20+ Tarian Kalimantan lengkap dengan Penjelasan dan Gambarnya

Tarian Kalimantan – Tarian Kalimantan yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa telah mendiami wilayah Kalimantan . Orang-orang Jawa menjadi yang paling dominan dibandingkan dengan suku-suku lainnya, termasuk juga dapat dibandingkan dengan suku pribumi aslinya yaitu Suku Kutai dan juga Suku Dayak.

Dominasi suku-suku pendatang yang dapat memungkinkan proses asimilasi tidak dapat terhindarkan, khusunya untuk suku melayu yang asli Kalimantan Timur, yaitu Suku Kutai. Hal ini, salah satunya yaitu dapat dikarenakan dengan orang kutai banyak yang mendiami wilayah pesisir dan juga perkotaan.

Meskipun demikian, Suku Kutai dan juga Suku Dayak tetap dapat mewakili citrarasa budaya yang berada di Kalimatan Timur. Suku Dayak tetap kuat akan memegang kekhasan Kalimantan di dalam segala bentuk aspek kehidupan. Suku Kutai ini sendiri masih dapat mempertahankan beberapa produk budaya peninggalan kerajaan Kutai Kartanegara.

Tarian daerah Kalimantan Timur ini banyak sekali jumlahnya, sehingga tidak dapat memungkinkan untuk dituliskan semuanya di dalam satu artikel. Setidaknya telah ada 13 macam tarian daerah Kalimantan Timur yang disetari dengan penjelasan singkatnya dan tentunya dilengkapi dengan gambar.

Macam Tarian Adat Kalimantan

tarian kalimatan
Sumber : kumpulanilmu.com

Berikut ini adalah 13 jenis tarian adat Kalimantan Timur yang telah kami jelaskan dengan jelas dan juga terdapat dari beberapa sumber yang akurat, berikut adalah penjelasannya:

1. Tari Ngerangkau

Tari Ngerangkau merupakan salah satu tarian Kalimantan Timur dari Suku Dayak Benua dan juga Tunjung. Tarian sakral ini yang dapat mengundang roh orang yang sudah mati untuk diajak menari bersuka cita dengan keluaga pada saat dilaksanakan sebuah pesta masyarakat sekitar.

Penarinya yaitu para pria dan juga wanita dewasa dari pihak keluarga, tidak ada batasan dari jumlah penarinya. Tari ini dapat dilakukan di tempat orang yang melaksanakan hajat atau upacara, pada saat malam hari, pada umumnya menjelang tengah malam sampai dini hari.

Mereka akan menari dengan penuh khidmat dan juga selama menari sang pawing akan sedikit menceritakan riwayat kehidupan dari orang yang telah meninggal tersebut. Tarian ini dapat dimulai ketika seorang pawing (sengtangis) sudah memberikan izin, umumnya akan di mulai dari keluarga tertua pangkat dan juga derajatnya.

Tarian ini dapat diiringi oleh alat musik tibuh, gong, kendang besar dan juga kelentangan. Selain itu, ada semacam alat peraga yang dipakai dan memiliki suara yang ritmis sifatnya, yakni antan atau alu yang dihentakkan dan juga dirapatkan sehingga dapat mengeluarkan suara.

restuemak.com

2. Tari Gantar

Tarian adat yang selanjutnya yaitu Tari Gantar. Tarian ini adalah salah satu tarian tradisional adal daerah Kalimantan, gerakan layaknya orang yang sedang menanam padi.

Di dalam tarian ini para penari memakai tongkat yang memiliki arti sebagai kayu penumbuk yang dapat disertai dengan properti pendukung lainnya misalnya  bamboo dan juga biji-bijian yang dapat memberikan sebuah gambaran misalnya benih padi dan juga wadahnya.

Tarian ini dipakai untuk menyambut beberapa tamu dan juga untuk upacara adat lainnya. Tidak hanya suku Dayak Tunjung saja yang telah mengenal tari Gentar, namun juga suku Dayak Benuaq juga mengenal beberapa jenis tarian ini. Terdapat 3 versi atau jenis dari tari Gantar ini, seperti Gantar Busai, Gantar Rayatn, dan juga Gantar Senak atau Gantar Kusak.

