setiap keluarga, sekolah, dan universitas. Dan kemudian dapat juga dijadikan sebagai objek wisata untuk mengundang wisatawan untuk datang ke Jawa Tengah.

Tari tradisional Jawa Tengah ini tidak dapat dilepaskan dari sejarahnya yang penuh dengan lika liku. Selain itu, ada yang bernilai mistis dan juga hanya sekedar budaya saja. Dan itu pula yang telah menyebabkan kesenian tari ini tidak dapat dinilai dengan materi.

Jika ada Negara lain yang mencoba untuk mengklain salah satu tarian Jawa Tengah ini maka seluruh rakyat Indonesia siap untuk mempertahankannya

Untuk dapat mengenal apa saja tarian yang berada di Jawa Tengah, pada kesempatan ini akan kami sampaikan dengan satu demi satu.

Daftar Tarian Adat Jawa Tengah

Tarian Jawa Tengah
Sumber : Soloevent.id

Berikut ini adalah daftar tarian yang ada di daerah Jawa Barat :

1. Tari adat Serimpi

2. Tari adat Kretek

3. Tari adat Ronggeng

4. Tari Adat Gambyong

5. Tari Adat Sintren

6. Tari Adat Jlantur

7. Tari Adat Prawiroguno

8. Tari Adat Kukila

9. Tari Adat Lengger

10. Tari Adat Topeng Ireng

11. Tari Adat Rong Tek

12. Tari Adat Ujungan

13. Tari Adat Blambangan Cakil

14. Tari Adat Rancak Denok

15. Tari Adat Aplang

16. Tari Adat Kuntulan (Jepin atau Rodad)

17. Tari Adat Wira Pertiwi

18. Tari Adat Beksan Wireng

19. Tari Adat Bondan

20. Tari Adat Bedhaya Ketawang

Baca Juga : Upacara Adat Jawa Tengah 

Kumpulan Tarian Jawa Tengah

Tarian Jawa Tengah
sumber : kumpulanilmu.com

Setelah kalian melihat daftar tarian adat Jawa Tengah di atas, langsung saja berikut ini akan kita simak penjelasan tentang tari yang ada di Jawa Tengah.

1. Tari Adat Serimpi

Tari yang pertama yaitu tari Serimpi, Tari Serimpi adalah salah satu tari klasik yang berasal dari daerah Jawa Tegah. Tari ini muncul pada zaman kerajaan Mataram yang pada saat itu sedang dipimpin oleh Sultan Agung yaitu pada tahun 1613 sampai 1646.

Tari Serimpi ini dianggap sakral karena hanya dipentaskan di dalam lingkungan keraton untuk ritual kenegaraan dan juga peringatan kenaikan tahta Sultan. Tari Serimpi dari daerah Jawa Tengah ini ditampilkan dengan diiringi suara gamelan.

2. Tari Adat Ronggeng

Tari Ronggang ini telah berkembang di masyarakat Jawa Barat dan juga Jawa Tengah kemungkinan dari zaman kuno, relief yang berada di bagian Karmawibhanga pada abad ke – 8 Borobudur yang menampilkan adegan perjalanan rombongan hiburan dengan musisi dan penari wanita.

Tentunya tari ronggang ini memang berbeda dengan tarian lainnya. Gerak tari ronggeng ini lebih ekpresif bahkan mengarah ke nilai eksotis.

3. Tari Adat Kretek

Tari kretek ini berasal dari daerah Kudus, Jawa Tengah. Tarian ini telah menggambarkan kehidupan para buruh bersama dengan kreteknya. Kota Kudus sudah lama dikenal dengan industry kreteknya dan sudah menjadi penopang perekonomian masyarakat setempat.

Sebelum dikenal dengan nama Tari Kretek, tarin ini biasa dikenal dengan nama Tari Mbatil, namun seiring dengan berjalannya waktu penggunaan nama Mbatil tergantikan dengan kretek, merujuk pada gambaran utama yang telah disampaikan melalui tarian tersebut. Tarian ini sudah dikkenal di Kudus sejak tahun 1985.

4. Tari Adat Gambyong

Tari Gambyong ini berasal dari daerah Surakarta dan merupakan jenis tari perpaduan dari tari kraton dan tari rakyat. Nama dar Gambyong ini diambil dari nama pencipra tarian tersebut yaitu seorang Waranggana atau wanita yang ahli menari yaitu “Mas Ajeng Gambyong”

5. Tari Adat Sintren

Tari Sintren ini telah berkembang di pesisir pantai utara jawa yang meliputi pesisir utara jawa tengah sampai pesisir utara jawa barat misalnya daerah Majalengka, Indramayu,Brebes, Pemalang, Cirebon, Banyumas, dan juga Pekaongan.

Tari sintren ini merupakan salah satu tarian misterius yang telah dikaitkan dengan kerasukan arwah dan masih berkembang sampai saat ini.