3. Tari Kancet Ledo / Tari Gong

Tari Kancet yang pada umumnya biasa disebut dengan Tari Gong adalah salah satu tarian adat yang berasal dari daerah Kalimantan yang tepatnya berada di daerah Kalimantan Timur.

Tarian ini dapat mengekpresikan tentang lembutnya seseorang wanita yang diperlihatkan melalui tariannya diatas Gong dengan gerakan lemah lembut dan juga disertai dengan keseimbangan. Tarian ini dapat memberikan ungkapan tentang kepandaian dan juga kecantikan seseorang.

Tari ini dapat disertai dengan iringan alat musik Sapeq yakni sebuah alat musik yang seperti kecapi yang dapat dimainkan dengan cara dipetik kemudian para penari akan menari diatas Gong. Dan kemudian terciptalah nama Tari Gong.

4. Tari Kancet Papatai / Tari Perang

Tarian ini dapat menceritakan tentang seorang pahlawan dari suku Dayak Kenyah yang akan berperang melawan semua musuhnya. Karena ceritanya tentang perang, maka gerakan penari harus sangat lincah, gesit, dan juga harus penuh semangat yang terkadang juga dapat diselingi oleh pekikan dari seorang penari tersebut.

Pada umumnya penari ini memakai pakaian tradisional suku Dayak Kenyah yang dapat dilengkapi dengan beberapa peralatan mulai dari baju perang, perisai, dan juga Mandau. Alunan lagu yang telah mengiringi tarian ini yaitu lagu Sak Paku yang memakai alat musik bernama Sampe.

5. Tari Kancet Lasan

Tarian Kancet Lasan ini telah menceritakan tentang kehidupan dari burung Enggang. Burung Enggang adalah burung yang sangat diagungkan oleh suku Dayak, terutama yaitu Dayak Kenyah sebab burung Enggang telah dianggap sebagai lambang keagungan dan juga kepahlawanan.

Tarian ini hanya dapat dilakukan secara tunggal wanita untuk suku Dayak Kenyah dan juga gerakan serta posisinya hampir sama dengan Tari Kancet Ledo atau Tari Gong.

Yang dapat membedakan dari kedua tarian ini yaitu pada tari Kancet Lasan tidak memakai gong dan juga bulu-bulu burung Enggang.

Tarian ini lebih mementingkan dari segi gerakan burung Enggang pada saat melakukan terbang melayang sampai burung tersebut hinggap dan bertengger pada dahan pohon.

6. Tari Leleng

Untuk tari Leleng ini sendiri dapat menggambarkan tentang seseorang gadis yang bernama Utan Along. Cerita yang ada dibalik tari leleng ini tentang seorang gadis yang telah dinikahi secara paksa oleh kedua orang tuanya tersebut dengan seorang pemuda yang tidak pernah dicintai oleh Utan Alon ini.

Sampai akhirnya gadis tersebut lebih memilih untuk kabur dari rumah dan kemudian ia melarikan diri kedalam hutan. Tarian Leleng ini dapat juga diiringi dengan sebuah nyanyain lagu Leleng sebagai lantunan musiknya.

Untuk tari Leleng ini dapat menggambarkan tentang seorang gadis yang bernama Utan Along. Cerita dibalik tari leleng ini yaitu tentang seorang gadis yang dinikahi secara paksa oleh kedua orangtuanya dengan seseorang pemuda yang tidak pernah di cintai oleh Utan Along tersebut.

Sampai akhirnya gadis tersebut lebih memilih untuk kabur dari rumah dan kemudian melarika diri kedalam hutan. Tarian leleng ini dapat diiringi dengan sebuah nyanyian lagu Leleng sebagai lantunan musiknya itu.

7. Tari Monong / Tari Manang

Tari Monong atau dapat disebut dengan tari Manang ini adalah salah satu tari penyembuhan yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit dan juga mampu menangkal penyakit yang terdapat didalam tubuh orang yang mengalami sakit tersebut.

Pada sebuah tari Monong atau tari Manang ini seorang penari akan seperti menjadi seorang dukun sambil mengeluarkan jampi-jampi ketika hendak menari.

8. Tari Pingan

Tari Pingan ini adalah salah satu tarian tunggal yang dapat dilakukan oleh masyarakat Dayak Mualang. Tarian ini dapat memberikan gambaran tentang rasa syukut untuk semua rezeki yang telah diberikan dan juga selalu dilimpahkan oleh Tuhan kepada masyarakat Dayak Mualang.

Tari Pingan ini dapat dibagi menjadi dua, yakni Tari Pingan laki dan indu. Diantara kedua macam tarian ini ada sebuah kesamaan dan juga sebuah perbedaan.

Pada umumnya para penari membawa piringan putih, pada zaman dahulu piringan masih memakai piringan batu dan juga memakai cincin yang seukuran jari tengah penari tersebut. Tari ini biasanya diiringi dengan musik tradisional yang bernama Tebah Undup Biasa.

9. Tari Serumpai

Tarian Serumpai ini adalah salah satu tarian dari suku Dayak Benuaq. Penggambaran dari tarian ini hampir sama dengan tari Monong atau tari Manang yang berhubungan dengan penyakit. Hanya saja yang membedakan yaitu tarian ini menolak wabah penyakit dan juga mengobati orang yang digigit oleh anjing gila..

Disebut dengan tari Serumpai karena pada dasarnya tarian ini memakai alat musik yang bernama serumpai yakni sejenis suling dari bamboo sebagai musik pengiring dari tarian Serumpai tersebut.

10. Tari Belian Bawo

Pada awalnya tarian ini adalah sebuah upacara yang dapat dilakukan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, dan juga untuk membayar sebuah nazar.

Beberapa lama kemudian upacara ini diubah menjadi sebuah tarian yang dapat ditampilkan sebagai acara untuk menerima tamu dan juga untuk acara yang telah berhubungan dengan kesenian. Tarian ini sama dengan tari Serumpai yang merupakan tarian dari suku Dayak Benuaq.

Baca juga : tarian riau

11. Tari Kuyang

Kuyang yang memiliki arti mahluk yang telah hidup di 2 alam. Jadi, tari Kuyang ini telah mengandung arti tari untuk para mahluk halus. Tari kuyang ini adalah sebuah tarian yang bertujuan untuk mengusir para hantu yang telah mendiami di beberapa pohon besar dan juga tinggai agar tidak mengganggu para manusia dan juga orang yang menebang pohon tersebut.

Karena dunia mistis yang ada di Negara Indonesia ini sangat kental, sehingga lahirlah tari Kuyang yang telah diajarkan secara turun temurun sampai sekarang ini. Seorang Suku Dayak telah  mempercayai dengan tari ini, mahluk halus akan pergi dari pepohonan besar yang akan ditebang oleh masyarakat setempat.

12. Tari Pecuk Kina

Tarian ini tentang sebuah gambaran bagaimana suku Dayak Kenyah yang melakukan perpindahan dari daerah asal mereka yakni Apo Kayan Kab. Bulungan menuju sebuah daerah Long Segar Kab Kutai Barat.

Perjalanan yang telah membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun. Kejadian tersebut dibuat menjadi sebuah tarian yang biasa disebut dengan Tari Pecuk Kina. Jika kita lihat dari tarian tersebut mengikut sertakan banyak wanita yang menggunakan pakaian khas Kalimantan dan membawa kipas berbulu.

13. Tari Datun

Tari Datun adalah salah satu tarian yang dilakukan secara bersama-sama oleh para wanita dari suku Dayak Kenyah dengan jumlah yang berkisar antara 10-20 orang.

Menurut cerita yang ada tarian ini telah diciptakan oleh Nyik Selung yang merupakan seorang kepada suku dari Dayak Kenyah didaerah Apo Kayan yang bersyukur dan juga gembira karena cucunya telah lahir.

Iringan dari musik ini dapat terbilang bebas, mulai dari musik tradisional atau dapat diiringi dengan sebuah musik modern, namun ciri khas dari tarian ini para penari membawakan seperti piringan pada kedua tangannya. Dengan lemah gemulai penari tersebut menari mengikuti lantunan musik tersebut.