Penari sintern ini selalu memakai sebuah kacamata hitam pada saat naik pentas, ada yang mempercayai bahwa pada saat menari bola mata penari sintren menjadi putih dan demi sebuah estetika dipakaian kacamata hitam untuk dapat menutup mata penari tersebut agar tidak menakut nakuti penonton. Pementasan dari Tarian sintren ini diiringi oleh seperangkat alat musik gamelan.

6. Tari Adat Jlantur

Tari adat Jlantur ini berasal dari daerah Boyolali, dimainkan oleh sekitar 40an penari pria. Property yang dipakai di dalam pementasan berupa kuda tiruan, dan juga ikat kepala pada setiap penari. Dilihat dari sisi property yang dipakai, tari Jlantur ini mempunyai kesamaan dengan Tari Kuda Lumping.

7. Tari Adat Prawiroguno

Tari Prawiroguno ini telah menggambarkan situasi atau kondisi peperangan pada masa penjajahan. Gerakan dari tari Prawiroguno ini sangat dinamis dengan penari yang berpakaian layaknya tengah dalam perang lengkap dengan adanya properti alat perang misalnya tameng atau tombak.

8. Tari Adat Kukila

Tidak sedikit dari tarian tradisional zaman dahulu yang memakai binatang sebagai ide dasar atau gagasan dari sebuah tarian, salah satunyai yaitu Tari Kukila yang telah mengadopsi gerakan burung.

Gerakan utama yang ada di dalam tari Kukila ini telah menggambarkan tingah laku burung yang tergambar di dalam gerakan Tari Kukila pada saat dipentaskan yang sangat dinamis, lincah, dan juga gesit.

Baca juga : restuemak.com

9. Tari Adat Lengger

Tari Lengger adalah salah satu turunan atau kreasi dari Tari Tayub. Lengger yang berasal dari dua suku kata yaitu Le yang berarti Tole atau anak laki-laki, dan Ger dari kata Geger yang berarti ramai.

Pada awalnya tarian lengger ini telah dianggap negative karena sarat unsur sunsualitas namun Sunan Kalijaga mengubah garakan tari ini dan telah menjadikannya salah satu media untuk berdakwah.

10. Tari Adat Topeng Ireng

Pada zaman dahulu tarian tradisional telah menjadi media kamuflase latihan beladiri masyarakat setempat atas tindakan yang semena mena penjajah Belanda yang melarang masyarakat berlatih silat, salah satunya yaitu Tari Topeng Irang yang dipakai sebagai sarana untuk latihan beladiri dan telah berkembang di sekitar Lereng Gunung Merbabu, Magelang.

Meskipun demikina tari topeng ireng tidak lantas kehilangan artinya sebagai sebuah tarian yang berunsur seni. Tari Topeng ireng mempunyai pesan arif di dalam setiap gerakannya dimana salah satunya yaitu untuk memberikan nasihat tentang kebaikan hidup.

11. Tari Adat Rong Tek

Tari Rong Tek adalah salah satu tarian yang berasal dari perkembangan Tari Longger Banyumasan. Tari Rong Tek ini berasal dari dua suku Kata, yakni Rong dan Tek, Rong ini sendiri diambil dari kata Ronggeng atau penari dan Tek yang berasal dari bamboo yang dimainkan dan juga sebagai alat pengiring utama di dalam tarian ini.

12. Tari Adat Ujungan

Tari adat Ujungan adalah salah satu ritual meminta hujan yang telah dilakukan oleh masyarakat Gumelan dan juga sekitarnya ketika musim kemarau panjang. Melalui adanya ritual ini, seorang laki-laki terpilih sering memamerkan kekuatan “atosing balung, wuleding kulit” yang artinya kerasnya tulang, kuatnya kulit yang telah dipadukan dengan tindakan estetis.

Sekilas tari Ujungan ini semacam olah raga tradisional yang cukup keras, memakai sebatang rotan untuk memukul lawannya pada bagian paha ke bawah. Semakin banyak darah yang ke luar maka semakain cepat pula hujan yang akan turun.

Baca Juga : restuemak.com

13. Tari Adat Blambangan Cakil

Tari Blambang Cakil merupakan salah satu tarian yang telah diadopsi dari cerita pewayangan. Adegan yang disadur sebagai tarian yaitu “Perang Kembang” dimana para ksatria dan juga raksasa saling berperang, menggambarkan peperangan antara sebuah kebaikan melawan kejahatan.