14. Tari Hudoq

Tarian yang berasal dari Daerah Kalimantan Timur lain yang berasal dari masyarakat sub-etnis Dayak merupakan tari Hudoq. Tarin festival bertopeng dan juga berkostum yang telah dipertunjukan sebagai ungkapan rasa syukur dan juga doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sehubungan dengan tanam dan juga panen padi.

Hudoq yang mempunyai arti Menjelma, yaitu menjelma menjadi burung sehingga memakai topeng burung. Dapat dikatakan juga bahwa Tari Hudoq ini merujuk pada 13 jenis hama perusak tanaman. Di dalam tarian ini dapat juga digambarkan bagaimana dua manusia Hudoq mengejar dan juga membasmi Hudoq hama.

Sesuai dengan tradisi, festival Hudoq ini dapat digelas pada setiap tahun selesai menanam padi, yaitu antara bulan September sampai Oktober. Secara turun-temurun Hudoq ini digelas secara berpisah-pisah, dari sebuah desa ke desa lainnya. Yang telah melibatkan seorang pawing di dalam pelaksanaan upacaranya.

15. Tari Ganjur

Tari Ganjur atau Tari Ganjar Ganjur ini adalah salah satu tarian khas daerah Kalimantan Timur yang merupakan hasil akulturasi dari kebudayaan Kutai-Jawa.

Di dalam sejarahnya, pada masa pemerintahan Maharaja Sultan, dari Kerajaan Kutai Kartanegara pernah langsung berinteraksi dengan kerajaan Majapahit.

Jika dilihat dari sisi akulturasi dengan kebudayaan Jawa, salah satunya yaitu terlihat pada alat musik gamelan yang mengiringi Tarian Ganjur tersebut. Ada demung, saron, boning, gender, dan juga ada kendang yang sama persis dengan perangkat Gamelan Jawa lainnya.

Tari Ganjur adalah salah satu tarian sakral yang dapat disajikan pada acara-acara khusus. Selain untuk penyambutan tamu agung, penobatan Sultan Kutai, keberadaannya dari tari Ganjur ini juga telah menjadi bagian dari rangkaian ritual Bepelas didalam Festival Erau.

Penarinya yaitu seorang pria dan juga wanita kerabat dari Keraton Kutai. Para penari pria pada umumnya diistilahkan dengan “Beganjar” dan juga penari Wanitanya “Beganjur”. Ganjur ini sendiri telah merujuk pada property sejenis gada kayu yang berlapis kain yang dipakai dalam tarian ini.

Baca juga : tarian Bali

16. Tari Datun Julud

Masyarakat Dayak Kenyah ini sudah dikenal mempunyai banyak ragam tari. Selain yang sudah kami sebutkan di atas, ada lagi tarian Datun Julud atau Kancet Datun Julud. Salah satu tarian yang wajib bagi orang dayak kenyah yang selalu ditampilkan di dalam beragam upacara adat mereka.

Tarian ini pada umumnya diperagakan  oleh seorang penari wanita, biasa perorangan maupun berkelompok. Tarian Datun Julud ini umumnya disajikan untuk dapat memeriahkan hari-hari besar maupun untuk merayakan kedatangan pelawat ke Rumah Panjang terutama para pelancong dari luar negeri.

Ketiak hendak di persembahkan di Rumah Panjang, para penarinya akan menari mengelilingi ruai ketua Kampung tersebut. Mereka menari dengan sangat lemah gemulai, terkadang juga bertempo cepat, mengayunkan tangan , dan juga melenggok. Untuk properti yang biasa dipakai yaitu bulu burung enggang.

17. Tari Topeng Kutai

Tari Topeng Kutai adalah salah satu tarian khas Kutai yang dapat disajikan untuk para kalangan keraton saja. Tarian ini ditarikan oleh para penari-penari tertentu sebagai sebuah hiburan bagi keluarga kerajaan.

Selain itu, juga umumnya dipertunjukan pada saat penobatan Raja, perkawinan, kelahiran, dan juga penyambutan tamu keraton.

Untuk tari Topeng Kutai ini sendiri terbagi di dalam beberapa jenis. Di antaranya ada Tari Topeng Kemindhu, Tari Topeng Penembe, Topeng Patih, Topeng Kelana, Topeng Temenggung, Topeng Wirun, Topeng Gunung Sari, Topeng Panji, Topeng Togoq, Topeng Rangga, Topeng Tembam, dan juga Topeng Bota.

Di dalam sejarahnya, tarian-tarian ini terkait langsung hubungan dengan seni tari dalam Kerajaan Singosari, dan juga Kerajaan Kediri. Hanya saja, gerak tari dan juga irama dari Gamelan pengiring sedikit berbeda dengan tari di dua kerajaan Jawa ini. Selebihnya dari cerita dan juga kostumnya hampir sama.

18. Tari Bangun

Tari Bangun adalah salah satu tarian mistis pemujaan roh sebagai usaha untuk dapat mengobati orang sakit. Tari yang dapat diperagakan oleh wanita yang biasa disebut dengan Bangun ini dapat ditemukan di Wilayah Tidung, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur.

Di dalam pagelarannya, si Bangun menari sambil memegangi kipas di tangan kanan dan juga selendang di tanga kirinya. Setelah membawakan beberapa gerakan, meraka membaringkan tubuhnya dan kemudian ditutup dengan kain kuning. Mereka akan menari lagi setelah bangun dalam keadaan kerasukan.

Untuk upacara pengobatan ini sendiri pada umumnya berlangsung 3-7 hari. Menurut kepercayaan, sewaktu menari para roh penari keluar dari dalam tubuhnya dan kemudian digantikan oleh beberapa roh-roh dari jin sahabat penari yang didatangkan dengan cara membakar kemenyan.

Setelah upacara itu selesai, kemudian diadakan selamatan untuk memenuhi keinginan roh yang sebelumnya datang untuk membantu pengobatan tadi. Tarian Bangun ini mempunyai tiga bentuk yaitu Ngala Bedua’ atau mengambil semangat si sakit, Betujul atau memberi makan yang ghaib, dan juga persembahan.

19. Tari Persembahan Kutai

Tari persembahan Kutai adalah salah satu tari penyambutan tamu khas Melayu. Sebagai salah sati sub-etnis Melayu, Suku Kutai ini juga mempunyai tarian itu namun dengan keunikan tersendiri. Tari Persembahan Kutai tidak memakai sirih misalnya yang biasa terlihat pada tarian yang ada di daerah Sumatera.

Di dalam tari persembahan Kutai, pemakaian sirih yang merupakan simbol penghormatan itu kemudian diganti dengan penebaran beras kuning oleh para penarinya. Mereka membawakannya dalam sebuah cawan yang kemudian selanjutnya ditebarkan kea rah para tamu yang akan hadir.

Pada masa lalu, tari ini hanya dapat ditarikan oleh para putri-putri keraton dalam upacara penyambutan resmi di keraton. Seiring dengan perkembangannya, lalu dipertunjukkan juga di luar keraton agar selalu tetap lestari. Seperti yang ada pada umumnya yaitu tarian kutai, pengaruh budaya Jawa yang cukup kuat dalam tarian ini.

20. Tari Jonggan

Tari Jonggan adalah salah satu tarian pergaulan yang ada pada masyarakat suku dayak Kanayatan. Tarian Jonggan ini telah menceritakan tentang sebuah kebahagiaan dan juga rasa suka cita oleh masyarakat Dayak. Pada umumnya para tamu yang hadir didalam acara tarian adat Kalimantan ini akan diajak untuk penari bersama dengan para penarinya.

Penutup

Setelah kalian membaca artikel di atas kami rasa Anda sudah faham apa saja tarian adat yang ada didaerah Kalimantan. Selanjutnya Anda dapat untuk membagikan informasi yang sangat bermanfaat ini kepada teman-teman semua pada media sosial atau komunikasi Daring. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas waktu Anda di blog ini.

                                                                   Baca Juga : restuemak.com

Tinggalkan komentar