Tokoh ksatria yang pada umumnya mengambil tokok Arjuna yang diperankan oleh seorang penari yang menggambarkan kebaikan dengan menunjukan gesture dan gerak tari yang lembut dan halus, sedangkan untuk Tokok Raksasa, Cakil ini menggambarkan kejahatan dengan gesture tari kasar dan beringas. Tari Blambangan Cakil ini mempunyai filosofi bahwa kejahatan akan selalu kalah oleh kebaikan

14. Tari Adat Rancak Denok

Rancak Denok ini berasal dari dua kata, yaitu Rancak yang berarti dinamis dan juga cepat, dan Denok yang berarti perempuan dengan demikian dapat dibayangkan bahwa tarian ini merupakan pergerakan dari tarian yang dinamis dan cepat.

Tari Rancak Denok ini adalah sebuah tari kreasi yang mengambil gagasan dari berbagai tari yang memakai topeng sebagai salah satu property saat pementasan. Tarian ini memakai property utama yaitu topeng dan pada umumnya ditarikan oleh seorang wanita.

15. Tari Adat Aplang

Sejarah terbentuknya Tari Aplang ini yaitu berasal dari tradisi penyebaran agama islam di daerah Jawa Tengah, dmana pada saat itu telah mencapai masa puncak nya.

Pada zaman dahulu Tari Aplang ini sangat lah terkenal di kalangan masyarakat Banjanegara yang pada awalnya dipakai sebagai media penyebaran agama Islam.

Oleh karena itu, tari Aplang ini memiliki ciri khas yang tidak terlepas dari unsur islami, diantaranya yaitu diirigi dengan rebana, bedug, dan beberapa cerita serta syair puji-pujian yang telah dilakukan memakai bahasa Arab dan Jawa.

Tari Aplang pada umumnya dipentaskan oleh sedikitnya lima orang penari putra atau putri sampai jumlah yang tidak ditentukan. Usia penari maksimal yaitu 25 tahun.

Hal ini dimaksudkan agar para penari lebih enerjik dan juga semangat di dalam membawakan tarian. Tidak lupa juga penari harus tetap memakai gapyak sebagai alat yang harus ada di dalam menari Aplang ini.

Baca juga : Pakaian Jawa Tengah 

16. Tari Adat Kuntulan (Jepin atau Rodad)

Tarian ini yang telah menggabungkan antara gerakan tarian dan juga seni bela diri yang telah diiringi dengan musik rebana atau terbang ini bahkan konon sudah ada sejak sebelum masa kolonial. Sekarang, kesenian semacam ini sudah sangat jarang untuk dimainkan.

17. Tari Adat Wira Pertiwi

Tari Wira Pratiwi yang berasal dari Jawa Tengah ini menggambarkan kepahlawanan prajurit putri Jawa. Seni tari ini telah dibuat oleh Bagong Kussudiarjo sebagai bentuk semngat dalam pengabdian bela Negara.

Gerakan dinamus yang ada di dalam tari Wira Pertiwi ini telah melambangkan ketangkasan, ketangguhan, dan juga ketegasan sang prajurit putri di dalam membela bangsa.

18. Tari Adat Beksan Wireng

Seni tari Beksan Wireng ini telah menggambarkan ketangkasan prajurit di dalam latihan perang. Wiring adalah gabungan dari dua suku kata, yaitu Wira (Permira) dan juga Aeng (Unggul).

Tari Beksan Wireng adalah tari yang telah menggambarkan perang atau sebuah latihan perang yang temannya keprajuritan. Tari Wireng adalah sebuah tarian untuk pria dengan gerakan tari yang bersumber dari gerakan pencak silat.

19. Tari Adat Bondan

Tari Bondan ini berasal dari daerah Surakarta, Jawa Tengah. Tarian ini telah memperlihatkan gambaran kasih tulus ibu pada anaknya.

Ciri khas yang di dapat telah dilihat dan dibedakan dari tarian lainnya yaitu pada property yang digunakan di dlama pementasan tari misalnya kendil, boneka bayi, payung, dan juga beberapa alat rumah tangga lainna yang biasa dipakai ibu di dalam kehidupan sehari-hari.

20. Tari Adat Bedhaya Ketawang

Tari adat Bedhaya Katawang yang dipentaskan oleh 9 penari wanita pada saat peringatan dan juga penobatan tahta Kasunanan Surakarta.

Bedhaya Katawang ini terdiri dari dua suku kata yaitu kata Bedhaya yang mempunyai arti penari wanita dan Ketawang yang mempunyai arti langit, langit yang mengandung kiasan untuk sesuatu yang mulia, luhur dan tinggi.

Penutup

Namun sebelumnya, kami pada beberapa waktu yang lalu telah memposting beberapa tarian adat dari Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Lampung, Maluku. Sedangkan untuk yang berada di Pulau Jawa kami juga sudah menulis tentang tarian adat Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Akhirnya selesai juga beberapa informasi tentang tarian daerah Jawa Tengah yang disertai dengan penjelasannya. Semoga dengan adanya tarian tersebut dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Terimakasih karena sudah mampir di blog ini dan jangan lupa untuk di share ke teman-teman Anda semuanya.

Tarian Daerah Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *